
SUARAUMKM.COM, Bekasi – Seminggu usai Lebaran, harga minyak goreng yang kini sudah membanjiri rak-rak ritel modern terpantau turun.
Kondisi berbeda pernah terjadi saat pemerintah memberlakukan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng Rp14.000/liter untuk minyak goreng dalam kemasan, Rp13.500/liter untuk minyak goreng curah. Pada saat itu, rak-rak minyak goreng di ritel modern selalu kosong. Pun stok minyak goreng curah di pasar tradisional yang terasa langka yang menyebabkan antrean mengular di banyak tempat penjualan minyak goreng.
Sejak pemerintah melepas harga minyak goreng ke mekanisme pasar mulai 16 Maret 2022, seketika stok-stok minyak goreng membanjiri pasar. Hanya saja harga meroket tajam hampir 100%, dengan rekor harga menembus Rp28.000/liter.
Berikut ini pantauan harga minyak goreng di gerai Indomaret seputaran Bekasi pada Minggu (8/5/2022):
– Sania kemasan pouch 2 liter Rp48.900 .
– Fortune kemasan pouch 2 liter Rp48.700.
Tampak merek minyak goreng yang tersedia di toko ini terbatas hanya Sania dan Fortune, meski di rak bawah tampak 1 jeriken minyak goreng merek Bimoli, namun tanpa banderol harga.
Beberapa banderol harga sejumlah merek terlihat ditutupi dengan tulisan ‘stok habis’.
Bergeser ke gerai ritel modern di sebelahnya, tampak stok minyak goreng di rak dalam jumlah lebih sedikit.
Berikut harga minyak goreng di gerai Alfamidi seputaran Bekasi pada Minggu (8/5/2022):
– Sunco kemasan pouch 2 liter Rp53.700.
– Fortune kemasan pouch 2 liter Rp46.300.
– Tropical kemasan pouch 1 liter Rp26.400.
“Iya sekarang harganya (Fortune) sekarang ada yang di bawah Rp50.000 yang 2 liter,” kata salah satu petugas kasir, Minggu (8/5/2022).
Sedangkan untuk banderol harga minyak goreng kemasan pouch 1 liter merek Sania adalah Rp27.000. Namun, barangnya sedang tidak tersedia.
Sementara itu, merujuk situs Informasi Pangan Jakarta mencatat, harga minyak goreng curah juga terpantau turun di hari Minggu, 8 Mei 2022. Harga turun menjadi Rp19.810 per kg, atau turun Rp1.017 dibandingkan harga hari Sabtu, 7 Mei 2022. Memang, harga tersebut masih lebih tinggi dibandingkan HET yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp14.000 per liter atau Rp15.500 per kg.(*)





