
SuaraUMKM, Jakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah menerbitkan sebanyak 81.301 Nomor Induk Berusaha (NIB) sepanjang 2024 untuk membantu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah itu dalam pengembangan bisnis
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung Ronny Ahmad Nurudin menyatakan angka ini melampaui target yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebanyak 71.000 NIB.
“Pencapaian ini tidak lepas dari kesadaran pelaku usaha akan pentingnya memiliki NIB, serta berbagai program fasilitasi yang disediakan oleh Pemkot Bandung,” kata Ronny di Bandung, Rabu.
Ronny menjelaskan penerbitan NIB ini bisa mendatangkan sejumlah manfaat bagi pelaku UMKM. Contohnya seperti kemudahan dalam aspek pendanaan usahanya diakui dan mereka bisa mengikuti kegiatan pelatihan dari dinas terkait.
Menurut dia, pembuatan NIB juga relatif mudah dengan persyaratan tidak memberatkan pelaku UMKM.
“Dengan memiliki NIB, pelaku usaha dapat dengan mudah mengajukan berbagai izin, termasuk izin usaha operasional sesuai dengan bidang usahanya masing-masing,” katanya.
Ronny mengatakan ada beberapa faktor yang membuat para pelaku UMKM tertarik untuk membuat NIB, salah satunya kemudahan layanan yang diberikan oleh DPMPTSP bagi calon investor.
“Kami juga memberikan layanan perbantuan OSS, layanan Sakedap (Sarana Anjungan Kemudahan Perizinan) di kecamatan dan sentra-sentra industri pasar bagi pelaku usaha mikro,” kata Ronny.
“Dengan NIB, pelaku usaha juga lebih mudah mendapatkan bantuan atau program pengembangan dari pemerintah,” jelasnya.
Menurut dia, kepemilikan NIB bagi UMKM sangat penting karena ini menjadi salah satu legalitas yang harus dimiliki, serta kemudahan akses bagi para pelaku usaha.
Ronny berharap dengan realisasi yang melampaui target, semakin banyak pelaku usaha mendapatkan manfaat dari pembuatan NIB.
“Hal ini juga diupayakan semakin memudahkan para pengusaha dalam mendapatkan perizinan usaha, layaknya sebuah identitas bagi perusahaan atau Badan,” kata dia.

Coach Faran, seorang pengamat UMKM melihat bahwa kebijakan Pemerintah Kota Bandung yang menerbitkan 81.301 Nomor Induk Berusaha (NIB) di tahun 2024 merupakan langkah yang sangat positif untuk mendukung pelaku UMKM. Pencapaian ini melebihi target yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang sebanyak 71.000 NIB. Ini menunjukkan bahwa kesadaran dan antusiasme pelaku UMKM terhadap pentingnya memiliki legalitas usaha semakin tinggi, yang tentu saja merupakan hal yang menggembirakan.
Terdapat beberapa manfaat signifikan yang diperoleh oleh pelaku UMKM dengan memiliki NIB, seperti kemudahan dalam mengakses pendanaan, memperoleh izin usaha operasional, dan mengikuti berbagai program pelatihan yang disediakan oleh pemerintah. Kemudahan dalam memperoleh NIB dengan persyaratan yang tidak memberatkan, serta adanya layanan seperti OSS dan Sakedap di tingkat kecamatan, memberikan kenyamanan lebih bagi pelaku usaha, terutama di kalangan pelaku UMKM mikro.
Lebih lanjut, kepemilikan NIB menjadi faktor penting dalam memberikan legalitas bagi UMKM dan menjadi identitas yang diakui oleh pemerintah maupun lembaga keuangan. Ini membuka peluang bagi UMKM untuk mendapatkan bantuan, baik itu berupa pelatihan, fasilitas perizinan, maupun program-program pengembangan yang disediakan pemerintah.