
SuaraUMKM, Jakarta – Bank Commonwealth telah memfasilitasi lebih dari 193.637 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui program MicroMentor Indonesia (MMI), serta menghubungkannya dengan lebih dari 33.235 relawan mentor bisnis. Hal ini diumumkan bertepatan dengan Hari UMKM Nasional.
Memasuki tahun keempat pelaksanaan program, Bank Commonwealth telah mencatat lebih dari 500.890 kali interaksi antara wirausaha dan mentor melalui berbagai konten pelatihan digital yang tersedia dalam toolkit MMI, yang mencakup isu-isu keamanan siber dan pengembangan bisnis.
Angka-angka ini melebihi target awal MMI yang merupakan hasil dari kolaborasi antara Bank Commonwealth, Mastercard Center for Inclusive Growth, dan Mercy Corps Indonesia. Target awal ini adalah mewujudkan 80.000 wirausaha, 20.000 mentor, dan 100.000 interaksi.
Baca Juga : Sumbang 57% PDB, Ini Strategi Bank Indonesia Tumbuhkan UMKM
Lauren Sulistiawati, selaku Presiden Direktur Bank Commonwealth, menyadari akan pentingnya kontribusi UMKM terhadap perekonomian dan penyerapan tenaga kerja di Indonesia, terutama dalam konteks pemulihan pascapandemi.
“Transformasi digital menjadi kunci bagi UMKM untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Kami berharap MMI dapat menjangkau lebih banyak lagi wirausaha dan menciptakan ekosistem bagi UMKM untuk tumbuh,” kata Lauren dalam siaran pers, Jumat (11/8).
Dalam perjalanannya, MMI juga telah memberikan bantuan kepada 48.620 UMKM untuk bertahan pascapandemi dan mampu menciptakan 38.361 lapangan pekerjaan baru. Pencapaian ini berasal dari berbagai inisiatif, termasuk kerja sama MMI dengan sejumlah universitas guna membentuk jaringan mentor junior yang mendampingi para wirausaha.
MMI juga menyediakan platform MicroMentor yang didedikasikan untuk membantu wirausaha dalam menemukan mentor yang dapat memberikan panduan terkait legalitas usaha.
Baca Juga : Bank Aceh Harap Action Expo UMKM 2023 Jadi Jembatan UMKM Perluas Pasar
Di samping itu, program ini telah membantu dalam hal sertifikasi Jaminan Produk Halal, Sertifikasi Produk Pangan Industri Rumah Tangga (SPP – IRT), Standar Nasional Indonesia (SNI) Bina UMK, dan lain sebagainya. MMI saat ini menyediakan 26 pelatihan yang dapat diakses secara gratis dan memiliki sertifikat resmi dalam berbagai bidang, termasuk manajemen usaha, pemasaran, keuangan, serta keamanan siber.
Ade Soekadis, selaku Direktur Eksekutif Mercy Corps Indonesia, menambahkan bahwa pencapaian ini telah melebihi target kumulatif program MMI sebesar 260% untuk target peserta dan 500% untuk target partisipasi.
“Kami berkomitmen sepenuhnya untuk terus mendukung perjalanan transformasi digital Indonesia serta mendorong pertumbuhan berkelanjutan bagi UMKM,” kata Ade Soekadis.
Sumber : Kontan





