spot_img

MenkopUKM Teten Masduki Kunjungi METI Dalam Upaya Perkuat kerjasama UMKM Indonesia Dan Jepang

MenkopUKM Teten Masduki Kunjungi METI Dalam Upaya Perkuat kerjasama UMKM Indonesia Dan Jepang, Sumber : Istimewa

SuaraUMKM, Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki menemui Wakil Menteri Parlemen METI (Ministry of Economy, Trade and Industry) Jepang Nagamine Makoto untuk memperkuat kerja sama kedua negara di bidang UMKM dan koperasi.

“Kerja sama Indonesia dan Jepang di bidang koperasi dan UMKM sudah berlangsung cukup lama sejak tahun 1978. Kami berharap kerja sama ini dapat ditingkatkan dan dapat memberikan manfaat lebih kepada kedua negara,” sebut MenKopUKM Teten Masduki seperti dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.

Dalam prioritas kebijakan Indonesia, kata Menteri Teten, Presiden Jokowi menetapkan kebijakan substitusi impor melalui afirmasi 40 persen belanja barang dan jasa pemerintah dan BUMN untuk produk UMKM. Kemudian terdapat kemudahan pembiayaan UMKM dengan meningkatkan rasio kredit perbankan untuk UMKM dari sekitar 21 persen saat ini menjadi 30 persen pada 2024.

“Kami juga melanjutkan hilirisasi komoditas unggulan oleh UMKM. Seperti rumput laut, perikanan (termasuk udang, kepiting, dan sidat), natural ingradient, bio farmaka, buah-buahan, bambu, kelapa, kelapa sawit, dan peningkatan nilai tambah bagi komoditas unggulan tersebut,” tuturnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga mengembangkan startup dan melakukan digitalisasi UMKM. Serta, peningkatan kemitraan dan akses pasar UMKM masuk ke dalam rantai pasok global.

Untuk itu, Menteri Teten mengharapkan dukungan METI agar inisiatif kerja sama yang telah dijajaki selama di Jepang, termasuk bersama IFC, Small and Medium Enterprise-Organization for Small & Medium Enterprises and Regional Innovation, Japan (SMRJ), Pemerintah Kota Gamagori dan sejumlah industri di Jepang dapat ditindaklanjuti bersama.

“Sehingga terwujud kerja sama konkrit yang menguntungkan para pelaku UMKM di Indonesia dan Jepang,” katanya.

Lebih lanjut, Teten juga bersama jajaran juga bertemu Tokyo SME Center dan perusahaan pengolahan rumput laut. Pada pertemuan dengan Tokyo SME Center, ia mengatakan, bahwa Indonesia memiliki Smesco sebagai lembaga pemasaran koperasi dan UKM Indonesia.

BACA JUGA :  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Luncurkan KUR Super Mikro Tuk Mudahkan Akses Seluruh Pelaku UMKM Lokal Dalam Masalah Permodalan

Indonesia pun juga disampaikannya sedang melakukan hilirisasi produk tambang dan tidak lagi akan mengirim bahan baku. Kemudian kebijakan substitusi impor untuk pengadaan barang pemerintah yakni 40 persen APBN untuk membeli produk lokal serta lokal konten 100 persen untuk perusahaan besar.

“Kami mengajak SME Jepang untuk join venture dengan UKM Indonesia. Kerja sama dengan Tokyo SME dengan Smesco. Indonesia rangking enam startup di dunia. Penting untuk dikerjasamakan dengan startup di Jepang,” ajaknya.

Sumber Informasi : Antaranews.com

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Dorong Kedaulatan Ekonomi Rakyat, BRI Menara BRILiaN Berpartisipasi di Seminar Nasional Kopdes Merah Putih

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui...

Jumat Berkah, BRI BO Gatot Subroto Tebar 90 Paket ke Panti Asuhan Khoirul Ittihad Jakarta

JAKARTA - Semangat berbagi kembali digaungkan BRI. Kali ini...

Wawasan Nusantara: Panduan Lama untuk Tantangan Baru

Penulis : Daffa Atha Zafran Mahasiswa Program Studi Ilmu komunikasi...

International Webinar 2026 Bahas Dampak Geopolitik Global terhadap Pertumbuhan Bisnis Dalam Negeri

Bandung, 9 Juni 2026 — Perubahan geopolitik global kini...