spot_img

Panduan Kewirausahaan, Pijakan Awal Sukses UMKM dengan Business Plan

Memahami panduan kewirausahaan adalah pijakan awal sukses UMKM dengan rencana bisnis atau business plan. (Dok. Coach Faran Academy)
Memahami panduan kewirausahaan adalah pijakan awal sukses UMKM dengan rencana bisnis atau business plan. (Dok. Coach Faran Academy)

SuaraUMKM, Jakarta – Setelah menonton video pembuka ‘Lima Langkah Mudah Membuat Rencana Bisnis UMKM’ yang berisi pengenalan materi daging untuk membuat business plan dari Coach Faran, akhirnya kita sampai pada langkah pertama. Total 6 video kami bahas mempermudah pelaku UMKM dalam membuat rencana bisnisnya atau business plan.

Pijakan awal dalam membuat business plan ini dihadirkan oleh Coach Faran di channel Youtube Coach Faran Academy dalam video dengan judul ‘Memahami Panduan Kewirausahaan’. Sebetulnya apa itu kewirausahaan dan mengapa harus dengan panduan? Nah berikut penjelasan untuk video tersebut.

Memahami Panduan Kewirausahaan

Panduan kewirausahaan merupakan materi terkait kewirausahaan yang dibuat oleh Coach Faran agar pelaku UMKM pemula memahami apa saja yang dibutuhkan dalam memulai usaha. Disebut panduan karena materi ini sudah menjadi acuan untuk membantu banyak UMKM selama 3 – 4 tahun terakhir. Sebagai informasi, Coach Faran yang merupakan founder dari Yayasan Wiranesia sudah berkecimpung selama 8 tahun di dunia kewirausahaan.

Baca Juga : Youtube Channel Coach Faran Academy Resmi Meluncur, Bagikan Tips Bermutu Untuk UMKM

Secara sederhana, kewirausahaan adalah sebuah proses menciptakan sesuatu agar bisa bernilai tambah dalam ekonomi. Dalam proses menjadi seorang pelaku usaha bisa dibilang tidak sesederhana definisinya. Menjadi seorang pelaku usaha seperti UMKM atau enterpreneur membutuhkan ketangguhan. Oleh karenanya tidak cukup dengan produk tetapi juga mindset si pelaku. Apa saja yang dibahas? Yuk simak penjelasan berikut ini..

Membangun Mental, Pola Pikir, dan Perilaku Pengusaha Sukses

Diagram membangun mental, pola pikir, dan perilaku pengusaha sukses. (Dok. Coach Faran Academy)
Diagram membangun mental, pola pikir, dan perilaku pengusaha sukses. (Dok. Coach Faran Academy)

1. Mental : Kenapa Harus Menjadi Pengusaha Sukses

Pertanyaan dasar ini tentunya bisa menjadi pijakan awal bagi pelaku UMKM yang sukses atau sebaliknya. Bisa jadi bermacam jawaban untuk pertanyaan ini. Bisa karena motivasi untuk membahagiakan orang tua, bisa juga karena ingin mewariskan yang baik bagi anak di masa yang akan datang atau karena baru saja terkena PHK. Satu jawaban dari pertanyaan ini akan menentukan ke mana arah Anda sebagai sebagai pelaku usaha ke depan, nantinya.

BACA JUGA :  Dorong UMKM terus berkembang, telkom gelar bazar UMKM di pangkalpinang

2. Pola Pikir : Apa Ukuran sebagai Pengusaha Sukses?

Setelah menemukan jawaban untuk pertanyaan pertama, Anda akan dihadapkan kepada pertanyaan kedua yang tidak kalah penting. Pertanyaan ini menurut Coach Faran untuk jawabannya tidak bisa disamakan antara satu orang dengan yang lain. Karena setiap ukuran sukses tiap orang berbeda. Lalu apa ukuran sukses Anda? Apakah bisa menghasilkan 1 Milyar atau 1 Trilyun atau apa, Anda lah yang menentukan.

3. Perilaku : Apa yang Harus Dilakukan Untuk Menjadi Pengusaha Sukses

Pertanyaan terakhir yang penting dan tentunya tidak bisa sama antara satu orang dengan yang lainnya adalah soal action/aksi. Anda mungkin bisa menjawab “berusaha keras+berdoa” atau yang lainnya. Bebas dan tidak ada yang salah dari jawaban Anda masing-masing. Sebagai saran karena hal ini berhubungan dengan tindakan ada baiknya Anda detailkan bisa berupa to do list yang bisa jadi pengingat tiap harinya.

Memahami Konsep Permintaan dan Kebutuhan (KONSUMEN)

Diagram memahami konsep permintaan dan kebutuhan konsumen. (Dok. Coach Faran Academy)
Diagram memahami konsep permintaan dan kebutuhan konsumen. (Dok. Coach Faran Academy)

Kenapa sih ada yang jual beras? Kenapa juga ada yang jual mainan? Atau kenapa juga ada yang jual batu kali misalnya di marketplace. Macam-macam pertanyaan tersebut jawabannya hanya satu yakni karena adanya permintaan. Sama seperti halnya mungkin pelaku UMKM yang awalnya belum ada niat jadi pengusaha karena masih bekerja tetapi karena melihat adanya peluang mendapatkan uang lebih akhirnya fokus menjadi pengusaha.

