
SuaraUMKM, Jakarta – Pelaku UMKM clothing lokal mendapatkan kabar positif dari Kementerian Koperasi dan UKM. Kementerian ini berjanji akan memberikan suntikan dana kepada pengusaha busana lokal guna mempermudah akses modal mereka dalam memproduksi dan memasarkan karya-karya mereka, baik di dalam maupun luar negeri.
Seperti yang diketahui, pandemi COVID-19 yang telah berlangsung selama 2,5 tahun terakhir berdampak luas terhadap industri UMKM, termasuk UMKM clothing dalam negeri.
Untuk membantu pelaku UMKM busana lokal ini, Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM telah menerapkan empat langkah dengan memberikan stimulus kepada pelaku UMKM di bidang pakaian.
Baca Juga : Padukan Expo dengan Konser Musik, Jakcloth Bakal Lipatkan Transaksi 300 UMKM
“Kalau untuk pembiayaan ini tengah on going. Karena kan yang dibiayai itu rekanan atau mitra dari Jakcloth ini, yang jumlahnya lebih dari 1.300 UMKM, jadi sudah ada proses yang sudah berjalan,” tutur Fiki Satari, Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kreatif, saat Press Conference Jakcloth Reload Summerfest, Senin (26/6/2023).
Fiki menjelaskan bahwa Kementerian Koperasi dan UKM memberikan pembiayaan dalam empat tahapan kepada pelaku UMKM di sektor clothing. Tahapan-tahapan tersebut mencakup pembiayaan bahan baku, produksi, pergudangan, dan sewa booth.
“UMKM itu berpeluang mendapat pembiayaan keempat-empatnya, atau bisa juga pilih salah satu. Kembali lagi kepada si UMKM tersebut,” ujar Fiki.
Selain suntikan dana, Jakcloth saat ini juga memberikan bantuan logistik kepada para pelaku UMKM. Lebih dari 30 kota di Indonesia akan menerima bantuan berupa penyamaan ongkos logistik di seluruh wilayah Indonesia.
Baca Juga : 40 Ribu Akun Penjual Pakaian Bekas Ilegal di e-Commerce Diberantas
“Indonesia ini negara kepulauan, jadi isu logistik masih tinggi di atas 20 persen. Sementara di negara Asean lain sudah 10 persen, makanya untuk wilayah Jawa-Bali ongkos logistik sudah dipukul rata Rp 9 ribu per kilogram dan ada yang disubsidi sehingga gratis,” kata Fiki.
Diharapkan dengan solusi logistik dan distribusi ini dapat membantu meminimalisir biaya produksi UMKM nantinya.
“Jakcloth ini kan lokomotifnya, bawa banyak gerbong UMKM. Jadi kami ingin mengajak untuk bisa sebanyak-banyaknya menggandeng UMKM, terutama di bidang clothing,” pungkas Fiki.
Sumber : Liputan6





