
Penulis : Coach Wiwin Nospitalia
SuaraUMKM, Jakarta – Senin, 24 Juli 2023, Westjava Mahakaya kembali melakukan perjalanan untuk melakukan pelatihan garam olahan di Kantor Desa Masawah. Untuk ke sekian kalinya Westjava bertandang ke Pangandaran yang sangat kaya akan hasil buminya, salah satunya garam.
Pelatihan di Desa Masawah ini sebagai informasi untuk pembaca adalah dalam rangka merealisasikan OVOP di Pangandaran. Nah, bagi pembaca yang baru dengar OVOP, penulis akan jelaskan mengenai ini secara singkat.
OVOP atau One Village One Product adalah usaha pengembangan potensi daerah di satu wilayah untuk menghasilkan satu produk kearifan lokal (khas daerah) dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Ada kriteria untuk produk OVOP ini, yakni :
- Merupakan unggulan daerah
- Memiliki keunikan, antara lain motif, desain produk, teknik pembuatan, keterampilan dan/atau bahan baku, yang berbasis pada kearifan lokal
- Diutamakan berbahan baku lokal
- Memiliki pasar domestik (regional dan/atau nasional) dan/atau global; dan
- Memiliki kualitas dan diproduksi berkesinambungan

OVOP ini ternyata begitu populer, lho. Kenapa demikian? Karena OVOP ini, dimana suatu daerah menetapkan satu produk yang memiliki keunikan untuk dikembangkan sehingga akan memberikan nilai tambah pada produk tersebut. Tentunya akan memberikan kontribusi pendapatan cukup besar bagi daerah tersebut, karena produknya memiliki keunggulan dan bisa di dijual secara nasional maupun ekspor
Setelah paham nih apa itu OVOP, kita kembali ke cerita. Jadi, pelatihan olahan garam di Desa Masawah ini difasilitasi oleh TTPI Cimerak dan didukung oleh DKPKP Kab.Pangandaran. Tidak hanya itu, pelatihan ini juga berkolaborasi dengan Bumdes Mandiri dan TPKK Desa Masawah bersama kelompok Cipta Garam Madasari.
Baca Juga : Gebyar Discount Bersama RINS dan Komunitas Bisnis di Permata Hijau Suite
Kesimpulannya memang cukup banyak pihak yang terlibat. Berbagai aktivitas program pengembangan IKM (Industri Kecil Menengah melalui OVOP (One Village One Product) ini bisa dibilang sebagai keberpihakan pemerintah untuk mendorong produk lokal yang memiliki keunikan agar dapat menembus pasar. Harapannya ya tentu menuju pasar global.
Saya (Penulis-Red) selaku owner dari Westjava Mahakaya sangat senang sekali bisa hadir dan memaparkan bahwa Desa Masawah punya potensi sumber daya alam lokal yang luar bisa jika diolah dengan benar. Contohnya adalah garam, minyak kelapa dan moringa yang ada di sepanjang pantai Madasari bisa diolah menjadi garam mandi dengan target salon, spa dan hotel .

Pelatihan ini bertujuan untuk mengikuti program pemerintah yaitu One Village One Product (OVOP) dengan bahan baku lokal. Seperti disebutkan sebelumnya mengenai bahan baku lokal yang menghasilkan ini terbukti bisa memberikan manfaat untuk masyarakat. Garam mandi atau bath salt sebagai contoh seringkali dipakai untuk kesehatan dan pangsa pasarnya juga banyak.
Potensi kekayaan daerah ini juga disoroti oleh pejabat terkait yang hadir dalam pelatihan ini. Dalam sambutannya Ridwan Mulyadi S.Hut. MM, selaku Kabid KKP Pangandaran mengatakan bahwa potensi garam Madasari ini sangat bagus karena punya kualitas yang sama dengan garam impor
Baca Juga : CEF 2023 Hasilkan Rp1,2 Miliar Dari Transaksi Produk UMKM
“Garam Madasari ini terkenal sangat bagus. Kualitas garam di sini sama dengan garam impor sehingga bisa menaikan nilai dan bisa menjadi produk olahan garam yang bermanfaat. Kandungan mineral yang tinggi sangat cocok untuk produk kecantikan,” ujar Ridwan.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ukan Suganda selaku Kepala Desa Masawah yang sangat mendukung dengan adanya pelatihan olahan garam ini, beliau berharap selain menjadi produk unggulan bisa juga memberdayakan masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan pelatihan ini produk yang dihasilkan bisa menjadi produk unggulan di desa. Banyak masyarakat yang akan menerima manfaat. Saya sangat mendukung, semoga terus berlanjut,” ujar Ukan.
Sementara itu dukungan terhadap program ini juga datang dari pendamping Desa Masawah, Bayu Cahyo Pribadi, S.Pd. Beliau menyatakan untuk mendukung pelatihan ini agar menghasilkan produk unggulan desa.
“Saya berharap jika ini bisa dilakukan dan direalisasikan menjadi produk unggulan desa. Tentunya bisa di manage dengan baik secara transparan,” ujar Bayu.
Terakhir, Nunu Sudrajat, Kaur Perencanaan desa Masawah pun berharap output dari pelatihan garam ini bisa menghasilkan buah tangan khas dari Desa yang dikemas dengan tiket masuk wisata.
“Semoga kedepan bisa jadi produk oleh-oleh khas Madasari yang bisa di bundling dengan tiket masuk wisata madasari dan bisa mengangkat kearifan lokal khas madasari,”ujar Nunu Sudrajat selaku Kaur Perencanaan desa Masawah yang telah menyelenggarakan pelatihan ini.

Acara ini juga dihadiri oleh bapak Teddy Sanjaya seorang pengiat UMKM Pangandaran yang selama ini mendukung Westjava Mahakaya.
“Diharapkan dengan keunggulan yang dimiliki, maka produk tersebut dapat meningkatkan pendapatan bagi daerahnya, melalui kunjungan turis, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan keterampilan SDM,” ujarnya.
Penulis selama 5 hari di Pangandaran selain memberikan pelatihan garam olahan juga akan mengunjungi beberapa tempat. Termasuk event besar yang akan penulis hadiri adalah Hajat Laut di Batu Hiu. Event ini akan dihadiri langsung oleh Bupati dan tentunya ramai karena banyak disaksikan wisatawan.
Akhir kata, Pangandaran memiliki potensi luar biasa, itu baru dari garam belum yang lainnya. Bisa jadi akan ada ribuan OVOP atau bahkan lebih dengan memaksimalkan potensi daerah yang ada. Diharapkan dengan potensi yang dimiliki, produk tersebut dapat meningkatkan pendapatan bagi daerahnya, membuka banyak lapangan pekerjaan, meningkatkan ketrampilan SDM warga, dan terakhir bisa mengundang wisatawan untuk menambah pendapatan daerah.





