spot_img

Kisah Sukses Warga RW 8 Semolowaru Taklukkan Pasar Belanda dan Inggris

Beragam produk olahan dari Kelompok Tani Elok Mekarsari yang tembus pasar ekspor membuatnya menjadi salah satu UMKM yang dipandang cukup sukses di Surabaya. (Dok. Innovilage)
Beragam produk olahan dari Kelompok Tani Elok Mekarsari yang tembus pasar ekspor membuatnya menjadi salah satu UMKM yang dipandang cukup sukses di Surabaya. (Dok. Innovilage)

SuaraUMKM, Jakarta – Kelompok Tani Elok Mekarsari Surabaya adalah kelompok ibu-ibu yang aktif dalam budidaya di kebun. Setiap hari, mereka memproduksi produk UMKM dari hasil budidaya di kebun mereka yang terletak di belakang balai RW 8 Kelurahan Semolowaru, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya.

Mereka memanen jamur tiram, lele, hingga jangkrik di kebun mereka. Setelah itu, mereka biasanya berkumpul di balai RW untuk mengolah hasil panen menjadi berbagai macam produk unggulan yang enak untuk dikonsumsi, seperti Sate Jamur, Sempol Jamur, Roti Jamur, Tahu Walik Jamur, Nugget Lele, Jangkrik Krispy, hingga Abon Lele.

Made, Ketua Kelompok Tani Elok Mekarsari, mengungkapkan bahwa ketika mereka mulai berinovasi untuk mengolah hasil panen menjadi produk makanan, peminatnya banyak dan untungnya lebih banyak daripada menjual mentah.

Baca Juga : Kisah Pelaku UMKM Asal Jawa Timur Yang Berhasil Ubah Kain Perca Dan Dedaunan Jadi Ladang Uang

Hal ini menjadi sukses bagi mereka, karena selain mendapatkan keuntungan yang lebih besar, mereka juga dapat memberdayakan warga sekitar untuk turut serta dalam memproduksi makanan.

“Alhamdulillah, pesanan terus ada, baik dari orang terdekat maupun pesan dari media sosial. Kami bersyukur apa yang kami lakukan selama ini dapat menghasilkan,” ungkap Made.

Tidak hanya produk makanan olahan yang diminati konsumen, Kelompok Tani Elok Mekarsari juga memiliki produk UMKM yang sukses menarik pasar lokal hingga internasional. Produk-produk tersebut antara lain tas, topi, dompet, payung, hingga kipas yang terbuat dari limbah sak semen.

“Kipas dari olahan limbah sak semen ini terjual sampai ke Turki. Sementara hampir semua produk saya yang lain sudah terjual hingga ke Belanda, Thailand, sampai Liverpool (Inggris),” kata Ermien Setyawati.

BACA JUGA :  Sejumlah dukungan jamkrindo agar UMKM naik level

Baca Juga : Rahasia Sukses Sukirno Bertahan di Tengah Persaingan Industri Kriya Kayu

Ermien juga menyatakan bahwa pembuatan produk pengolahan limbah sak semen tersebut melibatkan warga sekitar. Beberapa warga diberikan pelatihan agar bisa mandiri dalam menghasilkan produk tersebut.

“Saya, sebagai perwakilan RW 8, juga memberikan pelatihan kepada banyak orang, termasuk mahasiswa dan siswa, tentang pengolahan limbah sak semen menjadi produk kreatif,” ujar Ermien.

Produk-produk unik ini dibandrol oleh Ermien dengan harga mulai dari Rp 50 ribu sampai Rp 750 ribu. Ia memasarkan produknya melalui berbagai macam media sosial seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, hingga TikTok.

Hasil kreativitas dan produktivitas Kelompok Tani Elok Mekar Sari yang konsisten dilakukan selama belasan tahun, membuat mereka meraih Juara Surabaya Smart City (SSC) kategori Kampung Wisata dan Ekonomi Kerakyatan pada 2022.

Sumber : Tribunnews

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Perkuat Sektor UMKM, Pemkot Bengkulu Bagikan 50 Meja Portabel

BENGKULU - Upaya memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan...

BRI BO Gatot Subroto Salurkan Jumat Berkah ke Panti Asuhan Mizan Amanah

JAKARTA - Sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi...

Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji, Kemenhaj Gelar Expo UMKM Terintegrasi Manasik Haji

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah melalui Direktorat Jenderal...

BRI BO BRIlian Kunjungi Merchant, Penetrasi Pengunaan Mesin EDC

JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia Branch Office Menara BRILiaN...