
Penulis : Candra Winata
SuaraUMKM, Jakarta – Pusat Pendidikan dan Pelatihan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta telah mengadakan Pelatihan Pemasaran Produk Berbasis Digital bagi UKM angkatan 3 (DAK Non Fisik) tahun 2023 pada tanggal 06-08 Juni 2023. Acara pelatihan ini bertujuan untuk mendorong digitalisasi dan memperluas pasar bagi 50 Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di DKI Jakarta. Tempat pelaksanaan pelatihan adalah Gedung Pusdiklat PPKUKM Jakarta dan berlangsung selama 3 hari.
Kegiatan pelatihan ini diawali dengan pembukaan oleh Kepala Pusat Pusdiklat PPKUKM DKI Jakarta, Bapak Pilar Hendrani, yang menekankan pentingnya transisi UMKM ke era digitalisasi serta pemahaman yang baik tentang pemanfaatan digitalisasi untuk memperluas pasar produk yang dijual. Pada gelombang ke-3 ini, Bapak Pilar sangat mengapresiasi keikutsertaan para peserta pelatihan yang merupakan penyandang disabilitas. Jumlah peserta pelatihan disabilitas mencapai 7 orang. Bapak Pilar menyampaikan bahwa jika kita tidak memiliki semangat untuk naik kelas dalam usaha, kita harus malu dengan para saudara kita yang memiliki kekurangan namun tetap berjuang untuk berkembang. Ucapan tersebut disampaikan oleh Bapak Pilar saat membuka kegiatan pelatihan.

Salah satu narasumber dalam kegiatan ini adalah Coach Faran, pendiri Wiranesia, yang hadir untuk mengapresiasi inisiatif Pusdiklat PPKUKM dalam mendukung UMKM Go Digital. Coach Faran, yang telah terlibat sejak gelombang 1 hingga gelombang 3 dalam pelatihan ini, percaya bahwa dengan adopsi digitalisasi, UMKM akan mengalami peningkatan omset yang signifikan karena akses pasar mereka akan menjadi lebih luas.
Pelatihan Pemasaran Produk Berbasis Digital bagi UKM tahun 2023 bertujuan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan pada setiap UMKM agar lebih efektif dan efisien dalam menghadapi persaingan bisnis di era digital. Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penguasaan strategi pengembangan pemasaran produk melalui platform digital, serta memberikan dorongan kepada UMKM untuk meningkatkan daya saing, memperluas jaringan pemasaran produk, dan meningkatkan pangsa pasar mereka secara digital.

Coach Candra Winata, salah satu narasumber dalam pelatihan, merasa senang melihat antusiasme para pelaku usaha yang ingin belajar dan terus berkembang. Ia menyadari bahwa mengubah pola pemasaran digital yang kompleks menjadi tantangan, terutama bagi peserta pelatihan yang mayoritas adalah ibu rumah tangga. Namun, Coach Candra siap menghadapi tantangan tersebut dan berkomitmen untuk membantu para pelaku usaha agar mampu beradaptasi dengan teknologi digital setelah mengikuti pelatihan ini.
Salah satu peserta pelatihan, Ibu Maria Goreti yang akrab dipanggil Margo, merupakan peserta pelatihan dari kalangan disabilitas. Ia menyatakan kegembiraannya karena dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini. Margo menyadari kekurangan jika berwirausaha secara offline, oleh karena itu dengan adanya pelatihan digitalisasi Pemasaran Produk Berbasis Digital bagi UKM, usahanya dapat berkembang lebih baik. Margo juga menyadari betapa sulitnya jika harus hanya berjualan secara offline saja, terlebih lagi dengan keterbatasannya.

Pelatihan ini melibatkan narasumber lainnya seperti Coach Dina, Coach Gustin, Coach Rudy dan Coach Eny dari Wiranesia. Bagi UMKM yang ingin meningkatkan omset bisnis mereka dengan Go Digital, pelatihan ini menjadi wajib diikuti karena memberikan pondasi pengetahuan dan strategi pemasaran produk berbasis digital yang dapat membantu UMKM dalam memasarkan produk dan meningkatkan pangsa pasar mereka secara digital.





