Puluhan UMKM di Jatim Ikuti Workshop Menyusun Ide Konten Ramadan

0
238
Puluhan UMKM di Jawa Timur mengikuti workshop mengenai penyusunan konten untuk membantu branding usaha mereka saat Ramadan tiba. (Dok. Diskominfo Jatim)
Puluhan UMKM di Jawa Timur mengikuti workshop mengenai penyusunan konten untuk membantu branding usaha mereka saat Ramadan tiba. (Dok. Diskominfo Jatim)

SuaraUMKM, Jakarta – Puluhan UMKM di Jawa Timur belajar menyusun ide konten Ramadan melalui workshop yang diselenggarakan oleh KUKM Space Provinsi Jawa Timur dan PEPPU.ID.

Workshop yang diadakan pada Senin (13/3/2023) dihadiri oleh lebih kurang 30 peserta secara luring di Co-working Space KUKM, Gedung Galeri Batik Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur (Diskop-UKM Jatim).

Menurut laman resmi Diskop-UKM Jatim, pelatihan ini diselenggarakan untuk mendukung UMKM meningkatkan kualitas konten media sosial yang dimiliki selama Ramadan. Rihhadata Aisy dan Gerbera Timani dari PEPPU.ID hadir sebagai narasumber dalam workshop ini.

Baca Juga : Dalam Upaya Naik Kelas 50 UMKM Binaan Rumah BUMN Telkom Merauke mengikuti Pelatihan Foto Produk

Gabby, sapaan akrab Gerbera, memulai presentasi dengan menjelaskan bahwa terdapat beberapa tahapan yang perlu dipersiapkan dalam pembuatan konten media sosial. Tahapan ini meliputi riset pasar, riset konten, hingga ke tahap content creation.

“Semua harus dimulai dengan perencanaan dan klasifikasi yang jelas. Jadi harus ada riset dulu, baru ke pembuatan. Namun setelahnya juga perlu diikuti dengan evaluasi dan konsistensi,” ujar Gabby.

Mengenai riset pasar, Gabby menjelaskan bahwa ada dua hal yang dapat dijadikan panduan dalam prosesnya, yakni analisis competitor dan brand identity.

Baca Juga : Apa Itu Big Data dan Manfaatnya Bagi UMKM?

Analisis competitor merupakan membandingkan produk dengan pesaing sejenis, sedangkan brand identity merupakan citra yang ingin dibangun oleh suatu brand.

Rihhadata melanjutkan materi dengan menjelaskan mengenai riset konten. Dalam menentukan hal tersebut, analisis target market dapat dilakukan, yaitu mulai dari segmentasi berdasarkan demografik, geografik, dan psikografik audiens.

“Dengan membuat customer persona, dapat membantu konten lebih terarah. Dengan demikian, dari masing-masing persona yang telah dibangun dapat diekspor menjadi konten lain sebanyak-banyaknya,” jelas Rihhadata.

BACA JUGA :  Inilah Sektor UMKM yang Paling Tinggi Adopsi Digitalnya Menurut Riset

Sumber : Diskominfo Jawa Timur

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini