spot_img

Pasca Pandemi, Ayo Kita Semua Bantu UMKM Bangkit!

Foto: wiranesia.org

Oleh: Jamal Idris

Dampak pandemi Covid-19 telah memukul seluruh sektor perekonomian nasional, tak terkecuali terhadap sektor UMKM. Salah satu upaya pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19 adalah mendorong sektor UMKM, yang memiliki peran penting dalam perekonomian nasional karena banyaknya pekerja yang terlibat langsung.

Saat ini jumlah UMKM di Indonesia mencapai angka 64,19 juta. Dengan komposisi Usaha Mikro dan Kecil (UMK) sangat dominan yakni 64,13 juta (99,92%) dari keseluruhan sektor usaha. Kelompok ini pula yang merasakan imbas negatif dari pandemi Covid-19.

Dalam situasi krisis ekonomi seperti ini, sektor UMKM sangat perlu perhatian khusus dari semua stakeholder perekonomian nasional karena merupakan penyumbang terbesar terhadap PDB menjadi andalan dalam penyerapan tenaga kerja. Juga mensubtitusi produksi barang konsumsi atau setengah jadi.

Berdasarkan hasil survei Katadata Insight Center (KIC) yang dilakukan terhadap 206 pelaku UMKM di Jabodetabek, mayoritas UMKM sebesar 82,9% merasakan dampak negatif dari pandemi ini. Hanya 5,9% yang mengalami pertumbuhan positif. Kondisi Pandemi ini bahkan menyebabkan 63,9% dari UMKM yang terdampak mengalami penurunan omzet lebih dari 30%. Hanya 3,8% UMKM yang mengalami peningkatan omzet.

Survei KIC tersebut juga menunjukkan para UMKM melakukan sejumlah upaya untuk mempertahankan kondisi usahanya. Mereka melakukan sejumlah langkah efisiensi seperti: menurunkan produksi barang/jasa, mengurangi jam kerja dan jumlah karyawan dan saluran penjualan/ pemasaran. Meski begitu, ada juga UMKM yang mengambil langkah sebaliknya, yaitu menambah saluran pemasaran sebagai bagian strategi bertahan.

Sementara itu, hasil survei dari BPS, Bappenas, dan World Bank menunjukkan bahwa pandemi ini menyebabkan banyak UMKM kesulitan melunasi pinjaman serta membayar tagihan listrik, gas, dan gaji karyawan. Bahkan beberapa di antaranya terpaksa sampai harus melakukan PHK.

BACA JUGA :  Pengamat UMKM Yakin Prabowo Akan Berpihak Kepada Pengusaha Kecil

Kendala lain yang dialami UMKM antara lain sulitnya memperoleh bahan baku, permodalan, pelanggan menurun, distribusi dan produksi terhambat. Selain itu, perubahan Perilaku Konsumen dan Peta Kompetisi Bisnis juga perlu diantisipasi oleh para pelaku usaha karena adanya pembatasan kegiatan. Konsumen lebih banyak melakukan aktivitas di rumah dengan memanfaatkan teknologi digital.

Lebih jauh, perubahan lanskap industri dan peta kompetisi baru ditandai dengan empat karateristik bisnis yaitu Hygiene, Low-Touch, Less Crowd, dan Low-Mobility (CNBC Indonesia, 28 April 2021). Dari kondisi tersebut, dapat terlihat bahwa sektor UMKM yang mayoritas pelakunya adalah warga kelas menengah ke bawah terdampak besar akibat pandemi Covid-19. Perusahaan yang sukses di era pandemi merupakan perusahaan yang dapat beradaptasi dengan empat karakteristik tersebut.

Media Digital dan Momentun Kebangkitan UMKM

Di tengah situasi krisis yang cepat berubah, agar tetap mampu bersaing, para pelaku UMKM perlu dipastikan telah mendapatkan informasi terkini yang akurat. Saat ini, momentum semangat kebangkitan UMKM menyeruak diantara hiruk pikuk media informasi digital. UMKM dapat lebih cepat beradaptasi jika para pelakunya bersatu dan mampu menjadi subyek dalam peta perekonimian nasional.

Diperlukan adanya media yang dapat menjadi wadah informasi yang mutakhir, tepat dan akurat khusus untuk para pelaku UMKM. Salah satu media yang layak menjadi pilihan adalah portal berita SuaraUMKM.com yang hadir sebagai media informasi dan komunikasi bagi para pelaku bisnis, utamanya kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM, dalam menyuarakan dan mengakses informasi.

Mengusung tagline ‘Ekonomi Kerakyatan Untuk Indonesia’, SuaraUMKM.com yang telah memiliki basis pemirsa setia ini, merupakan salah satu media promosi online yang efektif dan telah menjadi salah satu acuan referensi bagi para pelaku usaha dalam pengambilan keputusan. Ke depan, diharapkan kehadiran media informasi khusus UMKM akan mampu mengawal kebangkitan UMKM di ajang perekonomian nasional.

BACA JUGA :  Kemenag Provinsi Sulawesi Tenggara Berikan Bimbingan Teknis Sertifikasi Halal Kepada 250 Pelaku UMKM Lokal

Akhirul kalam, penurunan jumlah penularan Covid-19 telah menumbuhkan optimisme sektor UMKM dapat pulih pada tahun 2022 ini. Di tengah sentimen positif bahwa kondisi perekonomian tahun ini akan membaik, kelompok UMKM harus mampu memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi untuk dapat pulih dan kembali berjaya.

Maju terus UMKM Indonesia!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Harapan Kolaborasi dengan Danantara, KOPMANTARA Perkuat Ekosistem Usaha Pengusaha Muda

SuaraUMKM, Jakarta, 6 Februari 2026 – Koperasi Pengusaha Muda...

Ajak Gaya Hidup Ramah Lingkungan, BRI Menara BRILiaN Hadirkan Mesin RVM

JAKARTA - Salah satu cabang BRI yaitu Menara BRILiaN...

Terima Kunjungan Siswa, BRI Lebak Bulus Kenalkan Dunia Perbankan Sejak Dini

JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Lebak Bulus...

Logo UMKM Bukan Sekadar Gambar:7 Prinsip Dasar Agar Brand Melekat di Ingatan Konsumen

Penulis: Eri Febriyanti Logo UMKM sering dianggap sekadar gambar penghias...