
SuaraUMKM, Jakarta – Di Heritage Brass Semarang, berbagai macam kerajinan industri mebel yang terbuat dari kuningan tersusun rapi. Mita Nurul Fajar, pemilik usaha Heritage Brass, memiliki misi khusus untuk mengenalkan produk kuningan kepada generasi milenial yang kerap menganggapnya sebagai benda kuno.
Mita memanfaatkan marketplace sebagai strategi pemasaran. Generasi muda saat ini cenderung lebih sering menggunakan aplikasi belanja online, dan Mita melihat peluang ini sebagai cara untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat secara luas. Tidak hanya memasarkan produknya di pasar lokal, Heritage Brass kini juga telah mengirimkan produknya ke luar negeri, terutama ke California.
Di tempat kerja yang ramai, terlihat karyawan yang sedang dengan cermat menghaluskan barang-barang kerajinan. Heritage Brass menawarkan berbagai jenis produk, mulai dari penyangga rel, plat pelindung kaki meja, siku penyangga rak buku, lonceng bel, tempat lilin, gantungan gorden, dan masih banyak lagi.
Baca Juga : UMKM Kendal Ekspor Perdana Lada Hitam ke Uni Emirat Arab Senilai 1,5 Miliar
“Tujuan utama kami adalah memperkenalkan produk kuningan kepada generasi muda yang seringkali menganggapnya sebagai barang vintage atau sesuatu yang berasal dari masa lalu. Padahal, produk kerajinan kami ini luar biasa,” ungkap Mita saat memberikan keterangannya kepada media, Rabu (16/5).
Mita, yang sebelumnya merupakan lulusan kebidanan, memutuskan untuk beralih profesi menjadi seorang wirausaha. Melanjutkan usaha keluarganya yang telah berdiri sejak 20 tahun yang lalu di industri mebel dengan menggunakan material kuningan bukanlah perkara yang mudah.
Mita dihadapkan pada tantangan untuk terus berinovasi. Kini, pelanggan dapat memilih dan memodifikasi produk kerajinan yang akan mereka beli. Mita berusaha keras untuk mengenalkan produknya kepada masyarakat secara luas.
Baca Juga : Kisah Sukses Dua UMKM Kuliner Jawa Tengah Menembus Pasar Eropa
Menurut Mita, tantangan terbesar dalam memulai bisnis secara online adalah kurangnya kategori produk aksesori kuningan yang belum tersedia di marketplace. Meskipun pasar untuk produk tersebut terbilang kecil, hal itu tidak membuatnya menyerah.
“Pengiriman terjauh Heritage Brass selama kuartal I 2023 bahkan terjadi dari Kota Semarang ke Kota Banda Aceh,” ujar Mita.
Dalam sebulan, Heritage Brass menerima lebih dari 300 pesanan. Sebanyak 30-40 persen pesanan tersebut diperoleh melalui platform Tokopedia.
“Jadi, pengiriman produk kami terbagi menjadi 50 persen untuk pasar lokal dan 50 persen sisanya dikirim ke luar negeri, terutama ke California. Saya juga menerima pembeli dari Jepang melalui Tokopedia, saat ini masih berlangsung,” pungkas Mita.
Sumber : Radar Semarang





