spot_img

40 Ribu Akun Penjual Pakaian Bekas Ilegal di e-Commerce Diberantas

MenKopUKM Teten Masduki saat mengunjungi Pameran Jakarta Clothing (JakCloth) Ramadan 2023 dan Muslim Market Indonesia (MMI) di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (05/04/). (Dok. KemenkopUKM)
MenKopUKM Teten Masduki saat mengunjungi Pameran Jakarta Clothing (JakCloth) Ramadan 2023 dan Muslim Market Indonesia (MMI) di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (05/04/). (Dok. KemenkopUKM)

SuaraUMKM, Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki memberikan apresiasi pemberantasan penjualan pakaian impor bekas ilegal. Sudah puluhan ribu akun, merchant, dan link di e-commerce, marketplace, maupun social media commerce, yang berhasil diberantas atau di-take down.

“Tercatat ada sekitar 40 ribu akun yang sudah di-take down. Pelaku e-commerce juga memiliki concern yang sama, dengan men-take down para penjual pakaian bekas impor ilegal,” kata MenKopUKM Teten Masduki saat memberikan keterangan persnya, Kamis (6/4/2023).

Baca Juga : Impor Ilegal Pakaian Bekas Ancam UMKM, Begini Penjelasannya

Namun, maraknya penjualan pakaian bekas impor ilegal ini berdampak pada para pelaku UMKM menjelang Hari Raya Idul Fitri. Menurut MenKopUKM Teten Masduki, para pelaku UMKM mengalami kekurangan order pada musim lebaran ini.

“Kondisi ini yang paling berdampak. Saya banyak mendapat keluhan dari para pelaku UMKM di mana produksi mereka menurun drastis. Termasuk menjelang Lebaran ini benar-benar tidak ada order. Biasanya sudah ada,” ujarnya.

Baca Juga : Ini Solusi Kemenkop UKM Bagi Pedagang yang Terdampak Larangan Pakaian Bekas Impor

MenKopUKM Teten Masduki berharap koordinasi harus lebih ditingkatkan kembali. Pasalnya, bila melihat jumlah pakaian impor ilegal yang masuk berjumlah besar hingga ratusan kontainer, dapat disimpulkan bahwa tidak semuanya melalui pelabuhan tikus.

“Bahkan, mereka juga berani beriklan di e-commerce. Untungnya, semua e-commerce sepakat untuk memberantasnya. Tapi, harus dipahami juga, regulasi atau aturan main di setiap e-commerce itu berbeda-beda,” pungkas Menteri Teten.

Sumber : Warta Ekonomi

BACA JUGA :  UMKM Bersatu Resmikan Gerai Warung Snack, Buka Peluang Ekspor
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Jumat Berkah, BRI BO Gatot Subroto Tebar 90 Paket ke Panti Asuhan Khoirul Ittihad Jakarta

JAKARTA - Semangat berbagi kembali digaungkan BRI. Kali ini...

Wawasan Nusantara: Panduan Lama untuk Tantangan Baru

Penulis : Daffa Atha Zafran Mahasiswa Program Studi Ilmu komunikasi...

International Webinar 2026 Bahas Dampak Geopolitik Global terhadap Pertumbuhan Bisnis Dalam Negeri

Bandung, 9 Juni 2026 — Perubahan geopolitik global kini...

BRI Bekasi Siliwangi Meriahkan CFD di GOR Patriot Bareng BRImo

BEKASI - BRI terus memberikan manfaat kepada masyarakat dan...