
Suaraumkm, Jakarta – Ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 menjadi panggung gemilang bagi 45 UMKM binaan Pertamina (Persero) yang sukses menorehkan prestasi luar biasa dengan total transaksi mencapai Rp269,8 miliar. Capaian ini melampaui target awal Rp169 miliar dan mengukuhkan peran Pertamina sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus pendukung ekspor UMKM Indonesia.
Menurut Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, kesuksesan ini lahir dari pembinaan intensif melalui program UMK Academy dan PF Preneur, hasil kolaborasi Pertamina dengan lembaga pembina UMKM. “Pertamina tak hanya mendukung energi nasional, tapi juga menjadi motor penggerak ekonomi rakyat,” ujarnya di ICE BSD, Tangerang, Senin (20/10/2025).

Pelatihan Go Global Dorong UMKM Naik Kelas
Sebelum tampil di TEI 2025, para pelaku UMKM binaan Pertamina telah melalui proses kurasi dan pembinaan intensif melalui program UMK Academy
serta Pelatihan Ekspor bersama Kementerian Perdagangan. Program ini membekali UMKM dengan materi penting seperti regulasi ekspor, branding, storytelling produk, serta strategi pitching kepada buyer internasional.
Program pembinaan ini juga menjadi bagian dari inisiatif PF Preneur, hasil kolaborasi antara Pertamina dan lembaga-lembaga mitra pembina UMKM. PF Preneur berfokus pada pengembangan kapasitas, keberlanjutan bisnis, serta keberanian UMKM Indonesia untuk Go Global. Melalui pendekatan berbasis pelatihan dan praktik langsung, PF Preneur membantu pelaku usaha memahami pasar internasional secara komprehensif.

Capaian dan Kolaborasi Global
Dari 45 UMKM binaan yang tampil di TEI, tercatat 14 Nota Kesepahaman (MoU) berhasil diteken dengan buyer dari berbagai negara. Beberapa UMKM unggulan bahkan mencatat transaksi besar, seperti Java Criollo yang menandatangani MoU senilai Rp87 miliar dengan perusahaan asal Jepang Being Co. Ltd, serta Nine Glory Degrees yang menorehkan penjualan Rp15 miliar ke berbagai negara seperti Malaysia, India, hingga Italia.
UMKM Yummy Babeh pun tak kalah membanggakan. Dipimpin oleh Ade Soelistyowati, pelaku wirausaha penyandang disabilitas tuna rungu ini sukses mengekspor produk cassava crackers ke Brunei Darussalam dengan nilai transaksi mencapai US$18.000. “Pelatihan dari Pertamina dan PF Preneur membuka wawasan saya tentang ekspor. Kini produk kami bisa dikenal di luar negeri,” ujar Ade.
Sinergi Pembinaan bersama Wiranesia Foundation
Kesuksesan ini juga mendapat dukungan dari berbagai mitra pembina, termasuk Wiranesia Foundation yang turut aktif dalam program PF Preneur. Melalui bimbingan dan pendampingan kewirausahaan, Wiranesia Foundation membantu UMKM binaan untuk memperkuat strategi bisnis, literasi digital, serta kesiapan ekspor.

Coach Faran, Founder Wiranesia Foundation, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat kemajuan UMKM Indonesia.
“PF Preneur adalah ekosistem pembinaan yang holistik — menghubungkan pelatihan, jejaring, dan peluang ekspor. Kami di Wiranesia Foundation bangga bisa menjadi bagian dari upaya ini, karena keberhasilan UMKM seperti Yummy Babeh dan Java Criollo adalah bukti nyata bahwa produk lokal mampu bersaing di pasar global,” ujar Coach Faran.

Pertamina Wujudkan Sinergi dan Transparansi Nasional
Selain mencatat capaian ekonomi, Pertamina juga meraih gelar Juara I Badan Publik Terinovatif dalam ajang Information Transparency Award 2025. Penghargaan ini menegaskan komitmen Pertamina terhadap keterbukaan informasi publik dan implementasi prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) dalam seluruh lini bisnisnya.
Langkah Pertamina dalam mendukung UMKM sejalan dengan arah kebijakan Asta Cita Pemerintahan Prabowo–Gibran, khususnya dalam memperluas lapangan kerja berkualitas, memperkuat kewirausahaan, dan mengembangkan industri kreatif. Melalui PF Preneur dan kolaborasi dengan Wiranesia Foundation, Pertamina bukan hanya membina pelaku usaha, tetapi juga menggerakkan ekonomi inklusif yang memberi dampak nyata bagi masyarakat Indonesia.
Dengan sinergi yang solid antara korporasi, pemerintah, dan komunitas pembina UMKM, Pertamina optimistis bahwa produk lokal Indonesia akan terus bersinar di pasar global — membawa semangat “Trade Beyond Boundaries” menuju kemandirian ekonomi bangsa.

Profil Coach Faran
Coach Faran, atau Faransyah Agung Jaya, adalah seorang pelatih bisnis dan penggiat kewirausahaan yang aktif dalam mendampingi UMKM di Indonesia. Sebagai founder Wiranesia Foundation, ia telah berkontribusi dalam berbagai program inkubasi dan akselerasi bisnis bagi pelaku UMKM, termasuk digitalisasi usaha, strategi pemasaran, serta penguatan kapasitas manajerial. Dengan pengalaman luas di bidang kewirausahaan dan pengembangan kompetensi SDM, Coach Faran menjadi salah satu tokoh utama dalam mendukung UMKM untuk naik kelas melalui pelatihan dan pendampingan yang berbasis praktik nyata.





