spot_img

KemenkopUKM Gandeng BEI Tuk Berikan Penguatan UMKM Hingga Naik Kelas Dan Listing Di Bursa Saham

KemenkopUKM Gandeng BEI Tuk Berikan Penguatan UMKM Hingga Naik Kelas Dan Listing Di Bursa Saham, sumber : Istimewa

SuaraUMKM, Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) berkolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan penguatan kapasitas pelaku UMKM untuk naik kelas hingga menjadi perusahaan publik dan listing di bursa saham.

Upaya tersebut dimulai dengan penandatanganan MoU antara KemenkopUKM dengan Direktur Utama BEI.

“Kerja sama ini untuk mempercepat semakin banyaknya pelaku UMKM yang Go Public, memanfaatkan alternatif permodalan di luar pembiayaan perbankan,” kata Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki, dalam keterangan tertulis, Rabu (7/6).

Teten juga mengapresiasi adanya Papan Akselerasi sebagai kebijakan yang inovatif dari BEI untuk memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM agar bisa listing di bursa saham.

“Alternatif pendanaan yang tepat bagi usaha skala menengah adalah skema investasi melalui pasar modal,” ucap Teten.

Ia mencontohkan UMKM yang berkembang menjadi perusahaan besar dan mampu mencatatkan sahamnya di pasar modal, yaitu PT Sari Kreasi Boga Tbk (Kebab Baba Rafi), PT Tourindo Guide Indonesia (PGJO), dan lainnya.

“Ini menjadi inspirasi bagi para pelaku UMKM lainnya untuk dapat masuk ke pasar modal. Kunci utama UMKM naik kelas adalah tata kelola bisnis yang baik,” ujarnya.

Menurutnya, jika menunggu usaha kecil tumbuh secara organik, waktunya akan lama. Padahal, banyak sektor usaha sejenis yang bisa diagregasi dan dikonsolidasi agar membuat skala usaha mereka masuk batas minimum sehingga bisa listing di bursa saham.

“Maka, perlu ada keterlibatan dari inkubator untuk meningkatkan skala usaha dan merapikan sistem keuangan pelaku UMKM,” kata Teten.

Oleh karena itu, Teten mengapreasiasi Papan Akselerasi IDX Incubator dapat menjadi akselerator dalam mendukung pertumbuhan dan pengembangan UMKM di sektor pasar modal.

“Harus segera kita buat short list, mana yang bisa kita inkubasi, kemudian kita dorong untuk IPO. Dengan cara seperti itu, saya yakin akan semakin banyak UMKM yang listing,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Menparekraf Sandiaga Uno Berikan Kiat Sukses bisnis Bagi Pelaku UMKM Dan Ekonomi Kreatif Situbondo

Dirut BEI Iman Rachman menyebutkan, poin utama kerja sama tersebut adalah mempromosikan UKM-UKM yang ada di Indonesia untuk bisa listing di lantai bursa. “Kami bukan hanya menyiapkan papannya, tapi juga melakukan bimbingan,” kata Iman.

Iman menyebut, melalui IDX Inkubator bakal melakukan pendampingan bagi para pelaku UKM agar mereka siap untuk listing atau melakukan IPO.

“Yang sudah siap bisa langsung, yang belum siap kita lakukan pendampingan. Jadi, tugas IDX Inkubator adalah menyiapkan UKM agar siap listing,” ucap Iman.

Dirut BEI berharap dengan adanya kerja sama ini proses inkubasi UKM bisa berjalan lebih cepat lagi sehingga mendorong UKM listing di lantai bursa.

Adapun Papan Akselerasi ada sejak 2021. Saat ini, sudah ada sebanyak 33 perusahaan UKM yang sudah IPO.

Sumber Informasi : Antaranews.com

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Tidak Harus Punya Modal Besar! Cara Menemukan Ide Bisnis dari Pekerjaan dan Keahlian Anda

Series Employee-Preneur - Bagian 4 | tidak harus langsung...

Respons Ancaman MSCI, Coach Faran Dorong UMKM Jadi Patriot Bursa dan Perkuat Investor Lokal

suaraumkm, Jakarta, 23 Oktober 2026 – Isu potensi reklasifikasi...

Dampak Karhutla Kalimantan Ancam Usaha Lokal, Pakar UMKM Minta Intervensi Pemerintah

Jakarta, 16 Oktober 2026 - Bencana kebakaran hutan dan...

Punya Mimpi Bisnis, tetapi Takut Gagal? Kenali 5 Ketakutan yang Menghambat Karyawan Menjadi Pengusaha

Series Employee-Preneur - Bagian 3 : Jangan Menunggu Sampai...