
SuaraUMKM, Jakarta – PT Federal International Finance (FIFGROUP), anak perusahaan PT Astra International Tbk dan bagian dari Astra Financial, kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan karyawan purnabakti melalui program unggulan bertajuk FIFPreneur. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 29 Juli 2025 ini menggabungkan dua momen penting: Inaugurasi FIFPreneur Batch 1 dan Kick Off FIFPreneur Batch 2. Kegiatan ini merupakan bagian dari pilar FIFGROUP Sejahtera, kegiatan sosial kemasyarakatan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan karyawan dan keluarga.
FIFPreneur lahir dari semangat untuk tidak sekadar melepas karyawan setelah masa purnabakti, tetapi juga mendampingi mereka memasuki fase hidup baru sebagai pelaku usaha mandiri. Dengan tema “Purnabakti Berkarya, Sejahtera Bersama FIFGROUP”, program ini menjadi bentuk nyata kontribusi perusahaan dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-8 yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Direktur FIFGROUP, Esther Sri Harjati mengatakan FIFPreneur bukan hanya berisi pelatihan, tetapi juga wadah pembinaan berkelanjutan yang dibuat oleh perusahaan sebagai Teman Meraih Impian bagi seluruh insan FIFGROUP, bahkan setelah masa kerja mereka usai.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap insan purnabakti tidak merasa berjalan sendiri setelah menyelesaikan masa kerjanya. Lewat FIFPreneur, kami hadir sebagai pendamping agar mereka tetap bisa berkarya dan memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, serta masyarakat,” ujar Esther.
Program FIFPreneur Batch 1 membuktikan bahwa masa pensiun bukan akhir dari produktivitas, melainkan awal perjalanan baru sebagai wirausahawan. Selama enam bulan sejak Oktober 2023 hingga April 2024, sebanyak 19 peserta purnabakti mendapatkan pendampingan intensif dari mentor bisnis yang berpengalaman. Hasilnya, seluruh peserta berhasil membangun usaha secara aktif, bahkan beberapa sudah mencatat kenaikan omzet hingga 50%. Jenis usaha yang dijalankan pun beragam, mulai dari kuliner, pertanian terpadu, konveksi, hingga jasa servis rumahan, sesuai dengan minat dan keahlian masing-masing.
Melihat keberhasilan Batch 1, minat terhadap program FIFPreneur terus tumbuh. Hal ini terlihat dari jumlah peserta Batch 2 yang meningkat menjadi 36 orang, naik lebih dari 84% dibandingkan sebelumnya. Selama enam bulan ke depan, para peserta akan mengikuti pelatihan seputar ide usaha, keuangan, pemasaran, hingga strategi mengelola risiko. Dengan harapan, para peserta tidak hanya bisa membuka usaha, tapi juga mampu mengembangkannya secara berkelanjutan.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, peserta mendapatkan wawasan berharga dalam Talkshow Inspiratif bersama Suhartono, Presiden Direktur FIFGROUP 2007–2017. Lewat pengalaman pribadinya yang sukses membangun usaha setelah pensiun, Suhartono membagikan enam prinsip penting bagi para calon pengusaha purnabakti. Mulai dari menanamkan Simple Leadership DNA, membangun semangat dan tujuan baru, memilih usaha sesuai potensi, hingga pentingnya ketangguhan dalam menghadapi kegagalan. “Pensiun bukan akhir, tapi awal untuk terus berkarya dan memberi dampak,” kata Suhartono.

Tak hanya mengandalkan pelatihan internal, FIFPreneur juga menggandeng pihak eksternal yang memiliki rekam jejak kuat dalam pemberdayaan UMKM. Salah satunya adalah Coach Faran, sosok yang dikenal sebagai penggerak UMKM digital dan pendiri Wiranesia, sebuah inkubator wirausaha yang telah membantu ribuan pelaku usaha mikro di berbagai daerah naik kelas melalui digitalisasi, branding, dan pembinaan berkelanjutan.
Dalam program FIFPreneur Batch 2, Wiranesia hadir sebagai mitra strategis yang memberikan materi pelatihan dan mentoring praktis berbasis pengalaman lapangan. Fokus utama pendampingan ini tidak hanya pada membangun usaha, tetapi juga pada kesiapan digital para peserta agar mampu bersaing di era ekonomi baru.

Coach Faran menjelaskan bahwa transformasi digital bukanlah pilihan, melainkan keharusan bagi UMKM, termasuk bagi para wirausahawan purnabakti.
“Banyak pelaku UMKM yang hebat dalam produk, tapi tertinggal dalam pemasaran karena belum memanfaatkan teknologi. Di sinilah peran kami: memastikan mereka tidak hanya buka usaha, tapi juga punya pondasi digital yang kuat agar bisa bertahan dan berkembang,” ungkap Coach Faran.

Melalui pendekatan khas Wiranesia yang menggabungkan pelatihan praktis, sesi mentoring, serta jaringan komunitas wirausaha, program ini menjadi jalan nyata bagi UMKM untuk naik kelas. Tidak hanya menjadi pengusaha, peserta juga diarahkan menjadi pelaku usaha yang adaptif, inovatif, dan siap terhubung dengan ekosistem digital secara menyeluruh.
Keterlibatan Wiranesia menambah nilai strategis pada program FIFPreneur, menjadikan para purnabakti tidak hanya sebagai pelaku usaha baru, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan UMKM masa depan yang lebih cakap teknologi dan berdampak sosial.