Baca Juga : Penting! Inilah Alasan Pelaku UMKM Harus Membuat Business Plan

Mengenai permintaan ini ada 3 jenis yang perlu diperhatikan yakni:

  • Kebutuhan dasar. Singkatnya adalah sandang, pangan, dan papan. Kebutuhan yang permintaannya terus ada karena setiap orang bergantung kepada kebutuhan ini.
  • Pembelian spontanitas. Sesuai namanya spontan artinya tanpa dipikir dan direncanakan tapi tiba-tiba jadi membeli. Seperti karena diskon atau promo khusus orang membeli kebutuhan ini.
  • Produk premium atau mewah. Masuk kepada tingkatan atas atau tersier yang jelas bukan kebutuhan utama tetapi dibeli karena perbedaan dari produk lainnya dan ada kesan berkelas bagi yang membelinya. Nah bagi pelaku usaha silakan ditentukan kebutuhan apa yang akan ditawarkan ke konsumen.
BACA JUGA :  Mentor Wirausaha Se-Jakarta Bertemu di Kopdar Armornesia, Ini yang Terjadi

Memahami Konsep Penawaran sebagai Seorang PRODUSEN

Diagram memahami konsep penawaran sebagai seorang produsen. (Dok. Coach Faran Academy)
Diagram memahami konsep penawaran sebagai seorang produsen. (Dok. Coach Faran Academy)

Setelah konsumennya sudah ada dan sudah tertarik dengan produk atau jasa Anda, pertanyaannya apa yang harus dilakukan. Menurut Coach Faran, pertama-tama tentukan dulu kapasitas (kemampuan) secara jumlah maupun kualitas. Apakah mampu dalam jumlah besar semisal pabrik, atau dibantu keluarga, dibantu teman. Ini yang harus ditentukan, ini juga akan menentukan kualitasnya.

Baca Juga : 5 Tips Mengenal Pelanggan untuk Keberhasilan Bisnis Online Anda

Usai pelaku usaha yakin dengan kapasitasnya maka akan lahir produk atau jasa. Setelah punya produk/jasa jangan langsung bersaing dengan para kompetitor (pesaing usaha). Coach Faran menyarankan, buatlah business plan sederhana untuk yang pertama kali. Sederhana artinya akan disempurnakan seiring waktu. Setelah itu barulah menawarkan produk atau jasa ke pembeli.

Memahami Kompetisi Usaha sebagai Dasar Pembuatan Strategi

Diagram memahami kompetisi usaha sebagai dasar pembuatan strategi. (Dok. Coach Faran Academy)
Diagram memahami kompetisi usaha sebagai dasar pembuatan strategi. (Dok. Coach Faran Academy)

Ketika Anda sebagai pelaku usaha mulai menawarkan produk atau jasa ke konsumen maka akan mengalami apa yang disebut sebagai persaingan usaha. Anda akan bertemu dengan kompetitor atau pelaku usaha lainnya. Namun jangan anggap kompetitor ini hal yang melulu negatif. Karena kompetitor inilah yang akan memantapkan jiwa kewirausahaan kita untuk kuat dalam menarik calon konsumen membeli produk/jasa kita.

Untuk memenangkan persaingan tentunya pelaku usaha perlu merumuskan strategi. Ada 4 hal yang perlu diperhatikan, yakni:

  • Diferensiasi produk dan jasa yang ditawarkan. Tentunya jelas, menawarkan produk atau jasa yang sama dengan kompetitor bisa jadi tidak akan dilirik oleh konsumen. Oleh karenanya tawarkanlah hal yang berbeda dan memiliki keunikan dari produk dan jasa Anda agar menarik di mata konsumen.
  • Strategi harga. Buat produk dan jasa Anda menarik dengan harga yang juga menarik. Pelajari harga kompetitor lalu buat harga awal yang lebih baik dari mereka. Lebih baik di sini bisa jadi lebih murah atau dengan bundle item lain. Tidak masalah juga jika produk atau jasa Anda premium dan dengan kualitas lebih baik menawarkan dengan harga yang sedikit mahal.
BACA JUGA :  BUMN Berupaya Perluas Pasar UMKM Binaannya Dengan Pemaran Bulanan Bergilir Di Sarinah

Baca Juga : Tips Promosi Biaya Minim Dengan Hasil Maksimal Untuk Bisnis Online

  • Tempat penjualan. Bagi pelaku usaha tidak diragukan lagi jika tempat yang ramai dan strategis bisa memberi banyak keuntungan. Tentunya ini benar jika sudah dilakukan riset sebelumnya. Riset di sini bisa berarti memang banyak orang yang membutuhkan produk dan jasa Anda di tempat itu atau tempatnya strategis yang memungkinkan orang mudah menemukan apa yang Anda tawarkan.
  • Promosi pemasaran dan penjualan. Promosi adalah ujung tombak bagi pelaku usaha dalam upayanya memperkenalkan produk dan jasa ke konsumen untuk menghasilkan penjualan. Di era digital banyak saluran atau channel yang bisa Anda manfaatkan sebagai media untuk berpromosi bisa via sosial media, advertorial atau mesin pencari/Google. Jangan lupakan juga bazar, sponsorship untuk offline-nya yang juga efektif menjadi media promosi Anda sebagai pelaku usaha.
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Dorong Kedaulatan Ekonomi Rakyat, BRI Menara BRILiaN Berpartisipasi di Seminar Nasional Kopdes Merah Putih

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui...

Jumat Berkah, BRI BO Gatot Subroto Tebar 90 Paket ke Panti Asuhan Khoirul Ittihad Jakarta

JAKARTA - Semangat berbagi kembali digaungkan BRI. Kali ini...

Wawasan Nusantara: Panduan Lama untuk Tantangan Baru

Penulis : Daffa Atha Zafran Mahasiswa Program Studi Ilmu komunikasi...

International Webinar 2026 Bahas Dampak Geopolitik Global terhadap Pertumbuhan Bisnis Dalam Negeri

Bandung, 9 Juni 2026 — Perubahan geopolitik global kini...