
SuaraUMKM, Jakarta – Dalam semangat memperingati Hari Kartini, bank bjb kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kegiatan bertajuk “Bincang Bisnis dan Bazaar UMKM Wiranesia”. Mengangkat tema pemasaran digital, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang edukasi, tetapi juga momentum penguatan ekosistem kewirausahaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Bertempat di Graha Wiranesia, acara ini menghadirkan 45 pelaku UMKM binaan Wiranesia yang aktif mengembangkan usahanya. Kehadiran para pelaku usaha ini mencerminkan semangat kolaboratif yang terus dibangun dalam ekosistem Wiranesia, sebuah wadah pemberdayaan wirausaha yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan daya saing.

Coach Faran selaku Founder Wiranesia dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap langkah konkret bank bjb yang dinilai konsisten dalam mendukung UMKM, khususnya dalam aspek literasi digital dan akses keuangan. Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi kunci dalam menciptakan wirausaha yang tangguh dan adaptif di era digital.
“Wiranesia hadir sebagai ekosistem yang mendorong pelaku UMKM untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas. Dukungan dari bank bjb memperkuat upaya kami dalam menciptakan wirausaha yang siap bersaing di pasar yang lebih luas,” ungkap Coach Faran Founder Wiranesia .

Program ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan bank bjb dalam memperkuat fondasi UMKM agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Di tengah dinamika pasar yang semakin kompetitif, pelaku UMKM dituntut untuk memiliki kemampuan pemasaran digital yang mumpuni, sekaligus pengelolaan keuangan yang baik.
Menariknya, kegiatan ini juga menyoroti peran penting perempuan dalam sektor UMKM. Banyak pelaku usaha yang terlibat merupakan perempuan tangguh yang menjalankan bisnis sambil menopang perekonomian keluarga. Semangat ini sejalan dengan nilai-nilai perjuangan Kartini dalam mendorong kemandirian dan pemberdayaan perempuan.
Melalui sesi edukasi, peserta mendapatkan pemahaman praktis terkait strategi pemasaran digital, mulai dari pemanfaatan media sosial hingga optimalisasi platform online untuk meningkatkan penjualan. Tak hanya itu, bank bjb juga memberikan literasi keuangan serta memperkenalkan berbagai layanan perbankan yang dapat mendukung pengembangan usaha, termasuk akses pembiayaan dan kemudahan transaksi.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang acara, terutama saat sesi diskusi interaktif. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan edukasi dan pendampingan masih menjadi faktor penting dalam pengembangan UMKM.

Kolaborasi antara bank bjb dan Wiranesia menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara lembaga keuangan dan ekosistem kewirausahaan mampu menciptakan dampak yang lebih luas. Ke depan, bank bjb berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program edukatif dan kolaboratif guna memperkuat sektor UMKM di Indonesia.
Dengan dukungan yang konsisten, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang menjadi wirausaha yang profesional, inovatif, dan berdaya saing tinggi di pasar nasional maupun global.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan layanan bank bjb, masyarakat dapat mengunjungi kantor cabang terdekat, menghubungi bjb Call 14049, atau mengakses situs resmi mereka.
bank bjb berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan.

Profil Coach Faran
Coach Faran, atau Faransyah Agung Jaya, adalah seorang pelatih bisnis dan penggiat kewirausahaan yang aktif dalam mendampingi UMKM di Indonesia. Sebagai founder Wiranesia Foundation, ia telah berkontribusi dalam berbagai program inkubasi dan akselerasi bisnis bagi pelaku UMKM, termasuk digitalisasi usaha, strategi pemasaran, serta penguatan kapasitas manajerial. Dengan pengalaman luas di bidang kewirausahaan dan pengembangan kompetensi SDM, Coach Faran menjadi salah satu tokoh utama dalam mendukung UMKM untuk naik kelas melalui pelatihan dan pendampingan yang berbasis praktik nyata.





