spot_img

Inovasi UMKM Ini Jadikan Daun Kelor dan Buah Mangrove Sebagai Jajanan

UMKM Walidayna memanfaatkan bahan-bahan dari alam seperti buah mangrove dan daun kelor yang diolah menjadi camilan dan jus. (Dok. Sumut 24)
UMKM Walidayna memanfaatkan bahan-bahan dari alam seperti buah mangrove dan daun kelor yang diolah menjadi camilan dan jus. (Dok. Sumut 24)

SuaraUMKM, Jakarta – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Medan kian menunjukkan perkembangan. Keadaan ini dapat dilihat dari komitmen Pemerintah Kota Medan yang serius dalam memberikan perhatian kepada UMKM agar dapat berkembang dan meningkatkan kelasnya.

Salah satu pelaku UMKM yang menunjukkan perkembangan usahanya adalah UMKM Walidayna. Melalui pemanfaatan bahan-bahan alami, UMKM ini yang didukung oleh Kecamatan Medan Marelan berhasil menghasilkan produk-produk unik, seperti biskuit dari daun kelor.

Tak hanya itu, UMKM Walidayna juga menghadirkan produk minuman segar berupa selai dan jelly (agar-agar) yang dibuat dari buah mangrove. Keunggulan dari produk-produk ini terletak pada kualitasnya yang terjamin enak dan menyegarkan.

Baca Juga : 202 UMKM Kota Medan Berhasil Tembus Ekspor, 10 Siap Menyusul

Camat Medan Marelan, Marelan Anshari Hasibuan, ketika dikonfirmasi pada hari Rabu (28/6), menjelaskan bahwa pihaknya memiliki UMKM binaan yang fokus pada produk-produk berbahan alami. UMKM dengan nama Walidayna ini menjual camilan dari daun kelor dan minuman segar dari buah mangrove.

“UMKM ini merupakan binaan Kecamatan Medan Marelan. Kita berikan pendampingan dan pembinaan terhadap UMKM ini agar produknya dapat lebih dikenal dan berkembang. Pastinya hal ini kita lakukan juga sebagai wujud program prioritas Pemkot Medan dibidang Pemberdayaan UMKM,” kata Marelan.

Marelan menjelaskan bahwa UMKM Walidayna didirikan oleh seorang wanita bernama Elita Yusrah. Wanita paruh baya ini memulai usahanya pada tahun 2015. Hingga kini, usaha UMKM ini terus mengalami perkembangan, dengan penjualan bulanan yang mencapai 100 hingga 200 bungkus atau botol.

“Banyak produk camilan yang dihasilkannya, saat ini usahanya terus berkembang dengan penjualan perbulannya mencapai 200 bungkus /botol,” jelas Marelan.

BACA JUGA :  Universitas Nusa Mandiri Gelar Webinar “Exploring Metaverse”: Tantangan dan Peluang Bisnis di Era Virtual

Baca Juga : Pemkot Medan Bersama DinkopUKM Targetkan Produk UMKM Tembus Pasar Ekspor

Sementara itu, pemilik UMKM Walidayna, Elita Yusrah, menjelaskan bahwa usahanya menghasilkan berbagai varian produk, seperti biskuit emping, biskuit bolu kering crispy, dan biskuit kopi. Semua biskuit tersebut terbuat dari daun kelor yang memiliki kandungan gizi yang tinggi.

“Selain biskuit dari daun kelor kita juga berinovasi dengan memproduksi minuman segar, selai dan jelly (agar-agar) serta permen yang terbuat dari buah mangrove,” ujar Elita.

Elita Yusrah menambahkan bahwa UMKM Walidayna menjual produk-produknya dengan harga yang sangat terjangkau bagi masyarakat. Misalnya, sirup dijual dengan harga Rp15.000 per botol (300ml), jus mangrove dengan harga Rp5.000 (300ml), selai dijual dengan harga Rp15.000 per botol (150ml), sementara jelly dan permen masing-masingnya dijual dengan harga Rp 5.000.

Sumber : Sumut 24

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Perkuat Sektor UMKM, Pemkot Bengkulu Bagikan 50 Meja Portabel

BENGKULU - Upaya memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan...

BRI BO Gatot Subroto Salurkan Jumat Berkah ke Panti Asuhan Mizan Amanah

JAKARTA - Sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi...

Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji, Kemenhaj Gelar Expo UMKM Terintegrasi Manasik Haji

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah melalui Direktorat Jenderal...

BRI BO BRIlian Kunjungi Merchant, Penetrasi Pengunaan Mesin EDC

JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia Branch Office Menara BRILiaN...