
SuaraUMKM, Jakarta – Mengutip dari laman kur.ekon.go.id, KUR adalah program pemerintah untuk meningkatkan akses pembiayaan kepada UMKM, di mana penyalurannya dilakukan melalui lembaga keuangan dengan pola penjaminan.
Tujuan dari program KUR, adalah untuk memperkuat modal usaha bagi pelaku UMKM. Demi mencapai tujuan tersebut, pemerintah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2002 tentang Kebijakan Percepatan Pengembangan Sektor Riil dan pemberdayaan UMKM.
Baca Juga : BRI Berkomitmen Membantu 45 Juta Pelaku UMKM dari Jeratan Rentenir
Para pelaku UMKM tentunya senang karena KUR BRI 2023 sudah dibuka pada tanggal 6 Maret 2023. Pemerintah kembali membuka KUR Bank BRI 2023 yang bertujuan untuk memberikan suntikan modal kepada UMKM yang disalurkan melalui bank.
Nah, agar pengajuan KUR BRI bisa disetujui berikut cara yang harus dilakukan oleh para pelaku UMKM dirangkum dari berbagai sumber:
1. Memastikan Izin Usaha
Memiliki izin usaha yang sah menunjukkan bahwa bisnis yang sedang dibangun tidak dianggap ilegal. Selain itu, surat izin usaha dapat membangun kepercayaan publik terhadap usaha yang sedang dijalankan. Hal ini sesuai dengan persyaratan pengajuan KUR BRI di website resmi.
2. Laporan Keuangan Rapi
Salah satu kunci untuk lolos survey KUR BRI adalah dengan memiliki laporan keuangan yang rapi. Laporan keuangan menjadi dokumen pendukung untuk meningkatkan akuntabilitas dalam mengelola dana KUR. Untuk menyusun laporan keuangan yang rapi, dapat menggunakan aplikasi pencatat keuangan.
3. Pisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha
Pisahkan keuangan pribadi dengan usaha yang dijalankan. Hal ini akan membuat UMKM yang mengajukan terlihat lebih profesional dan mampu mengelola arus kas dengan lebih baik. Pihak penyalur akan menganalisa riwayat transaksi dan kredit dari setiap peminjam pada tahap ini.
4. Pastikan Syarat Administrasi Lengkap
Salah satu indikator penting pengajuan KUR BRI adalah memastikan persyaratan administrasi lengkap. Saat menyerahkan sejumlah dokumen yang dibutuhkan, UMKM perlu teliti agar tidak ada yang terlewatkan. Hal ini akan membantu mempercepat proses survey, yang biasanya memakan waktu antara 7-14 hari, bahkan bisa sampai 30 hari.
5. Menjaga Rekam Jejak Rekening
Pihak bank akan menilai kredibilitas debitur melalui riwayat pinjaman kredit baik di lembaga keuangan maupun non-bank. Oleh karena itu, UMKM perlu memperhatikan riwayat pinjaman sebelumnya dan memastikan tidak ada tunggakan atau masalah lain yang bisa merusak reputasi kredit.





