spot_img

Masih Minim, Baru 17% UMKM di Indonesia yang Sudah Go Digital

Coach Faran dari Wiranesia Foundation memberikan materi mengenai UMKM Go Digital. Wiranesia adalah salah satu dari sekian banyak lembaga kewirausahaan yang membantu UMKM Go Digital. (Dok. Suara UMKM)
Coach Faran dari Wiranesia Foundation memberikan materi mengenai UMKM Go Digital. Wiranesia adalah salah satu dari sekian banyak lembaga kewirausahaan yang membantu UMKM Go Digital. (Dok. Suara UMKM)

SuaraUMKM, Jakarta – Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang besar dan bisa ditingkatkan dengan mentransformasi penjualan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui digitalisasi. Saat ini, hanya sekitar 12,5 juta UMKM yang sudah mulai Go Digital, menurut laporan dari Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dedy Permadi.

Presiden Joko Widodo sebelumnya telah menetapkan target ekonomi digital Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) sampai tahun 2030 sebesar 18%. Ini menunjukkan bahwa ada peluang besar bagi generasi muda untuk memanfaatkan UMKM, mengingat kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia mencapai 61%.

Baca Juga : Sri Mulyani Ungkap Alasan Mengapa UMKM Harus Go Digital

Namun, Dedy Permadi juga menunjukkan bahwa UMKM di Indonesia yang sudah go online masih sangat sedikit. Sebelum pandemi Covid-19, hanya ada 9,6 juta partisipan. Setelah pandemi, jumlah partisipan meningkat menjadi 12,5 juta atau hanya 17% dari total jumlah UMKM di Indonesia.

“Kita masih mempunyai ruang 84% UMKM yang belum go online atau go digital. Ini menyimpan potensi-potensi luar biasa besar untuk kita semua,” ujarnya.

Baca Juga : Google Ungkap Peluang Besar Untuk UMKM yang Go Digital

Dedy Permadi mengatakan bahwa situasi ini menyimpan potensi-potensi luar biasa besar untuk Indonesia. Oleh karena itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini. Menurutnya, UMKM yang belum berpartisipasi dalam ekonomi digital dapat memperoleh banyak manfaat dengan menjual produk mereka melalui platform digital.

Sementara itu, Dedy Permadi juga menyatakan bahwa potensi ekonomi digital Indonesia sangat besar. Pada 2020, valuasi ekonomi digital Indonesia berkontribusi USD44 miliar atau 40% dari total valuasi ekonomi digital di Asia Tenggara. Namun, jika dilihat dalam konteks PDB Indonesia, kontribusi ekonomi digital masih rendah yakni sekitar 4%.

BACA JUGA :  Banyak Pelaku UMKM Baru Yang Mengikuti Program Wiranesia Inkubator

“Ini yang mengharuskan negara untuk menggenjot lagi upaya-upaya untuk memanfaatkan ekonomi digital Indonesia agar lebih kontributif terhadap PDB negara,” pungkasnya.

Sumber : IDX Channel

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Setelah Business Check Up, Apa yang Harus Diperbaiki? Kenali Strategi 5P untuk UMKM

SuaraUMKM, Jakarta - Setelah melakukan Business Check Up, mungkin...

Business Check Up: Sudah Sehatkah Bisnis UMKM Anda?

Pada artikel sebelumnya, kita membahas bahwa UMKM naik kelas...

Kenapa Banyak UMKM Sulit Naik Kelas? Coba Cek 5 Pondasi Bisnis Ini

Banyak pelaku UMKM menganggap naik kelas berarti omzet harus...

Dorong Kedaulatan Ekonomi Rakyat, BRI Menara BRILiaN Berpartisipasi di Seminar Nasional Kopdes Merah Putih

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui...