spot_img

Pemkab Bantul Dukung Kegiatan Festival UMKM Santri Dari Berbagai Pondok Pesantren Sebagai Upaya Konsolidasi Ekonomi Santri

Pemkab Bantul Dukung Kegiatan Festival UMKM Santri Dari Berbagai Pondok Pesantren Sebagai Upaya Konsolidasi Ekonomi Santri, Sumber : Istimewa

SuaraUMKM, Jakarta – Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendukung kegiatan Festival Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Santri dari berbagai pondok pesantren se-provinsi DIY sebagai upaya konsolidasi ekonomi dari santri.

“Di dalam Festival UMKM Santri ini yang paling penting adalah bagaimana para santri ini melakukan konsolidasi ekonomi yang sudah pernah dimulai oleh para ulama, kiai dulu,” kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat pengarahan pembukaan Festival UMKM Santri di Bantul, Minggu.

Menurut dia, kiai terdahulu telah melakukan konsolidasi modal, bahkan tanah, lahan. Oleh karenanya para santri Kabupaten Bantul sebelum terjun lebih jauh di masyarakat, harus memiliki kemandirian dan semangat kewirausahaan, dan tergerak untuk melakukan kegiatan wirausaha.

“Maka marilah terus dibangun diasah pengetahuan dan keterampilan dalam ber-enterpreneur dan berwirausaha agar para santri ini menjadi santri-santri yang memiliki kemandirian dan kedigdayaan di dalam memberikan hikmahnya kepada umat, bangsa dan negara,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Pergerakan Relawan Kemanusiaan dan Lingkungan Indonesia (PRK-I) Luthfi Hizba Rusydia mengatakan, Festival UMKM Santri se-DIY yang digelarnya bekerja sama dengan PLN Peduli di Bantul ini merupakan puncak dari program ‘Empowering Santri’ yang telah dilaksanakan sejak 12 Desember 2022.

Menurut dia, sebanyak 30 santripreneur yang mewakili pondok pesantren se DIY dilibatkan dalam Festival UMKM ini untuk menampilkan produk mereka.

Dia mengatakan, masyarakat berbasis pesantren memiliki potensi yang besar dalam berwirausaha, namun yang menjadi salah satu permasalahan adalah kurangnya pemahaman terkait pemasaran, terlebih saat ini animo konsumen untuk berbelanja sangat tinggi dalam ranah digital.

“Kita mencari pondok pesantren yang memiliki potensi memproduksi tetapi minim dalam pemasaran. Setelah kita ‘tracking’ ada banyak potensi yang dimiliki santri, mereka memiliki produk, namun tidak paham pemasaran. Kami beri pelatihan agar produk mereka dapat langsung dipasarkan,” katanya.

BACA JUGA :  Roadshow Wiranesia Indonesia Cipayung Selaras Menuju Kebaikan

Dia mengatakan, target dari Festival UMKM Santri melalui program ‘Empowering Santri’ ini adalah para santripreneur dapat meningkatkan nilai transaksi dan memahami regulasi penjualan, mulai perijinan hingga pemasaran di ranah online maupun offline.

“Saya berharap agar Festival UMKM Santri ini menjadi simbol kebangkitan santri dan perekonomian di lingkungan pesantren, serta santripreneur lebih maksimal dalam menjalankan usahanya,” katanya.

Sementara itu, Manager PLN UPT 3 Yogyakarta, Ahmad Samsuri mengatakan mendukung kegiatan UMKM khususnya para santripreneur. Ke depan pihaknya terus mengadakan kegiatan serupa untuk meningkatkan kualitas pelaku UMKM agar mampu bersaing secara positif dengan wirausahawan lainnya.

“Kami mendukung untuk pengembangan UMKM, sehingga mereka selalu eksis dalam perekonomian. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat menumbuhkan enterpreneur baru untuk mengembangkan usaha,” katanya.

Sumber Informasi : Antaranews.com

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Dorong Kedaulatan Ekonomi Rakyat, BRI Menara BRILiaN Berpartisipasi di Seminar Nasional Kopdes Merah Putih

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui...

Jumat Berkah, BRI BO Gatot Subroto Tebar 90 Paket ke Panti Asuhan Khoirul Ittihad Jakarta

JAKARTA - Semangat berbagi kembali digaungkan BRI. Kali ini...

Wawasan Nusantara: Panduan Lama untuk Tantangan Baru

Penulis : Daffa Atha Zafran Mahasiswa Program Studi Ilmu komunikasi...

International Webinar 2026 Bahas Dampak Geopolitik Global terhadap Pertumbuhan Bisnis Dalam Negeri

Bandung, 9 Juni 2026 — Perubahan geopolitik global kini...