spot_img

Pelaku UMKM Keluhkan Transaksi QRIS yang Terkena Biaya Admin

Lebih dari 25 juta pelaku UMKM menggunakan QRIS. Penggunaan QRIS selain mempermudah pembayaran juga bisa membuat produk UMKM naik kelas. (InfoPublik/Ryiadhy Budhy Nugraha)
Lebih dari 25 juta pelaku UMKM menggunakan QRIS. Penggunaan QRIS selain mempermudah pembayaran juga bisa membuat produk UMKM naik kelas. (InfoPublik/Ryiadhy Budhy Nugraha)

SuaraUMKM, Jakarta – Bank Indonesia (BI) baru-baru ini mengumumkan penyesuaian kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS bagi pelaku usaha mikro menjadi 0,3%.

Adanya biaya administrasi yang dikenakan saat transaksi menggunakan QRIS diakui oleh seorang pelaku UMKM bernama Ina.

“Iya sudah ada 0,3% setiap transaksi,” kata Ina, Jakarta, Jumat (7/7/2023).

Ina sangat berkeberatan kebijakan tersebut yang menghilangkan gratisnya penggunaan QRIS. Baginya, biaya administrasi tersebut cukup signifikan.

Baca Juga : Bank Indonesia : 25,4 Juta Pebisnis UMKM Sudah Pakai QRIS

“Sedikit disayangkan sih, apalagi biayanya di potong dari saldo seller. Untuk seller kecil seperti aku lumayan berasa kalau ada admin kaya gini,” ujar Ina.

Namun, meskipun ada keberatan Ina masih tetap menggunakan QRIS. Ia menyadari bahwa layanan ini sangat membantu dalam melakukan transaksi, terutama karena QRIS menerima pembayaran dari berbagai bank dan dompet digital.

Di sisi lain, seorang konsumen bernama Ayas mengakui bahwa ia masih menggunakan QRIS hingga saat ini. Ayas tidak mempermasalahkan adanya biaya administrasi saat melakukan transaksi dengan QRIS.

Baca Juga : Pelaku UMKM Asal Batam Siap Adaptasi Sistem Pembayaran QRIS Antarnegara

“Masih mau pakai QRIS karena lebih gampang dan mudah. Tidak usah repot-repot bawa dompet. Soalnya lebih praktis dan biaya yang dikenakan juga kecil,” kata Ayas.

QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah solusi pembayaran digital yang diperkenalkan oleh Bank Indonesia. QRIS didesain agar konsumen dapat melakukan transaksi dengan mudah menggunakan kode QR yang terhubung dengan rekening bank atau dompet digital.

Sumber : Okezone

BACA JUGA :  UMKM Makanan Indonesia Buat Terobosan Tembus Pasar California
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Tidak Harus Punya Modal Besar! Cara Menemukan Ide Bisnis dari Pekerjaan dan Keahlian Anda

Series Employee-Preneur - Bagian 4 | tidak harus langsung...

Respons Ancaman MSCI, Coach Faran Dorong UMKM Jadi Patriot Bursa dan Perkuat Investor Lokal

suaraumkm, Jakarta, 23 Oktober 2026 – Isu potensi reklasifikasi...

Dampak Karhutla Kalimantan Ancam Usaha Lokal, Pakar UMKM Minta Intervensi Pemerintah

Jakarta, 16 Oktober 2026 - Bencana kebakaran hutan dan...

Punya Mimpi Bisnis, tetapi Takut Gagal? Kenali 5 Ketakutan yang Menghambat Karyawan Menjadi Pengusaha

Series Employee-Preneur - Bagian 3 : Jangan Menunggu Sampai...