
SuaraUMKM, Jakarta — Saat pandemi melumpuhkan banyak usaha, satu nama justru bangkit dari krisis: Winn Kitchen. Dimulai dari dapur kecil di Perumahan Kresek Pelangi, usaha milik Desi ini menjelma jadi pemain serius dalam kuliner khas Palembang, khususnya pempek autentik yang kini tersedia dalam bentuk ready-to-eat maupun frozen.
“Usaha ini lahir dari kebutuhan, tumbuh karena cinta, dan terus berjalan karena mimpi,” kata Desi, sang founder.
Dengan semangat bertahan hidup di tengah ketidakpastian pandemi, Desi merintis Winn Kitchen demi membantu ekonomi keluarga. Tapi yang bermula dari kebutuhan, kini tumbuh jadi brand yang membanggakan.

Apa yang Membuat Winn Kitchen Berbeda?
Di tengah persaingan ketat di dunia pempek, Winn Kitchen hadir dengan keunggulan unik:
- Ikan segar pilihan tanpa pengawet
- Resep turun-temurun yang autentik dan otentik khas Palembang
- Kemasan vakum inovatif yang higienis dan menjaga rasa tetap lezat
- 8+ varian produk, termasuk dalam bentuk hampers cantik & frozen pack
- Distribusi luas via online, bazar, dan B2B
Tak heran jika Winn Kitchen kini dilirik banyak media dan komunitas:
- Muncul di YouTube Podcast Kaesang
- Ikut Festival Imlek, dan masuk binaan PF Pertamina Foundation
- Tembus pasar B2B yang lebih besar

Quote Coach Faran: UMKM Tak Butuh Besar untuk Jadi Hebat
Menurut Coach Faran, pendiri Wiranesia Digital Inkubator, Winn Kitchen adalah contoh bagaimana usaha kecil bisa punya nyali besar.
“Winn Kitchen membuktikan bahwa untuk jadi hebat, UMKM tak harus punya modal besar—cukup punya produk jujur, strategi cerdas, dan kemauan belajar tanpa henti. Dari pempek rumahan, mereka naik kelas karena niat dan konsistensi,”
— Coach Faran
Melawan Raksasa, Membentuk Identitas
Tantangan terbesar Winn Kitchen bukan soal bahan, tapi soal membangun diferensiasi di tengah lautan brand serupa. Di pasar pempek yang sudah dipenuhi nama-nama besar, Desi sadar bahwa rasa enak saja tidak cukup.
“Kami mulai mengangkat cerita di balik brand—bahwa ini bukan hanya soal makanan, tapi soal perjuangan, keluarga, dan kualitas,” jelasnya.
Maka lahirlah strategi brand yang kuat: mengemas pempek sebagai hadiah personal, menyajikan rasa rumah dengan sentuhan profesional, dan membungkusnya dalam kemasan elegan dan higienis.
Dari Mentor ke Arah Baru
Perjalanan Winn Kitchen juga dibentuk oleh bimbingan para mentor hebat—termasuk Chef Desi dari komunitas Maju Kuliner, dan pelatihan langsung dari Coach Faran di program Pertamina Foundation.
“Selama kita mau belajar dan terbuka, selalu ada orang-orang baik yang bersedia membimbing. Itu yang membuat saya tetap kuat,” ungkap Desi.
Harapan: Dari SuaraUMKM Menuju Langkah Lebih Besar
Kini, Desi berharap Winn Kitchen bisa semakin dikenal dan menjalin lebih banyak relasi—baik dengan pelanggan, investor, maupun mitra bisnis.
“Saya ingin Winn Kitchen menjadi pelopor pempek modern yang tetap jujur pada akarnya. Saya percaya makanan bisa jadi jembatan untuk membangun koneksi, membawa manfaat, dan menciptakan peluang.”

Alamat Produksi:
- Perumahan Kresek Pelangi No.3, RT.09/RW.15, Kel. Duri Kosambi, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat 11750
- Kontak WhatsApp: 0812-8383-0397
- Instagram: @winn.kitchen
- Tokopedia: Cari: winn kitchen
“Dari rasa asli Palembang, kami ingin menjangkau hati masyarakat Indonesia. Bukan sekadar kuliner, tapi bagian dari cerita keluarga dan semangat bertahan.”
— Desi, Founder Winn Kitchen
Ingin kisah UMKM-mu juga ditampilkan di SuaraUMKM.com? Kirim ceritamu dan mari jadikan panggung kecil kita tempat tumbuhnya inspirasi besar!





