spot_img

OJK : Pembiayaan UMKM Lewat Pinjol Terus Meningkat

Adanya peningkatan pinjaman menunjukkan bahwa P2P lending atau biasa dikenal sebagai pinjol dinilai fleksibel bila dibandingkan lembaga perbankan atau perusahaan pembiayaan konvensional. (Dok. SinergiPOS)
Adanya peningkatan pinjaman menunjukkan bahwa P2P lending atau biasa dikenal sebagai pinjol dinilai fleksibel bila dibandingkan lembaga perbankan atau perusahaan pembiayaan konvensional. (Dok. SinergiPOS)

SuaraUMKM, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat perkembangan yang signifikan (outstanding) dalam pembiayaan fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman online pada bulan Mei 2023. Jumlah pembiayaan yang mencapai Rp51,46 triliun ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 28,11% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dari total pembiayaan tersebut, sekitar 38,39% diberikan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penyaluran pembiayaan ini terbagi antara UMKM perseorangan sebesar Rp15,63 triliun dan badan usaha UMKM sebesar Rp4,13 triliun.

Baca Juga : 80 Persen UMKM Masih Belum Memiliki Akses Perbankan

“Data oustanding pembiayaan tersebut adalah nilai pokok pinjaman dari masyarakat yang masih beredar melalui pinjaman online di mana jumlahnya mash bisa naik ataupun turun serta bukan angka pinjaman yang bermasalah,” ujar Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK, Aman Santosa dalam keterangannya, Sabtu 8 Juli 2023.

Sementara itu, dalam industri fintech P2P lending atau pinjaman online, terdapat indikator Tingkat Wanprestasi 90 hari (TWP90) yang mengukur tingkat kredit macet. Meskipun TWP90 sedikit meningkat menjadi 3,36% hingga Mei 2023, namun tetap berada di bawah ambang batas yang ditetapkan. Pada bulan April 2023, tingkat kredit macet tersebut sebesar 2,82%.

Pertumbuhan yang pesat dalam pembiayaan pinjaman online menunjukkan peran penting fungsi intermediasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan pelaku UMKM akan akses keuangan yang mudah dan cepat. Pembiayaan melalui pinjaman online dinilai lebih fleksibel dibandingkan melalui lembaga perbankan atau perusahaan pembiayaan konvensional.

Baca Juga : Ini Sebab Mengapa Banyak UMKM Melirik Pinjaman Online

“OJK juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai instrumen komunikasi untuk memanfaatkan pinjaman online in secara bijak seperti untuk kebutuhan yang produktif dan bukan untuk kepentingan konsumtif,” pungkas Aman Santosa.

BACA JUGA :  Solo Gencarkan Peluang Ekspor, Ini Syarat Agar UMKM Lolos Kurasi

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memilih pinjaman online yang telah memperoleh izin resmi dari OJK. Saat ini, terdapat 102 perusahaan yang telah memiliki izin tersebut. Penting bagi masyarakat untuk tidak menggunakan layanan pinjaman online ilegal yang hanya akan merugikan mereka.

Sumber : InfoBank News

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Perkuat Sektor UMKM, Pemkot Bengkulu Bagikan 50 Meja Portabel

BENGKULU - Upaya memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan...

BRI BO Gatot Subroto Salurkan Jumat Berkah ke Panti Asuhan Mizan Amanah

JAKARTA - Sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi...

Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji, Kemenhaj Gelar Expo UMKM Terintegrasi Manasik Haji

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah melalui Direktorat Jenderal...

BRI BO BRIlian Kunjungi Merchant, Penetrasi Pengunaan Mesin EDC

JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia Branch Office Menara BRILiaN...