
SuaraUMKM, Jakarta – Yudhi Zufrial, General Manager BNI Tokyo, membagikan tiga hal penting yang harus diketahui oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat berhasil di pasar Jepang. Tiga pilar utama bisnis di Jepang yang perlu diperhatikan adalah kualitas, layanan, dan kepercayaan.
Menurut Yudhi, dengan mengedepankan ketiga pilar ini, produk UMKM Indonesia dapat memiliki daya saing yang lebih kuat dan disukai oleh konsumen Jepang.
“Kualitas itu nomor satu mulai dari bahan baku, proses produksi, dan hasil akhir,” kata Yudhi dalam keterangan tertulis, Minggu (26/5/2023).
Baca Juga : Puluhan Pelaku UMKM Turut Berpartisipasi Dalam Gelaran IIFEX 2023
Ia menekankan bahwa semua produk yang dihasilkan oleh UMKM harus memiliki kualitas yang konsisten dan terstandardisasi.
“Tidak bisa hari ini bagus tapi besok jelek. Itu akan mengecewakan konsumen,” ujarnya.
Poin penting kedua yang perlu diperhatikan adalah layanan. Yudhi menyatakan bahwa UMKM harus mampu memenuhi standar layanan yang diharapkan oleh konsumen atau mitra pengusaha di Jepang, termasuk dalam hal memenuhi tenggat waktu pengiriman barang sesuai perjanjian.
Selain itu, mitra pengusaha dan konsumen di Jepang juga sangat memperhatikan layanan purnajual. Yudhi mengungkapkan bahwa Jepang memiliki budaya layanan purnajual yang kuat, sehingga UMKM perlu dapat memuaskan pelanggan ketika terjadi keluhan atau masalah.
Baca Juga : Berkat Marketplace, Pengrajin Kuningan Ini Berhasil Tembus Pasar Luar Negeri
“Konsep ‘kaizen’, yang mengacu pada perbaikan berkelanjutan, sangat penting di sini. Hal ini juga harus menjadi perhatian bagi pelaku usaha yang ingin memasuki pasar Jepang,” jelasnya.
Faktor ketiga yang sangat menentukan adalah kepercayaan atau trust. Yudhi mengatakan bahwa produsen yang mampu memperoleh kepercayaan dari masyarakat Jepang diyakini akan lebih mudah untuk memasuki pasar negara lain.
“Ada anekdot di sini, kalau sudah bisa masuk ke pasar Jepang maka menembus negara lain itu sangat mudah. Itu karena di sini sangat detail dan teknis sekali,” tuturnya.
Lebih lanjut, Yudhi menyatakan bahwa BNI Tokyo berkomitmen untuk membantu UMKM yang memiliki orientasi ekspor. Salah satu program yang ditawarkan adalah BNI Xpora, yang ditujukan bagi nasabah BNI di Indonesia.
Sumber : detik.com





