spot_img

Transaksi di Jakarta Muslim Fashion Week 2026 Capai 123 Miliar, Mendag Ingin UMKM Fashion Ikut Ekspor

JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkap transaksi di Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) hingga Minggu (9/11/2025), telah mencapai 7,41 juta dolar AS, atau setara Rp123 miliar.

“Sebagai informasi, terdapat transaksi UMKM senilai 7,41 juta dolar AS,” ujar Mendag Budi dalam seremoni penutupan JMFW di Jakarta, Minggu (9/11/2025).

Mendag Budi juga menjelaskan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) ingin agar JMFW melibatkan semua pelaku usaha mulai dari yang besar, menengah, sampai kecil.

“Termasuk juga ekspor, karena kita ingin menggalakkan ekspor fesyen kita itu bagaimana ekspor itu tidak hanya dilakukan oleh yang besar, tetapi juga dilakukan oleh yang kecil, oleh UMKM kita,” kata Mendag Budi.

Seperti diketahui, Kemendag bersama Indonesian Fashion Chamber (IFC) sukses menyelenggarakan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 pada 6–9 November 2025.

Mendag mengatakan bahwa JMFW 2026 bukan sekadar peragaan fashion, melainkan wadah bagi para pelaku industri modest fashion untuk berinovasi, berkolaborasi, serta memperluas jaringan bisnis ke pasar global.

Selain itu, JMFW juga memperkenalkan keindahan wastra dan tren lokal Indonesia sebagai inspirasi global serta membuka peluang bagi desainer muda dan UMKM untuk naik kelas.

Dia mengatakan, JMFW bukan hanya ajang peragaan busana melainkan platform perdagangan dan kolaborasi yang mempertemukan desainer, UMKM, buyer, dan pelaku industri pendukung.

Melalui JMFW, Kementerian Perdagangan ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya kaya akan kreativitas, tapi juga siap bersaing secara global lewat produk modest fashion yang bernilai tambah.

JMFW 2026 sendiri mengusung tema “Essential Lab: Crafting the Future of Modest Fashion for Every Lifestyle”, yang mengangkat semangat inovasi dan kolaborasi dalam industri modest fashion Indonesia.

‘Essential lab’ menurut Mendag Budi harus dimaknai sebagai laboratorium ide atau wadah bagi desainer, pelaku UMKM, dan industri pendukung dalam bereksperimen, berkolaborasi, serta melahirkan karya-karya yang relevan dengan gaya hidup modern dengan menambahkan unsur akar budaya Indonesia yang memberi nilai tambah.

BACA JUGA :  Kemendag Zulkifli Hasan Punya Cara Baru Untuk Bantu Pelaku UMKM Dengan Bangun Ekosistem
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Dorong Kedaulatan Ekonomi Rakyat, BRI Menara BRILiaN Berpartisipasi di Seminar Nasional Kopdes Merah Putih

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui...

Jumat Berkah, BRI BO Gatot Subroto Tebar 90 Paket ke Panti Asuhan Khoirul Ittihad Jakarta

JAKARTA - Semangat berbagi kembali digaungkan BRI. Kali ini...

Wawasan Nusantara: Panduan Lama untuk Tantangan Baru

Penulis : Daffa Atha Zafran Mahasiswa Program Studi Ilmu komunikasi...

International Webinar 2026 Bahas Dampak Geopolitik Global terhadap Pertumbuhan Bisnis Dalam Negeri

Bandung, 9 Juni 2026 — Perubahan geopolitik global kini...