
SuaraUMKM, Jakarta – Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) menyajikan parade busana etnik yang tidak hanya menjadi atraksi menarik bagi wisatawan, tetapi juga membawa berkah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Banyuwangi. Event ini memberikan dampak positif yang signifikan dengan meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM hingga seratus persen.
Sejak Sabtu (08/07) pagi, ratusan pelaku UMKM mulai dari pedagang asongan, pedagang kaki lima, hingga masyarakat umum telah siap membuka lapak mereka di sepanjang rute parade yang dimulai dari Jalan Veteran di Taman Blambangan hingga finish di halaman kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Jalan A. Yani menjadi yang paling ramai, dimulai dari Simpang Lima hingga kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Di sepanjang jalan tersebut, lapak-lapak pedagang berjejer dan menawarkan berbagai produk menarik seperti mainan anak-anak, makanan ringan, aneka minuman, dan jajanan pasar yang menggugah selera.
“BEC bukan sekadar sebuah parade biasa. Event ini memiliki peran yang penting sebagai mesin penggerak perekonomian masyarakat Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.
Baca Juga : Bupati Banyuwangi Sebut Idul Fitri Jadi Momentum Gerakan Ekonomi UMKM Lebih Maju
Ipuk menekankan bahwa setiap acara yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten harus memberikan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. BEC sendiri telah menjadi bagian dari agenda tahunan sejak 2012.
“Ini adalah pesta rakyat. Semuanya harus gembira, dampaknya harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain terhibur, warga juga bisa mengais rezeki dari event ini,” tegasnya.
Salah satu pelaku UMKM yang merasakan berkah dari BEC adalah Sujak, seorang pedagang asongan yang berjualan di lokasi start parade BEC.
“Biasanya seharian dapat Rp. 200 ribu, saat BEC hanya sampai siang sudah dapat Rp. 400 ribu,” ujarnya.
Baca Juga : Kisah UMKM Blitar Dipercaya Brand Papan Atas Dunia Berkat Sablon Kaos
Deny, seorang penjual jagung rebus, juga mengalami hal serupa. Dagangannya habis terjual dalam waktu setengah hari karena banyaknya penonton yang membelinya.
“Alhamdulillah, hari ini 100 biji habis dalam setengah hari. Biasanya, 100 biji itu harus jualan dari pagi sampai malam, itu pun kadang masih ada sisa,” ungkap Deny.
Sebagai informasi, BEC kali ini diselenggarakan selama satu minggu, tepatnya dari tanggal 5 hingga 9 Juli 2023, dengan mengusung tema “The Magic of Ijen Geopark”.
Sumber : Kabar Banyuwangi





