
SuaraUMKM, Jakarta – Tak pernah ada kata terlambat untuk memulai. Di usia 55 tahun, saat banyak orang memilih pensiun dan beristirahat, Dhita Luciana Amien justru melangkah maju mendirikan Beads of Dhita, sebuah usaha kerajinan tangan berbasis manik-manik yang kini dikenal luas karena kualitas dan keunikannya.
Berlokasi di Cibinong, Kabupaten Bogor, Beads of Dhita memproduksi aneka aksesoris—mulai dari gelang, kalung, hingga pernak-pernik lainnya—yang dibuat secara handmade dari bahan pilihan. Tak hanya unik karena tidak diproduksi secara massal, setiap karya memiliki sentuhan personal yang mencerminkan karakter pemakainya.
“Awalnya ini hanya hobi, tapi orang-orang terdekat mendorong agar saya menjadikannya bisnis. Dari situ, saya belajar, berkembang, dan kini usaha saya makin variatif, bahkan membuka workshop dan jasa reparasi aksesori beads,” ujar Dhita.

Kualitas yang Konsisten dan Eksklusif
Di tengah pasar yang dibanjiri produk aksesoris murah, Beads of Dhita tetap bertahan dengan menyasar segmen konsumen yang menghargai kualitas. Setiap produk dibuat dengan mutu konsisten, desain yang eksklusif, dan tidak diproduksi secara massal. Target pasarnya adalah perempuan usia 9 hingga 45 tahun yang tinggal di perkotaan dan menyukai gaya stylish dan unik.
“Bersaing dengan harga murah memang menantang, tapi karena kualitas kami berbeda, pelanggan tetap kembali,” jelasnya.

Pencapaian Membanggakan
Salah satu momen paling berkesan adalah ketika Beads of Dhita dipercaya menjadi souvenir resmi pada acara Menstrual Hygiene Day 2023 di Plaza Indonesia. Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian PPPA RI, bekerja sama dengan Kedutaan Jerman, Unicef, dan berbagai LSM. Produk gelang merah putih dari Beads of Dhita menjadi bagian penting dari perayaan tersebut.
Dhita juga berhasil masuk Top 350 UMKM dalam program PFpreneur dari Pertamina Foundation, sebuah pencapaian luar biasa mengingat usahanya dimulai di masa pandemi dan masa pensiun.

Inspirasi dari Sosok dan Tekad
Dhita terinspirasi oleh kisah Colonel Sanders, pendiri KFC, yang memulai bisnisnya di usia 63 tahun. Semangat untuk terus berkarya meski di usia tak muda lagi menjadi bahan bakarnya dalam berwirausaha.
“Tuhan memberkati usaha saya hingga saat ini. Mulai dari usia 55 tahun, saya percaya tak ada kata terlambat untuk memulai dan belajar,” ungkap Dhita penuh syukur.

Sebagaimana dikatakan Coach Faran, mentor wirausaha yang mendampingi banyak UMKM:
“Usia bukan penghalang untuk berkarya. Yang terpenting adalah keberanian untuk memulai dan ketekunan dalam menjalani proses. Ibu Dhita adalah bukti nyata bahwa passion bisa menjadi bisnis yang berdampak.”

Harapan dan Arah ke Depan
Dhita berharap semakin banyak orang, khususnya perempuan di usia matang, yang berani memulai usaha kerajinan tangan atau craft meski merasa “tidak muda lagi”.
“Mulai saja dulu. Tekun dalam berusaha, jalani prosesnya, nikmati hasilnya. Setidaknya, kita naik kelas untuk diri sendiri,” tuturnya bijak.
📸 Instagram: @dhita.amien
📍 Lokasi: Cibinong Griya Asri Blok B3 No 26, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
📞 Kontak: 087781656484





