
SuaraUMKM, Jakarta – Dalam upaya memperkuat daya saing perusahaan di era digital, Wiranesia Foundation menggandeng BPJS Ketenagakerjaan dan GreytHR menggelar workshop bertajuk “Boosting Business Performance Through Digitalization”. Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran praktis bagi pelaku bisnis dan profesional sumber daya manusia (SDM) untuk memahami bagaimana digitalisasi mampu mempercepat pertumbuhan dan efisiensi kinerja perusahaan.
Workshop yang digelar di Jakarta ini dihadiri oleh berbagai pelaku usaha, praktisi HR, dan karyawan profesional dari berbagai sektor industri. Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi bentuk nyata sinergi antara lembaga pemerintah, sektor swasta, dan komunitas kewirausahaan untuk mewujudkan ekosistem bisnis yang adaptif terhadap transformasi digital.

Pembukaan oleh BPJS Ketenagakerjaan
Kegiatan dibuka oleh Deni Yusyulian, perwakilan dari BPJS Ketenagakerjaan, yang menyampaikan pentingnya digitalisasi dalam mendukung perlindungan tenaga kerja sekaligus meningkatkan efisiensi pelayanan publik.
“Digitalisasi bukan sekadar tren, tapi kebutuhan mendasar agar perusahaan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan. BPJS Ketenagakerjaan terus berinovasi agar layanan bagi pekerja semakin cepat, mudah, dan akurat,” ujar Deni Yusyulian dalam sambutannya.
Ia juga menambahkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan telah meluncurkan sejumlah inovasi digital untuk mempercepat proses klaim dan administrasi peserta, sehingga perusahaan dapat fokus pada pengembangan bisnis tanpa terganggu oleh proses birokrasi yang berbelit.

Kemudahan Layanan BPJS Lewat Sistem Digital
Sesi pertama diisi oleh Tri Pambudi Santoso, yang membawakan materi “Kemudahan dalam Proses Klaim Layanan BPJS: Cepat dan Tepat.” Tri menjelaskan bagaimana transformasi digital di BPJS Ketenagakerjaan telah mengubah paradigma pelayanan menjadi lebih transparan dan efisien.
Melalui sistem digital, kini peserta dapat melakukan klaim jaminan, memeriksa status kepesertaan, hingga mengakses berbagai informasi layanan tanpa harus datang langsung ke kantor cabang.
“Transformasi digital memungkinkan kami memberikan pengalaman pelayanan yang lebih baik. Proses klaim yang sebelumnya memakan waktu kini bisa diselesaikan dalam hitungan hari, bahkan jam,” jelas Tri Pambudi Santoso.
Ia menegaskan, percepatan layanan ini diharapkan membantu perusahaan menjaga kepuasan karyawan serta meningkatkan kepercayaan terhadap sistem perlindungan tenaga kerja nasional.

Employeepreneur: Dari Karyawan Menjadi Entrepreneur
Sesi berikutnya dibawakan oleh Coach Faran, Founder Wiranesia Foundation, yang menyampaikan materi inspiratif berjudul “Employeepreneur: From Employee to Entrepreneur.”
Dalam paparannya, Coach Faran menekankan pentingnya membangun mentalitas kewirausahaan di kalangan karyawan agar mereka tidak hanya menjadi pelaksana tugas, tetapi juga mampu berpikir kreatif dan inovatif untuk kemajuan perusahaan.
“Era digital menuntut setiap individu menjadi employeepreneur — karyawan yang punya semangat wirausaha. Mereka bukan hanya bekerja untuk perusahaan, tapi juga tumbuh bersama perusahaan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Wiranesia berkomitmen mendukung transformasi ini melalui berbagai program pengembangan kompetensi digital, kepemimpinan, dan inovasi bisnis yang menyasar kalangan pekerja muda dan UMKM.
Menurutnya, digitalisasi membuka ruang besar bagi setiap individu untuk berinovasi, menciptakan nilai tambah, dan bahkan membangun usaha baru yang berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Peran Strategis HR di Era Digital
Sebagai penutup, Reysa Sujana, perwakilan dari GreytHR, menyampaikan materi “Peran Strategis HR di Era Digital.” Ia menjelaskan bagaimana sistem manajemen SDM berbasis teknologi dapat membantu perusahaan dalam mengelola data karyawan, kinerja, hingga kepatuhan regulasi dengan lebih efisien.
“Digital HR bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Dengan otomatisasi dan analisis data, HR dapat fokus pada strategi pengembangan talenta, bukan hanya pekerjaan administratif,” jelas Reysa.
Ia mencontohkan bagaimana platform GreytHR telah membantu banyak perusahaan dalam melakukan penggajian otomatis, manajemen cuti, dan pelaporan ke BPJS secara digital — langkah nyata dalam mendukung ekosistem bisnis yang modern dan transparan.
Sinergi Menuju Ekosistem Bisnis Digital
Kolaborasi antara Wiranesia, BPJS Ketenagakerjaan, dan GreytHR ini menjadi simbol sinergi strategis yang saling menguatkan. Wiranesia hadir sebagai inkubator yang menjembatani dunia kewirausahaan dengan dunia kerja profesional, sementara BPJS Ketenagakerjaan memastikan aspek perlindungan tenaga kerja tetap terjaga di tengah disrupsi digital.
“Kami percaya, masa depan bisnis Indonesia ditentukan oleh seberapa cepat kita mampu beradaptasi dengan digitalisasi. Melalui kolaborasi lintas sektor seperti ini, kita bukan hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga membangun SDM unggul yang siap bersaing di era global,” tutur Coach Faran menutup sesi diskusi.
Workshop ini menjadi langkah konkret bagi Wiranesia Foundation dalam menjalankan misinya untuk membangun ekosistem digital yang inklusif, memberdayakan UMKM, dan menciptakan SDM yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Profil Coach Faran
Coach Faran, atau Faransyah Agung Jaya, adalah seorang pelatih bisnis dan penggiat kewirausahaan yang aktif dalam mendampingi UMKM di Indonesia. Sebagai founder Wiranesia Foundation, ia telah berkontribusi dalam berbagai program inkubasi dan akselerasi bisnis bagi pelaku UMKM, termasuk digitalisasi usaha, strategi pemasaran, serta penguatan kapasitas manajerial. Dengan pengalaman luas di bidang kewirausahaan dan pengembangan kompetensi SDM, Coach Faran menjadi salah satu tokoh utama dalam mendukung UMKM untuk naik kelas melalui pelatihan dan pendampingan yang berbasis praktik nyata.





