
SuaraUMKM, Jakarta – Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, telah mencatat sebanyak 200 produk Usaha Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM) sudah bersertifikat halal pangan olahan dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama Republik Indonesia.
Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin Hamid, menggarisbawahi bahwa pemberian sertifikat halal untuk produk UMKM adalah langkah yang sangat penting. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk-produk tersebut dan menjamin kualitas terbaik pada hasil produksi.
“Terima kasih kepada bapak/ibu yang sudah mendukung program pemerintah dan mendaftarkan usahanya untuk mendapatkan sertifikat halal. Mudah-mudahan usaha bapak/ibu semakin maju,” kata Jefridin, dikutitp ANTARA, Minggu 24 September.
Baca Juga : Kisah Inspiratif Pelaku UMKM Di Ajang BBI Dan BBWI Riau
Jefridin juga menekankan pentingnya kualitas kemasan produk. Dia menjelaskan bahwa pelaku usaha dapat meningkatkan kualitas kemasan produk melalui pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam. Dia juga meminta kerjasama dari pihak kecamatan agar para pelaku UMKM yang sudah mendapatkan sertifikat halal dapat mengikuti pelatihan tersebut.
“Jika label halal sudah ada, pengemasan sudah oke. Saya yakin UMKM di Kota Batam keren dan maju. Mari kita terus bergandeng tangan berkolaborasi dengan pemerintah,” ujarnya.
Menurut Jefridin, pelatihan tentang kemasan produk bertujuan untuk membuat produk-produk UMKM terlihat menarik bagi konsumen. Dia menjelaskan bahwa pelaku usaha akan memahami bagaimana cara mengemas produk dengan baik, membuatnya menarik, dan meningkatkan daya jualnya.
Dalam pelatihan tersebut, materi yang disampaikan mencakup fungsi dan manfaat dari pengemasan produk, serta pelabelan pada kemasan kotak makanan untuk memperkuat citra produk yang dihasilkan oleh pengusaha mikro.
Baca Juga : Sebanyak 1.075 UMKM di DKI Jakarta Menerima Sertifikat Halal
Selain memberikan sertifikat halal dan pelatihan kemasan produk, Pemerintah Kota Batam juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pembangunan infrastruktur seperti pelebaran jalan, bandara, dan pelabuhan yang saat ini tengah dilakukan oleh pemerintah.
Menurut Jefridin, infrastruktur ini akan meningkatkan kunjungan dari investor dan wisatawan domestik maupun mancanegara, yang pada gilirannya akan mendukung penjualan produk-produk UMKM.
Ketua Panitia Program Sehati, Affuandris, mengungkapkan harapannya bahwa para pelaku UMKM di Batam akan terus maju dan mampu bersaing di tingkat global, terutama dalam sektor ekonomi. Dia juga mengingatkan pentingnya pemahaman tentang digitalisasi dalam menghadapi persaingan ekonomi global.
“Ada 200 produk UMKM yang hari ini menerima sertifikat halal dari Kemenag RI. Alhamdulillah UMKM Batam naik kelas untuk labelitas dan pelabelan. Kita harus melek terhadap digitalisasi,” kata Affuandris.
Sumber : VOI





