
SuaraUMKM, Jakarta – Serangan siber merujuk pada upaya yang dilakukan oleh individu jahat atau kelompok untuk mengakses, merusak, atau mencuri informasi dari sistem komputer dan jaringan melalui internet. Serangan siber tentunya menjadi momok bagi UMKM yang sekarang ini sudah banyak go digital menjadi rentan.
Perusahaan keamanan siber dan pembuat perangkat lunak antivirus dari Rusia, Kaspersky, baru-baru ini mengungkap serangan siber kian canggih dengan menargetkan UMKM. Mengingat serangan siber bisa mengganggu keberlangsungan bisnis UMKM maka perlu dilakukan langkah antisipasinya.
Berikut kami sajikan tips aman dari serangan siber dari berbagai sumber :
1. Pastikan proteksi perangkat dengan antivirus/antimalware
Lindungi komputer atau laptop usaha dan juga jaringan yang Anda gunakan dengan mengaktifkan spam blocker, anti-virus, dan firewall. Ini adalah perlindungan minimal yang bisa Anda lakukan. Hal umum terjadi perpindahan virus atau software yang merusak berasal dari flashdisk maupun website tertentu (tidak aman).
2. Lakukan pembaruan lunak secara berkala
Ini adalah langkah penting setelah Anda memiliki sistem proteksi. Selalu memperbarui sistem operasi dan perangkat lunak yang perangkat Anda gunakan. Pembaruan ini umumnya mencakup perbaikan keamanan yang penting untuk melawan serangan siber. Satu persatu ada baiknya Anda cek seperti antivirus atau pada sistem operasi yang umumnya melakukan update secara berkala.
3. Hindari jebakan phising
Phising singkatnya adalah penipuan online yang dilakukan melalui link, website, email atau telepon palsu yang dibuat mirip dengan aslinya. Antisipasinya adalah jangan mengklik tautan yang mencurigakan dari website, aplikasi pesan instan (WhatsApp, Telegram, Messenger), media sosial, atau nomor yang tidak dikenal.
4. Mewaspadai penyadapan data pembayaran
Masih terkait phising, pelaku UMKM harus sangat berhati-hati dalam hal transaksi online. Hindari pembayaran yang tidak menggunakan rekening bersama. Ini untuk memastikan bahwa data pembayaran terlindung dengan baik. Perhatikan protokol keamanan seperti SSL atau HTTPS yang membantu melindungi data selama proses transaksi pada tautan yang Anda klik.
Baca Juga : Laporan Kaspersky Ungkap UMKM Sasaran Empuk bagi Penjahat Siber
5. Rahasiakan data penting yang berhubungan dengan login
Jagalah kerahasiaan user ID, company ID, password, dan data kredensial lainnya, termasuk alamat email perusahaan yang digunakan. Jangan memberikan user ID dan password/kode OTP/PIN kepada siapapun untuk menghindari penyalahgunaan. Jika sangat terpaksa, Anda haruslah memberikan kepada orang yang dipercaya.
6. Gunakan kata sandi (password) yang kuat
Survei oleh perusahaan Cisco di kawasan Asia beberapa tahun yang lalu menemukan 81% kebocoran data yang terjadi terkait dengan password seseorang yang dibobol oleh hacker. Ini penting, gunakanlah kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap akun atau perangkat yang digunakan. Mengganti kata sandi secara teratur juga penting untuk bisnis Anda agar terhindar dari kebocoran data ini.
7. Menggunakan jaringan Wi-Fi yang aman
Penggunaan Wi-Fi sembarangan ternyata bisa juga membuat data kita dicuri. Oleh karenanya, hindari menggunakan jaringan Wi-Fi publik atau yang tidak terenkripsi untuk mengakses informasi bisnis sensitif seperti transaksi misalnya. Gunakan jaringan yang aman misalnya saja dengan membawa modem sendiri untuk digunakan bertransaksi.
Baca Juga : Rasa Nyaman dan Aman Adalah Kunci Tingkatkan Transaksi Produk UMKM di PRSU
8. Melakukan backup atau membuat data cadangan
Membuat data cadangan adalah hal yang selalu dianjurkan oleh banyak pakar keamanan siber. Seringkali ketika serangan siber terjadi, data bisnis Anda hilang. Data cadangan ini bisa menjadi solusi dan ini penting bagi UMKM apalagi memiliki database pelanggan misalnya. Lakukan backup data secara berkala dan simpan di tempat yang aman. UMKM pun bisa memanfaatkan jasa penyimpanan cloud tentunya dengan harga yang lebih murah sebagai alternatif.
9. Membangun budaya keamanan siber meski minimal
Beberapa UMKM mengadakan pelatihan siber untuk para karyawannya demi agar terhindar dari serangan siber. Tentu hal ini adalah upaya maksimal namun pastinya dibutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit. Karena itu, Anda dan karyawan bisa memulai budaya keamanan siber mulai dari hal kecil seperti mengaman perangkat, tidak membuka situs sembarangan ketika dalam lingkungan kantor, atau menyimpan perangkat di tempat aman.
10. Memantau aktivitas online
Setelah membangun budaya keamanan siber, setiap karyawan yang terlibat dalam aktivitas digital akan timbul awareness atau kewaspadaan bila terjadi hal yang tidak diinginkan. Jika usaha Anda adalah UMKM yang menjalankan bisnis online baik dengan tim sosial media atau e-commerce tentunya akan lebih mudah memantau dengan daftar akun yang dimiliki.
Demikianlah 10 tips untuk Anda sebagai pelaku UMKM agar terhindar dari serangan siber. Tren UMKM yang go digital tentunya juga harus diiringi dengan kesadaran akan keamanan siber. Hal ini tidak boleh diabaikan karena bisa mengganggu jalannya bisnis. Semoga bisa membantu. Jika ada pertanyaan atau komentar, Anda bisa tulis pada bagian kolom komentar.





