spot_img

Inilah Sektor UMKM yang Paling Tinggi Adopsi Digitalnya Menurut Riset

UMKM kuliner menjadi yang paling tinggi adopsi teknologi digitalnya namun masih minim dalam mendigitalisasi proses bisnisnya. (Dok. Media Indonesia)
UMKM kuliner menjadi yang paling tinggi adopsi teknologi digitalnya namun masih minim dalam mendigitalisasi proses bisnisnya. (Dok. Media Indonesia)

SuaraUMKM, Jakarta – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor makanan dan minuman menjadi salah satu sektor yang paling tinggi adopsi teknologi digitalnya. Hal ini terungkap dari hasil survei Boston Consulting Group (BCG) dan Telkom Indonesia yang melibatkan 3.700 UMKM lokal di Indonesia pada Agustus 2022.

Survei tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 71% responden UMKM sektor makanan-minuman memanfaatkan teknologi digital untuk mencari pemasok, sedangkan 69% memanfaatkannya untuk menjangkau pelanggan. Persentase ini merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan sektor lain.

Namun, masih sedikit responden UMKM makanan-minuman yang sudah melakukan digitalisasi proses bisnis, yaitu hanya 26%, dan yang menggunakan perangkat analisis pasar (digital tools and analytics) baru 23%.

Baca Juga : Kuliner Masih Menjadi Pilihan Usaha Favorit UMKM Binaan Wiranesia Foundation

Hal ini juga terjadi pada sektor lain, di mana teknologi digital lebih banyak digunakan untuk pasokan dan penjualan ke konsumen dengan persentase berkisar 50%-70%. Sementara itu, digitalisasi bisnis dan analisis pasar hanya di kisaran 20%-30%.

Survei ini juga menunjukkan bahwa mayoritas responden UMKM mengalami kesulitan dalam melakukan transformasi digital karena masalah pembiayaan.

Baca Juga : Inovasi Sebuah Perusahaan Terigu Asal Semarang Untuk Tingkatkan Nilai Jual Produk UMKM Berbasis Kuliner

Oleh karena itu, BCG memberikan berbagai rekomendasi untuk meningkatkan kinerja digitalisasi bisnis UMKM, mulai dari pemanfaatan data riset pasar hingga peningkatan akses pembiayaan secara digital.

“Pengambilan keputusan berbasis data bisa membantu dalam desain produk, menarik segmen pasar, serta membantu menargetkan penjualan ke pelanggan yang tepat,” kata BCG dalam laporannya.

Di sisi lain, teknologi digital juga bisa dimanfaatkan untuk mengidentifikasi UMKM yang memenuhi syarat pembiayaan. Pendekatan digital ini dapat membantu menyederhanakan proses pembiayaan sehingga lebih mudah dan lebih cepat.

BACA JUGA :  Pelaku UMKM Tembakau Aceh Minta Peredaran Rokok Ilegal Dibatasi

Silakan unduh laporan lengkap di sini : MSME Report 2022

Sumber : Katadata

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Wawasan Nusantara: Panduan Lama untuk Tantangan Baru

Penulis : Daffa Atha Zafran Mahasiswa Program Studi Ilmu komunikasi...

International Webinar 2026 Bahas Dampak Geopolitik Global terhadap Pertumbuhan Bisnis Dalam Negeri

Bandung, 9 Juni 2026 — Perubahan geopolitik global kini...

BRI Bekasi Siliwangi Meriahkan CFD di GOR Patriot Bareng BRImo

BEKASI - BRI terus memberikan manfaat kepada masyarakat dan...

Optimalkan Layanan & Pengembangan Bisnis, BRI KCP Cibitung Relokasi Kantor ke MM2100

CIBITUNG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui...