spot_img

Dorong Pertumbuhan UMKM, HIPMI Luncurkan Akademi UMKM

Akademi UMKM yang diluncurkan oleh HIPMI bertujuan salah satunya adalah untuk meningkatkan jumlah wirausaha muda di Indonesia. (Dok. Istimewa)
Akademi UMKM yang diluncurkan oleh HIPMI bertujuan salah satunya adalah untuk meningkatkan jumlah wirausaha muda di Indonesia. (Dok. Istimewa)

SuaraUMKM, Jakarta – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah lama menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Namun, di tengah ancaman resesi yang masih mengintai, perlu dilakukan upaya untuk memperkuat sektor UMKM guna menjaga keberlanjutan dan kemajuan ekonomi negara.

Menyadari pentingnya penguatan UMKM di masa krisis, Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) bidang UMKM dan Koperasi meluncurkan Akademi UMKM pada Senin (8/5) yang lalu.

“Salah satu sektor yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19 adalah UMKM, dan dampak ini turut mempengaruhi perekonomian nasional secara keseluruhan. Kita memahami betapa besar kontribusi UMKM dalam perekonomian nasional,” ujar Ketua Umum BPP Hipmi, Akbar Himawan Buchari seperti dikutip pada Rabu (10/5/2023).

Baca Juga : Masih Minim, Baru 17% UMKM di Indonesia yang Sudah Go Digital

Ketua Bidang UMKM dan Koperasi BPP Hipmi, Tri Febrianto, menambahkan bahwa UMKM memainkan peran strategis dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam menghadapi krisis, seperti yang dialami pada krisis moneter tahun 1998. Pelaku usaha kecil dapat melewati masa-masa sulit tersebut dan tetap bertahan.

Tri Febrianto menilai bahwa UMKM, sebagai bagian yang mandiri dalam perekonomian Indonesia, memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Inilah yang menjadi dasar dari peluncuran Akademi UMKM oleh BPP Hipmi.

“UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, yaitu sebagai sarana untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan tingkat ekonomi masyarakat kecil,” ucap Tri Febrianto yang akrab dipanggil Buyung.

Dia menjelaskan bahwa salah satu tujuan dari peluncuran Akademi UMKM adalah untuk meningkatkan jumlah wirausaha muda di Indonesia. Saat ini, angka wirausaha di Indonesia masih sangat rendah.

Baca Juga : BPS Sebut Semakin Banyak Penduduk Indonesia yang Ingin Menjadi Pengusaha

BACA JUGA :  Kunjungan Ke Bangka Belitung, Sandiaga Sambangi IKM Olahan Laut Desa Kurau

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), dari populasi penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 250 juta jiwa, hanya sekitar 3,47% atau sekitar 9 juta orang yang terlibat dalam kegiatan wirausaha.

“Angka ini masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan Singapura yang mencapai 8,5%, serta Malaysia dan Thailand yang sudah mencapai 4,5%,” ungkap Buyung, yang juga merupakan alumni Universitas Hasanuddin.

Dia menegaskan bahwa peningkatan jumlah dan kualitas wirausaha muda di Indonesia adalah suatu kebutuhan mendesak bagi kelangsungan dan kemajuan pembangunan ekonomi Indonesia.

Argumen ini tidaklah tanpa dasar yang kuat. Menurut Buyung, wirausaha muda yang bergerak di sektor UMKM memiliki kontribusi besar dalam peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB), menciptakan lapangan kerja, dan menarik investasi di Tanah Air.

Sumber : Sindonews

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Dorong Kedaulatan Ekonomi Rakyat, BRI Menara BRILiaN Berpartisipasi di Seminar Nasional Kopdes Merah Putih

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui...

Jumat Berkah, BRI BO Gatot Subroto Tebar 90 Paket ke Panti Asuhan Khoirul Ittihad Jakarta

JAKARTA - Semangat berbagi kembali digaungkan BRI. Kali ini...

Wawasan Nusantara: Panduan Lama untuk Tantangan Baru

Penulis : Daffa Atha Zafran Mahasiswa Program Studi Ilmu komunikasi...

International Webinar 2026 Bahas Dampak Geopolitik Global terhadap Pertumbuhan Bisnis Dalam Negeri

Bandung, 9 Juni 2026 — Perubahan geopolitik global kini...