
SuaraUMKM, Bandung – Mastercard Strive Indonesia meluncurkan “UMKM Jabar Go Digital” sebagai kick-off pemberdayaan 50.000 pengusaha di Jawa Barat. Agenda ini turut didukung oleh Atalia Praratya, selaku Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Jawa Barat.
Dalam rangka percepatan pendampingan UMKM di Provinsi Jawa Barat, utamanya dalam digitalisasi usaha dan pendampingan akses keuangan, Strive Indonesia dengan dukungan Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) dan berkolaborasi dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat serta mitra lainnya, menyelenggarakan kegiatan Peluncuran UMKM Jabar Go Digital.
Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Pullman Grand Central Bandung ini bertujuan untuk menyelaraskan tujuan program Strive Indonesia dengan rencana pemerintah dalam mewujudkan transformasi ekonomi melalui Ekonomi Produktif dan Transformasi Digital.
“Kerja sama ini akan memberikan dampak positif kepada UMKM di Jawa Barat. Terutama dengan dukungan dari Pemerintah Pusat yang diwakili oleh Kementerian Perekonomian dan DNKI, serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kami yakin akan bisa mencapai atau melampaui target program ini,” ujar Ade Soekadis, Direktur Eksekutif Mercy Corps Indonesia.
Peluncuran UMKM Jabar Go Digital dibuka dengan sambutan oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya, dilanjutkan sambutan dari Plt. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian, Ferry Irawan. Selepas peluncuran simbolis UMKM Jabar Go Digital, acara dilanjutkan dengan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Mercy Corps Indonesia dengan Perkumpulan Wirausaha Pekerja Migran Indonesia (Perwira PMI).
Selain itu, acara dilanjutkan dengan talkshow yang diikuti oleh Mercy Corps Indonesia yang diwakili oleh Andi Ikhwan, Bupati Garut Rudy Gunawan, Manajer Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu Bank BJB Apsoro, dan Ketua Umum Perwira PMI Sulistiyaningsih yang bertujuan untuk mengenali tujuan program Strive Indonesia.
Tim Kedeputian Keuangan Inklusif dan Keuangan Syariah (KIKS) Kemenko Bidang Perekonomian, Perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil se-Kabupaten dan Kota di Jawa Barat, ABDSI Provinsi Jawa Barat, tim Perwira PMI, Wiranesia dan perwakilan komunitas UMKM di Jawa Barat turut hadir untuk mendukung program ini.
Di samping itu, penentuan Jawa Barat sebagai sasaran awal Strive Indonesia mendapat apresiasi dari Atalia. “Dari jumlah UMKM di Jawa Barat, 65% adalah perempuan. Jadi, target perempuan di Jawa Barat ini adalah satu hal yang tepat. Harapannya, acara ini bisa jadi media kolaborasi untuk akselerasi adaptasi digital, termasuk support modal untuk UMKM,” ujar wanita yang kerap dipanggil Ibu Cinta itu.
Program Strive Indonesia didukung oleh Mastercard Center for Inclusive Growth dan mengacu pada tiga aspek utama akselerasi UMKM; yaitu Go Digital, Get Capital, dan Supporting Ecosystem. Tahun ini Strive Indonesia berfokus pada pencapaian 50.000 UMKM di Provinsi Jawa Barat sebagai piloting, adapun untuk keseluruhan program Strive Indonesia yang berlangsung selama tiga tahun (2023-2026) menargetkan terjangkaunya 300.000 UMKM (40% perempuan) di empat provinsi, yaitu: Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. Sektor usaha yang difasilitasi oleh program Strive Indonesia adalah: 1) makanan dan minuman, 2) kriya non-furnitur, 3) fesyen, dan 4) usaha di rantai nilai pariwisata.
Dengan membantu UMKM mendapatkan akses permodalan, menjadi digital, mengembangkan jaringan dan pengetahuan mereka, serta dengan memperkuat ekosistem pendukung UMKM, program Strive Indonesia bertujuan untuk mengkatalisasi pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.





