
SuaraUMKM, Jakarta – Kelompok Tani Elok Mekarsari Surabaya adalah kelompok ibu-ibu yang aktif dalam budidaya di kebun. Setiap hari, mereka memproduksi produk UMKM dari hasil budidaya di kebun mereka yang terletak di belakang balai RW 8 Kelurahan Semolowaru, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya.
Mereka memanen jamur tiram, lele, hingga jangkrik di kebun mereka. Setelah itu, mereka biasanya berkumpul di balai RW untuk mengolah hasil panen menjadi berbagai macam produk unggulan yang enak untuk dikonsumsi, seperti Sate Jamur, Sempol Jamur, Roti Jamur, Tahu Walik Jamur, Nugget Lele, Jangkrik Krispy, hingga Abon Lele.
Made, Ketua Kelompok Tani Elok Mekarsari, mengungkapkan bahwa ketika mereka mulai berinovasi untuk mengolah hasil panen menjadi produk makanan, peminatnya banyak dan untungnya lebih banyak daripada menjual mentah.
Baca Juga : Kisah Pelaku UMKM Asal Jawa Timur Yang Berhasil Ubah Kain Perca Dan Dedaunan Jadi Ladang Uang
Hal ini menjadi sukses bagi mereka, karena selain mendapatkan keuntungan yang lebih besar, mereka juga dapat memberdayakan warga sekitar untuk turut serta dalam memproduksi makanan.
“Alhamdulillah, pesanan terus ada, baik dari orang terdekat maupun pesan dari media sosial. Kami bersyukur apa yang kami lakukan selama ini dapat menghasilkan,” ungkap Made.
Tidak hanya produk makanan olahan yang diminati konsumen, Kelompok Tani Elok Mekarsari juga memiliki produk UMKM yang sukses menarik pasar lokal hingga internasional. Produk-produk tersebut antara lain tas, topi, dompet, payung, hingga kipas yang terbuat dari limbah sak semen.
“Kipas dari olahan limbah sak semen ini terjual sampai ke Turki. Sementara hampir semua produk saya yang lain sudah terjual hingga ke Belanda, Thailand, sampai Liverpool (Inggris),” kata Ermien Setyawati.
Baca Juga : Rahasia Sukses Sukirno Bertahan di Tengah Persaingan Industri Kriya Kayu
Ermien juga menyatakan bahwa pembuatan produk pengolahan limbah sak semen tersebut melibatkan warga sekitar. Beberapa warga diberikan pelatihan agar bisa mandiri dalam menghasilkan produk tersebut.
“Saya, sebagai perwakilan RW 8, juga memberikan pelatihan kepada banyak orang, termasuk mahasiswa dan siswa, tentang pengolahan limbah sak semen menjadi produk kreatif,” ujar Ermien.
Produk-produk unik ini dibandrol oleh Ermien dengan harga mulai dari Rp 50 ribu sampai Rp 750 ribu. Ia memasarkan produknya melalui berbagai macam media sosial seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, hingga TikTok.
Hasil kreativitas dan produktivitas Kelompok Tani Elok Mekar Sari yang konsisten dilakukan selama belasan tahun, membuat mereka meraih Juara Surabaya Smart City (SSC) kategori Kampung Wisata dan Ekonomi Kerakyatan pada 2022.
Sumber : Tribunnews





