SuaraUMKM, Jakarta – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batu bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mitra Arjuna telah meluncurkan program “Njagong Bareng” untuk memberdayakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di kota tersebut.
“Di dinas ini kaitannya dengan usaha mikronya, supaya naik kelas menjadi usaha kecil, itu domainnya kami. Makanya yang kita garap adalah usaha mikronya ini. Salah satunya adalah mulai dari NIBnya,” ujar Kepala DPMPTSP Kota Batu, Muji Dwi Leksono, ditemui usai agenda Njagong Bareng di Desa Pandanrejo, Kota Batu, Selasa (14/3/2023).
Kepala DPMPTSP Kota Batu, Muji Dwi Leksono, melanjutkan bahwa program ini diluncurkan karena sering terjadi putusnya informasi yang diterima oleh masyarakat terkait pentingnya kepemilikan NIB bagi usaha mikro.
Baca Juga : Apa Itu NIB dan Manfaatnya Bagi Pelaku UMKM?
Muji juga menyoroti bahwa dengan adanya ambang batas modal senilai kurang dari Rp 1 miliar untuk usaha mikro, persaingan antar pelaku usaha menjadi semakin ketat. Oleh karena itu, pemerintah hadir di tengah pelaku usaha mikro untuk mempermudah proses perizinan.
Namun, kesadaran masyarakat terkait pengajuan NIB masih kurang. Faktor ini dikarenakan masih banyaknya pengusaha mikro yang tidak memiliki NIB. Hal ini tentunya menjadi penting untuk disosialisasikan di “Njagong Bareng”
“Kalau kesadaran memang tergantung dari informasi yang diterima oleh masyarakat tersebut. Kalau mereka tidak tahu, otomatis akan menolak. Karena dipikirnya NIB ini kan suatu barang baru. Padahal semua usaha yang dilakukan, itu harus ada NIB nya,” jelasnya.
Baca Juga : Rahasia Sukses Sukirno Bertahan di Tengah Persaingan Industri Kriya Kayu
Program “Njagong Bareng” tidak hanya bertujuan untuk mensosialisasikan pentingnya kepemilikan NIB, tetapi juga sebagai upaya untuk mensejahterakan UMKM pertanian di Dusun Ngujung, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
Kegiatan Njagong Bareng telah terselenggara sebanyak 3 kali. Pertama, yakni di Kecamatan Junrejo bersama dengan pelaku usaha desa wisata. Kemudian di Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT-KUMKM) Kecamatan Batu, dan ketiga yakni bersama Gapoktan Mitra Arjuna, Kecamatan Bumiaji.
Sumber : Lentera Today


