
SuaraUMKM, Jakarta – Dari tangan kreatif seorang ibu rumah tangga di Kota Bogor, lahirlah produk fashion yang tak hanya cantik, tetapi juga menyimpan filosofi dan kecintaan pada alam: Dawun by dawunbsanti. Brand ini mengusung konsep ecoprint, teknik cetak kain menggunakan daun sungguhan yang membuat setiap produk memiliki motif unik dan tak akan pernah sama.
Berawal dari waktu luang setelah berhenti dari pekerjaan kantoran dan mengurus rumah tangga serta anak, Susanti mulai bereksperimen membuat kerajinan tangan dari flanel. Ide awalnya sederhana—sepatu anak dari flanel dan bahan jins, yang kemudian dijual ke teman-teman sekolah anaknya. Respon positif terus mengalir hingga akhirnya Susanti mengenal teknik ecoprint dan mulai serius mengembangkan produk berbasis daun asli.
“Saya ingin berkarya sambil tetap menjalankan peran sebagai ibu. Dawun lahir dari kecintaan pada alam dan proses yang bermakna,” ujar Susanti.
Keunikan Produk Dawun
Motif Daun Asli: Proses cetak menggunakan daun sungguhan langsung ke atas kain. Hasilnya? Tak ada satu pun produk yang sama—masing-masing punya bentuk dan cerita sendiri.
Warna Alami: Semua pewarna berasal dari bahan organik seperti kulit kayu, daun, dan bunga. Bebas bahan kimia, ramah lingkungan, dan aman untuk kulit.
Proses Handmade: Mulai dari pemilihan daun, perebusan, pencetakan hingga fiksasi warna—semuanya dilakukan manual dan teliti, mencerminkan kesabaran dan dedikasi.
Estetika & Filosofi: Setiap daun menyimpan jejak waktu, menjadi simbol harmoni, ketenangan, dan keindahan proses alami.
Produk Dawun menggunakan kain berkualitas seperti katun, rayon, dan linen. Proses finishing dilakukan dengan standar tinggi agar produk siap pakai atau dijadikan hadiah eksklusif.
Pencapaian dan Perjalanan
Meski dimulai dari skala rumahan, Dawun berhasil menembus pasar nasional. Pada Desember 2023, Susanti tampil di TV nasional dalam program UMKM PATEN, dan pernah mengerjakan proyek besar membuat 45 tas wanita untuk MultyPlus Jakarta. Produk Dawun kini tersedia di Tokopedia, dan bisa ditemukan melalui Google Maps atau media sosial.
“Produk Dawun cocok untuk ibu-ibu hingga anak muda usia 20–65 tahun yang menyukai gaya natural dan menghargai karya handmade berbasis alam,” tambahnya.
Tantangan dan Harapan
Meski memiliki kualitas dan daya tarik yang kuat, Dawun masih menghadapi tantangan dalam hal produksi dan pemasaran. Keterbatasan sumber daya manusia menjadi kendala dalam memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat. Namun, dengan semangat dan konsistensi, Susanti yakin Dawun akan terus berkembang.

Sebagaimana dikatakan oleh Coach Faran, mentor UMKM dan pelatih bisnis kreatif:
“Setiap usaha besar selalu dimulai dari keberanian untuk memulai. Susanti dan Dawun adalah bukti bahwa konsistensi, keunikan produk, serta cinta terhadap budaya lokal bisa menjadi kunci kesuksesan di era modern.”
Temukan dan Dukung Dawun
Instagram: @dawunbysanti
Tokopedia: Dawun by Santi
Lokasi: Google Maps
Produk lokal berkualitas, penuh makna, dan ramah lingkungan. Itulah Dawun—kisah daun yang berbuah karya. Dukung UMKM seperti Susanti hanya di suaraumkm.com!





