
SuaraUMKM, Jakarta – Pengembangan dan penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah ASEAN menjadi fokus bagi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Untuk mewujudkan hal tersebut, ASEAN Rural Culture Expo digelar di kawasan wisata Tebing Breksi Prambanan, Sleman.
“Pameran UMKM ini merupakan rangkaian dari kegiatan ASEAN Village Network Metting, kami hadirkan produk UMKM dari desa-desa di Indonesia serta perwakilan dari negara ASEAN,” kata Halim Iskandar, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
Baca Juga : Bantul Creative Expo, Wadah Bantul Berdayakan UMKM Pasarkan Produk
Dalam ASEAN Rural Culture Expo para perwakilan dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan desa-desa wisata di Indonesia dipilih untuk menampilkan produk-produk unggulan yang memiliki daya tarik unik dalam pameran tersebut.
Lebih jauh, Menteri Halim menekankan perlunya dilakukan tindak lanjut atas kegiatan ini, agar kerja sama antardesa di kawasan ASEAN dapat berjalan dengan lancar. Melalui kolaborasi dan kerja sama yang efektif, diharapkan pertumbuhan ekonomi di tingkat desa dapat menguat dan Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah tersebut dapat terus berkembang.
Baca Juga : Pelaku UMKM Turut Ramaikan Gelaran Surabaya Printing Expo 2023
ASEAN Rural Culture Expo memiliki peran ganda, yaitu sebagai platform untuk mengangkat produk-produk unggulan dari desa-desa dan sekaligus sebagai wadah untuk melestarikan warisan budaya dan keanekaragaman masyarakat perdesaan di kawasan ASEAN.
“Kami percaya bahwa melalui pameran ini, desa-desa dapat memperkenalkan produk-produk unggulan mereka dan secara bersamaan mempromosikan budaya dan identitas khas dari wilayah perdesaan,” jelas Menteri Halim.
Pameran ini juga mempunyai peran strategis sebagai media pertukaran pengetahuan dan pengalaman lapangan bagi masyarakat perdesaan dari berbagai negara anggota ASEAN.
Sumber : Antara News





