spot_img

Riset : Masyarakat Indonesia Optimis untuk Menjadi Entrepreneur

Dinas PPKUKM DKI, MULA, Armonesia, SehatQ, dan Wiranesia saat menggelar kegiatan Beasiswa Pelatihan dan Pendampingan UMKM. Kegiatan seperti ini bisa mendorong lebih banyak orang untuk memulai usaha dan mengembangkan usahanya. (Pemprov DKI Jakarta)
Dinas PPKUKM DKI, MULA, Armonesia, SehatQ, dan Wiranesia saat menggelar kegiatan Beasiswa Pelatihan dan Pendampingan UMKM. Kegiatan seperti ini bisa mendorong lebih banyak orang untuk memulai usaha dan mengembangkan usahanya. (Dok. Pemprov DKI Jakarta)

SuaraUMKM, Jakarta – Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi besar untuk pengembangan bisnis dan kewirausahaan. Berdasarkan laporan Global Entrepreneurship Monitor (GEM), responden asal Indonesia memiliki tingkat keyakinan sebesar 87,2 persen bahwa mereka melihat peluang bagus untuk menjadi entrepreneur di negaranya. Angka tersebut merupakan yang tertinggi kedua setelah Arab Saudi.

Namun, tidak semua responden yang melihat peluang bisnis memiliki kepercayaan diri yang sama untuk memulainya. Sebanyak 36,8 persen dari responden yang melihat peluang bisnis enggan memulainya karena takut gagal. Meskipun demikian, angka tersebut relatif lebih kecil dibandingkan dengan responden serupa asal Arab Saudi yang mencapai 63,3 persen.

Baca Juga : Inilah Sektor UMKM yang Paling Tinggi Adopsi Digitalnya Menurut Riset

Sumber: Global Entrepreneurship Monitor
Sumber: Global Entrepreneurship Monitor

Terlepas dari tingkat keyakinan yang tinggi, Indonesia masih memiliki tantangan dalam pengembangan kewirausahaan. Menurut laporan tersebut, negara-negara dengan penduduk yang memiliki tingkat keyakinan besar untuk memulai bisnis sebagian besar merupakan negara berkembang. Sedangkan negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang memiliki tingkat optimis yang relatif rendah untuk menjadi entrepreneur.

Namun, di sisi lain, responden dari negara berkembang seperti Cina, Kolombia, dan Brasil juga memiliki tingkat keraguan yang tidak jauh berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada korelasi yang kuat antara tingkat kesejahteraan di suatu negara dengan keinginan untuk berbisnis.

Baca Juga : Survei : Inilah 3 Masalah Ekonomi yang Harus Diselesaikan Capres 2024

Penting untuk dicatat bahwa meskipun Indonesia memiliki tingkat keyakinan yang tinggi dalam hal memulai bisnis, tantangan dan kendala yang dihadapi oleh para pengusaha masih cukup besar. Beberapa faktor seperti birokrasi yang rumit, kebijakan pemerintah yang belum mendukung, dan kurangnya akses ke modal masih menjadi hambatan yang signifikan dalam pengembangan kewirausahaan di Indonesia.

BACA JUGA :  Akselerasi Digitalisasi UMKM Targetkan 30 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital

Meski demikian, ada harapan besar di balik tantangan ini yakni mulai bangkitnya kesadaran bahwa UMKM memiliki andil besar dan sangat penting peranannya. Hal ini bisa dilihat dengan banyaknya program-program inkubasi kewirausahaan yang digerakkan baik oleh pemerintah, kampus, swasta, dan juga oleh non-profit. Tentunya movement ini akan membantu mereka yang optimis namun belum yakin untuk memulai usaha sebagaimana laporan GEM.

Sumber : Tempo

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Dorong Kedaulatan Ekonomi Rakyat, BRI Menara BRILiaN Berpartisipasi di Seminar Nasional Kopdes Merah Putih

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui...

Jumat Berkah, BRI BO Gatot Subroto Tebar 90 Paket ke Panti Asuhan Khoirul Ittihad Jakarta

JAKARTA - Semangat berbagi kembali digaungkan BRI. Kali ini...

Wawasan Nusantara: Panduan Lama untuk Tantangan Baru

Penulis : Daffa Atha Zafran Mahasiswa Program Studi Ilmu komunikasi...

International Webinar 2026 Bahas Dampak Geopolitik Global terhadap Pertumbuhan Bisnis Dalam Negeri

Bandung, 9 Juni 2026 — Perubahan geopolitik global kini...