
SuaraUMKM, Jakarta – Perkembangan zaman memberikan pengaruh besar bagi pelaku bisnis UMKM. Meski demikian, masih banyak yang meremehkan potensi bisnis UMKM hanya karena berskala kecil. Padahal, UMKM memiliki potensi yang besar untuk melakukan ekspor ke luar negeri.
Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi, ada banyak produk UMKM dapat dengan mudah ditemukan di marketplace seperti Amazon, eBay, dan Alibaba. Hal ini menunjukkan bahwa produk ekspor Indonesia diminati oleh masyarakat internasional.
Baca Juga : Apa Itu NIB dan Manfaatnya Bagi Pelaku UMKM?
Mengacu pada Permendag No. 13/2012 mengenai Ketentuan Umum bidang Ekspor, ekspor merupakan kegiatan yang mengeluarkan barang dari daerah pabean. Dalam hal ini, ukuran transaksi tidak menjadi halangan untuk melakukan ekspor. Meski transaksi dilakukan dalam skala kecil, hal tersebut sah secara hukum.
Sayangnya, masih banyak UMKM yang ragu dan ada juga yang terhambat oleh legalitas dalam menjual produk ke luar negeri. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa tips agar UMKM bisa sukses mengekspor produknya ke luar negeri yang diolah dari berbagai sumber.
1. Mempelajari regulasi ekspor-impor
Langkah pertama dalam mengekspor produk adalah mempelajari regulasi ekspor-impor yang berlaku di negara tujuan ekspor. Setiap negara memiliki regulasi yang berbeda dalam hal impor dan ekspor produk, sehingga penting untuk memahami regulasi tersebut untuk memastikan produk dapat diterima oleh konsumen di luar negeri. Hal ini termasuk dalam hal sertifikasi produk, izin impor, dan lain sebagainya.
2. Memilih pasar ekspor yang tepat
Pemilihan pasar ekspor yang tepat akan sangat mempengaruhi kesuksesan ekspor produk UMKM. Untuk memilih pasar ekspor yang tepat, UMKM harus mempertimbangkan beberapa faktor seperti potensi pasar, regulasi ekspor-impor, ketersediaan infrastruktur, persaingan, dan lain sebagainya.
3. Membangun jaringan bisnis
Jaringan bisnis yang baik akan membantu UMKM untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan. Oleh karena itu, UMKM harus membina hubungan yang baik dengan mitra bisnis di luar negeri, seperti distributor, agen, atau perusahaan pengiriman.
4. Fokus pada branding dan pemasaran
Branding dan pemasaran merupakan faktor penting dalam memperkenalkan produk UMKM di pasar ekspor. UMKM harus menciptakan merek yang unik dan menarik bagi konsumen di luar negeri, serta melakukan pemasaran secara efektif dan efisien, baik secara online maupun offline. Dalam pemasaran, UMKM juga harus memahami karakteristik pasar ekspor, serta menggunakan bahasa dan cara pemasaran yang tepat.
5. Menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar
Setiap pasar memiliki kebutuhan yang berbeda dalam hal produk dan layanan yang ditawarkan. UMKM harus memahami kebutuhan pasar ekspor dan menyesuaikan produk mereka agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Hal ini termasuk dalam hal desain, kemasan, ukuran, dan harga yang ditawarkan.
Baca Juga : Ekspor Kolaborasi Produk UMKM Menyambut Musim Semi Di Perancis Selatan
6. Menggunakan layanan ekspor-impor yang terpercaya
UMKM dapat menggunakan layanan ekspor-impor yang terpercaya untuk membantu memproses dokumen ekspor-impor dan pengiriman produk. Layanan ekspor-impor tersebut dapat membantu UMKM dalam memahami regulasi, mengekspor produk, dan menjalankan bisnis secara efektif.
7. Memastikan kualitas produk terjaga
Kualitas produk yang dihasilkan harus tetap terjaga dengan baik. Produk yang berkualitas akan membuat pelanggan merasa puas dan semakin tertarik untuk membeli produk UMKM, baik di pasar lokal maupun pasar ekspor. Oleh karena itu, UMKM harus memastikan bahwa kualitas produk mereka tetap terjaga selama proses pengiriman dan sampai ke tangan konsumen di luar negeri.
8. Menerapkan standar Internasional
UMKM harus memastikan bahwa produk mereka memenuhi standar internasional dalam hal kualitas, keselamatan, dan lingkungan. Hal ini akan membantu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM, serta memudahkan dalam proses ekspor ke negara-negara yang menerapkan standar tersebut.
9. Menerapkan sistem manajemen yang baik
UMKM harus menerapkan sistem manajemen yang baik dalam menjalankan bisnis ekspor mereka, termasuk dalam hal manajemen produksi, manajemen keuangan, dan manajemen risiko. Hal ini akan membantu UMKM dalam mengoptimalkan kinerja bisnis mereka dan mengurangi risiko kerugian.
10. Mencari dukungan dan bimbingan
UMKM dapat mencari dukungan dan bimbingan dari pihak yang memiliki pengalaman dan keahlian dalam bidang ekspor-impor. Hal ini dapat membantu UMKM dalam memperoleh informasi yang akurat dan up-to-date, serta memperluas jaringan bisnis dan kesempatan bisnis. Jika Anda adalah UMKM yang ingin mengekspor produk tapi masih bingung memulai dari mana, Anda bisa mulai dari sini.

