
SuaraUMKM, Jakarta – Liburan Lebaran di Toba Caldera Resort (TCR) menjadi lebih meriah dengan adanya stand UMKM Kawasan Danau Toba yang dipadati oleh para pengunjung. Acara ini diselenggarakan oleh Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) selaku pengelola TCR sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM binaan dari BPODT. Stand UMKM ini akan tetap beroperasi hingga tanggal 01 Mei 2023.
Beberapa produk UMKM yang ditampilkan di stand tersebut antara lain Tobatos, Kripik Benjamin, Cakar Ayam Lestari, Poda Cokelat, Tabonai Tela-tela, Tiara Snack, Marisca Souvenir, dan Air Jeruk Murni Skolas. Dengan adanya stand UMKM ini, para pengunjung TCR dapat melihat dan merasakan kualitas produk-produk UMKM yang merupakan hasil binaan dari BPODT.
Baca Juga : Menpora : F1 Powerboat World Championship Toba Akan Mendongkrak Sektor Pariwisata dan UMKM
Dari pantauan, terlihat bahwa stand UMKM sangat ramai dikunjungi oleh para pengunjung TCR. Salah satunya adalah Rangga, seorang pengunjung asal Indrapura, yang mengatakan bahwa ini adalah kedua kalinya ia mengunjungi TCR. Ia juga menyebutkan bahwa kunjungannya kali ini lebih padat dari kunjungan pertamanya. Rangga juga menilai keberadaan stand UMKM sebagai pilihan menarik bagi para pengunjung.
“Selain bisa menikmati ATV, Flying Fox, Paintball, Panahan, menonton atraksi seni budaya, dan berfoto di Jokowi Point, pengunjung juga dapat berwisata kuliner di TCR,” ujar Rangga.
Baca Juga : Ratusan Pelaku UMKM Turut Meriahkan Ajang F1Powerboat Lake Toba 2023
Jimmi Bernando Panjaitan, Direktur Utama BPODT, menjelaskan bahwa keberadaan UMKM di TCR, yang dikenal sebagai The Kaldera Toba Nomadic Escape, adalah bentuk dukungan dan kepedulian BPODT terhadap para UMKM Kawasan Danau Toba. Ia menegaskan bahwa UMKM ini harus didukung dan didorong agar semakin produktif dengan terus melakukan kreasi inovasi.
“UMKM sangat penting bagi kami karena merupakan salah satu indikator peningkatan perekonomian di masyarakat. Oleh karena itu, harus terus didorong agar semakin produktif melalui kreasi inovasi, dengan harapan dapat membangkitkan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja,” ujar Dirut Jimmy.
Sumber : Badan Pelaksana Otorita Danau Toba





