
SuaraUMKM, jakarta — Saat banyak orang berlomba menjual makanan kekinian demi viral sesaat, seorang ibu rumah tangga di Swarga Bara justru memilih jalur yang lebih berani: menjual Nasi Krawu Gresik dan Nasi Gudeg Jogja di Kalimantan Timur.
Pilihan yang terlihat “menyempal” ini nyatanya membawa Arifah Viviani, pemilik AlaMama Food & Cookies, melangkah konsisten sejak tahun 2018. Di tengah derasnya tren boba dan dessert box, Arifah tetap setia menyajikan makanan tradisional—dengan rasa otentik dan kehangatan rumahan yang tak tergantikan.
“Usaha ini awalnya lahir dari hobi masak dan kebiasaan berbagi makanan ke tetangga. Nggak pernah kepikiran buka usaha beneran… tapi ternyata permintaan terus datang,” kenang Arifah.
Makanan Tradisional di Tengah Tren Kekinian? Bisa Banget!
Tak sedikit yang bertanya, kenapa harus Nasi Krawu dan Gudeg di Kalimantan?
“Karena di sini banyak perantau dari Jawa yang rindu dengan masakan kampung halamannya. AlaMama hadir sebagai pengobat rindu itu,” jawab Arifah dengan yakin.
Namun tentu, bukan tanpa tantangan. Tak semua lidah lokal cocok. Tapi bagi Arifah, justru itulah momen untuk edukasi rasa, sekaligus memperluas wawasan kuliner lintas daerah.

Ketika Hidup Berubah, Mental Pengusaha Harus Siap Bangkit
Arifah mengaku awalnya tidak terlalu agresif dalam berjualan. “Suami saya bekerja, jadi saya jalani usaha ini santai saja,” katanya.
Namun segalanya berubah pada tahun 2022.
“Suami saya ‘dirumahkan’ karena kondisi kesehatan. Dari situlah titik baliknya. Saya terima semua pesanan yang masuk. Saya harus bantu nafkah keluarga. Dari dapur, saya mulai menjemput rezeki,” ujarnya.

Coach Faran: UMKM Ini Bukan Hanya Jualan, Tapi Bawa Nilai Budaya
Menurut Coach Faran, founder Wiranesia Digital Inkubator, kisah AlaMama adalah contoh kekuatan UMKM yang sebenarnya: mampu bertahan, beradaptasi, dan membawa nilai lebih dari sekadar produk.
“AlaMama bukan hanya jual makanan. Mereka jual cerita, budaya, dan kehangatan. UMKM seperti ini adalah penjaga warisan kuliner Indonesia yang justru relevan di era modern. Jangan remehkan kekuatan dapur rumahan,”
— Coach Faran

Dari Kue Kering ke Mini Market dan Bandara
Selain makanan berat, AlaMama Food & Cookies juga memproduksi kue kering, yang bahkan sudah dipasarkan di mini market, hotel, hingga bandara di Kalimantan. Semua itu diraih lewat ketekunan, bukan modal besar.
Ingin Dikenal Lebih Luas, Ingin Bertumbuh Lebih Kuat
Kini, Arifah ingin usahanya semakin dikenal oleh masyarakat luas, khususnya mereka yang merindukan makanan khas daerah namun sulit menemukannya di Kalimantan Timur.
“Saya percaya platform seperti SuaraUMKM.com bisa bantu pelaku usaha kecil seperti saya. Saya ingin tumbuh bareng komunitas, saling belajar, dan saling bantu,” tutup Arifah.

- Alamat Produksi S.31 Komplek Townhall, Swarga Bara, Sangatta Utara, Kutai Timur, Kalimantan Timur
- WhatsApp: 0813-4764-9343
- Instagram: @gyiya_alamama
- Facebook: Griya AlaMama
- Website: https://sites.google.com/view/website-alamama/halaman-muka

“Bagi saya, makanan bukan sekadar bisnis, tapi cara saya menjaga warisan, menciptakan peluang, dan menebar kehangatan.”
— Arifah Viviani, Founder AlaMama Food & Cookies
Ingin ceritamu menginspirasi ribuan pelaku UMKM lainnya? Kirim kisahmu ke redaksi SuaraUMKM.com sekarang!





