spot_img

Pelaku UMKM Bakal Dilibatkan dalam Industri Hilir SDA

Ade Sri Rahayu dari Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) adalah salah satu contoh yang sukses usahanya berkat hilirisasi UMKM. (Bisnis/Nugroho Nafika Kassa)
Ade Sri Rahayu dari Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) adalah salah satu contoh yang sukses usahanya berkat hilirisasi UMKM. (Bisnis/Nugroho Nafika Kassa)

SuaraUMKM, Jakarta – Asosiasi Industri UMKM Indonesia (Akumandiri) menyambut dengan baik rencana Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki yang mendorong pelaku UMKM untuk terlibat dalam hilirisasi sumber daya alam (SDA).

Hermawati Setyorinny, Ketua Umum Akumandiri, mengungkapkan bahwa melibatkan UMKM dalam proses hilirisasi merupakan langkah yang tepat. Dengan demikian, akan tercipta peluang usaha baru bagi UMKM.

“Mengingat pentingnya upaya pengembangan industri hilir di dalam negeri, melibatkan UMKM akan meningkatkan nilai tambah produk industri terkait dengan sumber daya alam,” ungkap Hermawati seperti dilansir oleh Media Indonesia pada Kamis, 13 Juli 2023.

Baca Juga : Berkat Hilirisasi, UMKM Kopi Toraja Ini Sukses di Pasar Internasional

Menurut Hermawati, partisipasi UMKM dalam hilirisasi juga akan memberikan berbagai nilai tambah, seperti penguatan struktur industri nasional, peningkatan penyerapan tenaga kerja, pengembangan wilayah industri, transfer teknologi, penghematan devisa, peningkatan penerimaan devisa, dan peningkatan penerimaan pajak pemerintah.

Selain itu, Hermawati juga meminta pemerintah untuk memastikan aspek teknis, persyaratan, dan prosedur yang terlibat. Semua ini harus benar-benar mengutamakan kepentingan UMKM yang terlibat dalam hilirisasi.

“Saya berharap pemerintah benar-benar melibatkan UMKM dalam menggarap produk hasil hilirisasi, dan tentunya didukung dengan pelatihan, pembinaan, dan pendampingan yang maksimal,” ujar Hermawati.

Sebelumnya, Menkop UKM Teten mengungkapkan keinginannya agar pelaku UMKM terlibat dalam agenda hilirisasi sumber daya alam yang digulirkan pemerintah. Menurutnya, UMKM dapat berperan dalam memproduksi produk hilir sebagai upaya mengembangkan bisnis.

Baca Juga : Syarat Agunan Jadi Batu Sandungan UMKM Pinjam ke Bank

“Jadi nanti misalnya untuk produk nikel, contohnya produk hilirnya seperti piring, sendok, garpu, pisau, produk-produk kesehatan juga ada yang berbahan baku nikel, ini harus koperasi,” kata Teten di Kantor Kemenkop UKM, Jakarta.

BACA JUGA :  Riset INDEF : UMKM Rajai E-Commerce Namun Produk Impor Mendominasi Pasar

Teten menjelaskan bahwa seperti koperasi petani yang telah diberikan izin untuk memproduksi beberapa komoditas minyak, seperti minyak makan merah, pelaku UMKM juga dapat menggunakan produk turunan minyak makan merah sebagai suplemen vitamin.

“Selain itu, kita juga membidik sumber daya unggulan seperti minyak atsiri, kita penghasil minyak esensial di dunia, jadi industri parfum itu kan bahan bakunya 95 persen dari indonesia, kenapa tidak hilirisasi di sini? Karena ini termasuk yang mau kita hilirisasi,” pungkas Teten.

Sumber : MetroTV News

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Wawasan Nusantara: Panduan Lama untuk Tantangan Baru

Penulis : Daffa Atha Zafran Mahasiswa Program Studi Ilmu komunikasi...

International Webinar 2026 Bahas Dampak Geopolitik Global terhadap Pertumbuhan Bisnis Dalam Negeri

Bandung, 9 Juni 2026 — Perubahan geopolitik global kini...

BRI Bekasi Siliwangi Meriahkan CFD di GOR Patriot Bareng BRImo

BEKASI - BRI terus memberikan manfaat kepada masyarakat dan...

Optimalkan Layanan & Pengembangan Bisnis, BRI KCP Cibitung Relokasi Kantor ke MM2100

CIBITUNG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui...