
SuaraUMKM, Jakarta – Wacana pemerintah untuk memisahkan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) menjadi dua lembaga atau kementerian yang terpisah mendapat tanggapan positif. Salah satu yang mendukung ide ini adalah Faransyah Agung Jaya, Founder dari Wiranesia Foundation dan CEO Coach Faran Academy.
Faransyah, yang biasa disapa Coach Faran, selaku pengamat UMKM turut berkomentar mengenai wacana ini. Menurut Coach Faran, calon presiden terpilih Prabowo Subianto memiliki niat baik terkait pemisahan dua kementerian ini. “Sudah seharusnya pelaku UMKM memiliki kementerian sendiri karena cakupan UMKM dan koperasi yang begitu luas,” ungkapnya.
UMKM di Indonesia memegang peranan penting dalam perekonomian nasional. Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, terdapat sekitar 64,2 juta UMKM yang berkontribusi sebesar 61,97% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, atau senilai Rp8.573,89 triliun pada tahun 2022. Selain itu, UMKM juga menyerap 97% tenaga kerja dan berkontribusi terhadap ekspor non-migas sebesar 15,65%.
Namun, meskipun jumlah UMKM sangat besar dan kontribusi ekonominya signifikan, dalam 10 tahun terakhir permasalahan yang sama terus dihadapi oleh UMKM, yaitu kesulitan untuk naik kelas. Menurut laporan dari Kementerian Koperasi dan UKM, sebagian besar UMKM masih berada di level usaha mikro, dengan tantangan utama seperti akses pembiayaan, keterbatasan teknologi, rendahnya inovasi, serta minimnya akses pasar global. Data dari Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa dari total 64,2 juta UMKM, hanya sekitar 15% yang berhasil naik kelas ke level usaha kecil atau menengah dalam dekade terakhir.

Coach Faran menegaskan bahwa jika permasalahan ini tidak segera diatasi, UMKM akan terus terjebak dalam siklus stagnasi. “Kita sudah terlalu lama melihat UMKM hanya menjadi sektor penyangga tanpa ada dorongan kuat untuk tumbuh menjadi pemain utama di kancah global. Pemisahan kementerian ini diharapkan dapat menciptakan fokus yang lebih baik untuk menyelesaikan masalah-masalah struktural yang selama ini menghambat pertumbuhan UMKM,” ujar Coach Faran.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Prabowo Subianto, sebagai calon presiden terpilih, diharapkan dapat memberikan perhatian khusus pada masalah ini selama lima tahun ke depan. “Prabowo diharapkan membawa perubahan nyata yang tidak hanya menyasar jumlah, tetapi juga kualitas pertumbuhan UMKM. Ini bisa dimulai dari kebijakan yang lebih proaktif dalam memberikan akses pembiayaan yang inklusif, digitalisasi, dan inovasi bagi UMKM,” tambahnya.
Coach Faran, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi UMKM Digital Indonesia (DIGINESIA), berharap nantinya ada kedeputian dan direktorat yang membantu UMKM untuk naik kelas, dibagi berdasarkan tingkatan usaha: mikro, kecil, dan menengah.
Sebagai Ketua Umum Asosiasi Trainer, Mentor, dan Coach Wirausaha Indonesia (ARMORNESIA), Coach Faran sangat berharap Presiden terpilih dapat memilih orang-orang yang berkompeten dan berpengalaman dalam membangun UMKM di Indonesia. “Kami butuh pemimpin yang tidak hanya memahami ekonomi makro, tapi juga mengerti masalah-masalah mikro yang dihadapi UMKM sehari-hari,” ungkapnya.
Dengan pemisahan Kemenkop UKM ini, harapannya adalah Indonesia dapat menciptakan lingkungan yang lebih kondusif untuk UMKM berkembang dan menjadi lebih kompetitif di tingkat global.