spot_img

Menilik Potensi Crowdfunding Sebagai Alternatif Pembiayaan UMKM

Akses pembiayaan menjadi kendala utama bagi UMKM dalam usahanya. Inisiatif seperti Indonesia Crowdfunding Exchange (ICX) bisa membantu UMKM melalui skema crowdfunding. (Kompas.com / Kiki Safitri)
Akses pembiayaan menjadi kendala utama bagi UMKM dalam usahanya. Inisiatif seperti Indonesia Crowdfunding Exchange (ICX) bisa membantu UMKM melalui skema crowdfunding. (Kompas.com / Kiki Safitri)

SuaraUMKM, Jakarta – Penguatan modal merupakan salah satu hambatan utama yang dihadapi oleh UMKM dalam mengembangkan usahanya. Untuk mengatasi kendala tersebut, telah hadir skema Securities Crowdfunding (SCF) atau Crowdfunding yang memberikan solusi bagi UMKM dalam memenuhi kebutuhan pendanaan jangka panjang.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), SCF merupakan metode pengumpulan dana dengan skema patungan yang dilakukan oleh pemilik bisnis atau usaha untuk memulai atau mengembangkan bisnis mereka.

Dalam skema ini, investor dapat membeli saham, obligasi, atau sukuk sebagai bentuk kepemilikan dan mendapatkan keuntungan sesuai dengan kontribusi dana yang mereka berikan. Salah satu platform populer untuk skema securities crowdfunding di Indonesia adalah Indonesia Crowdfunding Exchange (ICX).

Baca Juga : Kemenparekraf Dorong UMKM Manfaatkan Program AKSES 2023

Anggara Hayun Anujuprana, Direktur Akses Pembiayaan Kemparekraf menjelaskan bahwa Pemerintah melalui Kemenparekraf terus mendorong UMKM untuk go global, terutama sektor makanan dan minuman (F&B). Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mewujudkannya adalah melalui skema crowdfunding.

Pendapat Anggara ini sejalan dengan kampanye Kemenparekraf di sektor kuliner yang diberi judul “Indonesia Spice Up The World“. Kampanye ini bertujuan untuk mendukung kehadiran kuliner Indonesia di mancanegara.

“Dapat dibayangkan jika restoran Indonesia dapat dibuka di luar negeri, harapannya ekspor bumbu rempah dapat meningkat. Ini adalah hal yang dapat kita lakukan,” ujar Anggara saat peluncuran ICX di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada Senin (8/5).

Baca Juga : Kemenparekraf Dukung UMKM dengan Luncurkan Pendanaan Listing Saham di Pasar Modal

Tidak hanya itu, kehadiran restoran Indonesia di mancanegara juga diharapkan dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia dan mencoba berbagai kuliner lokal yang khas.

BACA JUGA :  Target 500 Koperasi Modern Di 2024, LPDB-KUMKM Lakukan Pembenahan Wujudkan Transformasi

Di sisi lain, Fiki Satari, Staf Khusus Menteri Koperasi dan UMKM, menyatakan bahwa skema crowdfunding dapat menjadi opsi pembiayaan yang layak bagi UMKM, terutama dalam menghadapi rendahnya penyaluran kredit dari perbankan ke sektor UMKM.

“Porsi kredit perbankan yang dialokasikan untuk UMKM ingin ditingkatkan menjadi 30 persen, mengingat saat ini baru mencapai 20 persen. Negara-negara maju telah mencapai 70-80 persen. Keterbatasan akses dana saat ini hanya terfokus pada IPO,” ungkap Fiki.

Sumber : Fortune Indonesia

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Perkuat Sektor UMKM, Pemkot Bengkulu Bagikan 50 Meja Portabel

BENGKULU - Upaya memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan...

BRI BO Gatot Subroto Salurkan Jumat Berkah ke Panti Asuhan Mizan Amanah

JAKARTA - Sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi...

Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji, Kemenhaj Gelar Expo UMKM Terintegrasi Manasik Haji

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah melalui Direktorat Jenderal...

BRI BO BRIlian Kunjungi Merchant, Penetrasi Pengunaan Mesin EDC

JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia Branch Office Menara BRILiaN...