spot_img

Puluhan Juta UMKM di Indonesia Masih Sulit Mendapatkan Modal

Saat ini ada sekitar 46,6 juta UMKM di Indonesia belum memiliki akses terhadap pembiayaan yang memadai. (Dok. Pemkot Jakarta Timur)
Saat ini ada sekitar 46,6 juta UMKM di Indonesia belum memiliki akses terhadap pembiayaan yang memadai. (Dok. Pemkot Jakarta Timur)

SuaraUMKM, Jakarta – Peningkatan akses permodalan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi fokus utama Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam upaya menghadapi tantangan ini, potensi teknologi finansial atau fintech muncul sebagai solusi potensial yang dapat memberikan dukungan pembiayaan kepada sektor UMKM, terutama bagi usaha kecil yang masih menghadapi kesulitan dalam mendapatkan akses permodalan.

Data yang dirilis oleh Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan mengindikasikan bahwa sekitar 46,6 juta UMKM di Indonesia belum memiliki akses terhadap pembiayaan yang memadai. Meskipun terdapat berbagai upaya yang telah dilakukan, masih terdapat kendala dalam memastikan bahwa UMKM dapat mengakses sumber permodalan yang memadai untuk mengembangkan usaha mereka.

Baca Juga : Ini Alasan Mengapa Securities Crowdfunding Bisa Jadi Alternatif Permodalan UMKM

Porsi kredit yang saat ini telah disalurkan oleh lembaga perbankan bagi UMKM diperkirakan hanya mencapai seperlima dari total kredit yang ada, yakni sekitar 20%. Angka ini belum mencapai target pemerintah yang ingin meningkatkan porsi kredit perbankan yang diberikan kepada UMKM menjadi 30%. Dalam rangka mendukung pertumbuhan dan perkembangan sektor UMKM, peningkatan akses permodalan menjadi sangat penting.

Kementerian Keuangan dan OJK pun menggarisbawahi bahwa masih banyak UMKM yang menghadapi kesulitan dalam mendapatkan akses permodalan yang cukup. Dalam konteks ini, teknologi finansial muncul sebagai salah satu solusi yang layak dipertimbangkan bagi usaha kecil dalam memperoleh dukungan pembiayaan yang diperlukan.

“Ada studi yang mengestimasikan bahwa UMKM di Indonesia yang saat ini belum memiliki akses pembiayaan mencapai 46,6 juta UMKM,” kata Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan (PKSK) Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Adi Budiarso dalam rangkaian acara pertemuan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral ASEAN di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (22/8).

BACA JUGA :  UMKM Didorong Manfaatkan Peluang Pembiayaan Hijau

Baca Juga : 299 Ribu Pelaku UMKM di Provinsi Aceh Terima Modal Usaha

Dia juga menegaskan bahwa tantangan akses pembiayaan bagi UMKM merupakan isu yang signifikan dan mendesak bagi Indonesia. Dari total kredit yang telah disalurkan oleh perbankan, hanya seperlima yang diberikan kepada UMKM. Pemerintah memiliki tekad kuat untuk meningkatkan porsi kredit perbankan yang diberikan kepada UMKM menjadi 30% guna memberikan dukungan lebih besar terhadap sektor UMKM.

Oleh karena itu, dia menekankan bahwa isu pembiayaan UMKM akan menjadi salah satu topik utama yang akan didiskusikan dalam pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral ASEAN dalam pekan ini. Topik ini juga akan menjadi bagian dari Priority Economic Deliverable (PED) nomor 8, yang secara khusus membahas tentang perkembangan ekonomi digital di wilayah ASEAN.

Sumber : Katadata

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Raih Nomor Urut 2 di Kontestasi Ketum HIPMI, Ade Jona: Simbol Kita Berjalan Beriringan

SuaraUMKM, JAKARTA - Momentum penting dalam kontestasi Ketua Umum BPP...

Bank bjb & Wiranesia Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Digital Marketing di Momentum Hari Kartini

SuaraUMKM, Jakarta - Dalam semangat memperingati Hari Kartini, bank...

Perkuat Sektor UMKM, Pemkot Bengkulu Bagikan 50 Meja Portabel

BENGKULU - Upaya memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan...

BRI BO Gatot Subroto Salurkan Jumat Berkah ke Panti Asuhan Mizan Amanah

JAKARTA - Sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi...