spot_img

Sumbang 57% PDB, Ini Strategi Bank Indonesia Tumbuhkan UMKM

Gelar produk UMKM saat sebelum penyelenggaran event balap Formula E di Jakarta pada tahun lalu. (Dok. PPID)
Gelar produk UMKM saat sebelum penyelenggaran event balap Formula E di Jakarta pada tahun lalu. (Dok. PPID)

SuaraUMKM, Jakarta – Bank Indonesia (BI) terus berupaya memberdayakan dan mendukung perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemberdayaan UMKM menjadi salah satu kebijakan unggulan BI dalam mendorong pertumbuhan perekonomian nasional.

Aida S. Budiman, Deputi Gubernur Bank Indonesia, mengungkapkan bahwa UMKM memainkan peran sentral dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Data menunjukkan bahwa sektor UMKM diperkirakan akan menyumbang sekitar 57% dari Produk Domestik Bruto (PDB), menciptakan lapangan kerja bagi 97% tenaga kerja, dan mendominasi sebanyak 99,9% dari total unit usaha di Indonesia.

Tidak hanya itu, UMKM juga memberikan kontribusi penting dalam pangsa ekspor non-migas Indonesia, dengan nilai ekspor UMKM yang dibina oleh BI pada tahun 2022 mencapai sekitar US$ 67 juta. Dorongan yang kuat pada sektor UMKM diharapkan dapat menjadi modal bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, sehingga negara mampu mencapai target pertumbuhan antara 4,5% hingga 5,3% pada tahun ini.

Baca Juga : Gubernur Bank Indonesia Ajak Masyarakat Belanja Ke UMKM 

Dalam acara Talk Show berjudul “Strategi Akselerasi UMKM Go Export” yang digelar pada Jumat (28/7), Aida mengungkapkan bahwa BI telah melakukan berbagai upaya untuk membina dan mendukung perkembangan UMKM.

“BI secara bersama-sama dengan semua stakeholder sudah melakukan binaan, dan saat ini telah mengekspor UMKM mencapai US$ 67 juta di 2022, dengan ekspor yang beragam ke Asia, Eropa, dan Amerika, dengan komoditas yang beragam baik kopi, kerajinan dan barang lainnya,” tutur Aida dalam Talk Show: Strategi Akselerasi UMKM Go Export, Jumat (28/7).

Namun, Aida juga mengakui bahwa naik kelas bagi UMKM bukanlah perkara mudah. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh BI, terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh UMKM, seperti permasalahan legalitas, akses pembiayaan, kapasitas produksi, dan pemasaran.

BACA JUGA :  Bank bjb & Wiranesia Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Digital Marketing di Momentum Hari Kartini

Baca Juga : Panduan Kewirausahaan, Pijakan Awal Sukses UMKM dengan Business Plan

Oleh karena itu, BI telah mengambil beberapa langkah strategis untuk memastikan pertumbuhan yang lebih baik bagi UMKM. Pertama, BI fokus pada memastikan bisnis model dari UMKM tersebut dengan membangun ekosistem yang mendukung korporatisasi. Kedua, BI mendorong peningkatan produktivitas dan kapasitas produksi bagi para pelaku UMKM. Ketiga, BI meninjau dan menyediakan akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau bagi UMKM.

Selain itu, UMKM didorong untuk memanfaatkan potensi akses digital. Melalui inisiatif seperti BI Fast atau QRIS, transaksi pembayaran dapat dilakukan secara digital, membuka peluang baru bagi UMKM untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing dalam bisnisnya.

“Kami juga berkomitmen untuk melakukan promosi. Sehingga berbagai macam upaya terus dilakukan, baik dari investor relations unit kantor pusat, daerah, dan luar negeri, termasuk kunjungan ke berbagai negara untuk mengenalkan produk UMKM,” pungkasnya.

Sumber : Kontan

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

BRI Bekasi Siliwangi Meriahkan CFD di GOR Patriot Bareng BRImo

BEKASI - BRI terus memberikan manfaat kepada masyarakat dan...

Optimalkan Layanan & Pengembangan Bisnis, BRI KCP Cibitung Relokasi Kantor ke MM2100

CIBITUNG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui...

BRI Bekasi Harapan Indah Gelar Sosialisasi Pencegahan & Penanggulangan Kebakaran

BEKASI - Dalam rangka mencegah dan menanggulangi bencana kebakaran,...

BRI BO Warung Buncit – Poltek Imipas Teken Kerjasama Layanan Perbankan

JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO)...