
SuaraUMKM, Jakarta – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Medan kian menunjukkan perkembangan. Keadaan ini dapat dilihat dari komitmen Pemerintah Kota Medan yang serius dalam memberikan perhatian kepada UMKM agar dapat berkembang dan meningkatkan kelasnya.
Salah satu pelaku UMKM yang menunjukkan perkembangan usahanya adalah UMKM Walidayna. Melalui pemanfaatan bahan-bahan alami, UMKM ini yang didukung oleh Kecamatan Medan Marelan berhasil menghasilkan produk-produk unik, seperti biskuit dari daun kelor.
Tak hanya itu, UMKM Walidayna juga menghadirkan produk minuman segar berupa selai dan jelly (agar-agar) yang dibuat dari buah mangrove. Keunggulan dari produk-produk ini terletak pada kualitasnya yang terjamin enak dan menyegarkan.
Baca Juga : 202 UMKM Kota Medan Berhasil Tembus Ekspor, 10 Siap Menyusul
Camat Medan Marelan, Marelan Anshari Hasibuan, ketika dikonfirmasi pada hari Rabu (28/6), menjelaskan bahwa pihaknya memiliki UMKM binaan yang fokus pada produk-produk berbahan alami. UMKM dengan nama Walidayna ini menjual camilan dari daun kelor dan minuman segar dari buah mangrove.
“UMKM ini merupakan binaan Kecamatan Medan Marelan. Kita berikan pendampingan dan pembinaan terhadap UMKM ini agar produknya dapat lebih dikenal dan berkembang. Pastinya hal ini kita lakukan juga sebagai wujud program prioritas Pemkot Medan dibidang Pemberdayaan UMKM,” kata Marelan.
Marelan menjelaskan bahwa UMKM Walidayna didirikan oleh seorang wanita bernama Elita Yusrah. Wanita paruh baya ini memulai usahanya pada tahun 2015. Hingga kini, usaha UMKM ini terus mengalami perkembangan, dengan penjualan bulanan yang mencapai 100 hingga 200 bungkus atau botol.
“Banyak produk camilan yang dihasilkannya, saat ini usahanya terus berkembang dengan penjualan perbulannya mencapai 200 bungkus /botol,” jelas Marelan.
Baca Juga : Pemkot Medan Bersama DinkopUKM Targetkan Produk UMKM Tembus Pasar Ekspor
Sementara itu, pemilik UMKM Walidayna, Elita Yusrah, menjelaskan bahwa usahanya menghasilkan berbagai varian produk, seperti biskuit emping, biskuit bolu kering crispy, dan biskuit kopi. Semua biskuit tersebut terbuat dari daun kelor yang memiliki kandungan gizi yang tinggi.
“Selain biskuit dari daun kelor kita juga berinovasi dengan memproduksi minuman segar, selai dan jelly (agar-agar) serta permen yang terbuat dari buah mangrove,” ujar Elita.
Elita Yusrah menambahkan bahwa UMKM Walidayna menjual produk-produknya dengan harga yang sangat terjangkau bagi masyarakat. Misalnya, sirup dijual dengan harga Rp15.000 per botol (300ml), jus mangrove dengan harga Rp5.000 (300ml), selai dijual dengan harga Rp15.000 per botol (150ml), sementara jelly dan permen masing-masingnya dijual dengan harga Rp 5.000.
Sumber : Sumut 24





