
SuaraUMKM, Jakarta — Siapa sangka sisa panen jamur tiram yang nyaris terbuang, justru jadi tonggak lahirnya brand camilan lokal yang kini menembus gerai-gerai modern nasional? KhumKhum Jamur Crispy, lahir dari dapur sederhana milik Endang Susylowati, kini menjadi contoh konkret bagaimana UMKM bisa naik kelas tanpa kehilangan akar lokal dan nilai sosialnya.
Berbasis di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, KhumKhum bukan sekadar pelaku usaha camilan. Ia adalah gerakan kecil yang menjembatani petani, ibu rumah tangga, dan pasar modern. Produk unggulannya, Keripik Jamur Tiram, digoreng tanpa pengawet, dengan proses higienis dan standar kualitas tinggi. Rasanya gurih alami, renyah, dan menggugah selera — menyatu sempurna antara rasa lokal dan kemasan modern.
“Kami bermitra langsung dengan petani lokal. Setiap keping jamur di KhumKhum bukan hanya soal rasa, tapi tentang harapan dan kesejahteraan desa,” ujar Endang.

Jalan Berliku, Konsistensi Tak Tertandingi
Endang mengawali usahanya dari dapur rumah, berbekal wajan dan niat. Bahkan pernah ia harus mengantar pesanan sambil hamil dan menggendong anak. Tantangan terbesar bukan hanya produksi, melainkan soal pendanaan dan sistem pembayaran B2B yang lambat. Ia harus memutar dana pribadi agar roda usaha tetap berjalan.
“Saya belajar bahwa pertumbuhan bisnis bukan soal penjualan semata, tapi juga kemampuan menjaga arus kas tetap sehat,” kata Endang, yang kini produknya telah masuk ke Sarinah, Indomaret, Hypermart, hingga bandara YIA.

Coach Faran: “UMKM yang Berdampak, Itulah Masa Depan!”
Coach Faran, founder Wiranesia Inkubator, tempat Endang pernah berproses dan tumbuh, menegaskan bahwa KhumKhum adalah contoh sempurna UMKM dengan model bisnis berdampak.
“KhumKhum itu bukan sekadar menjual keripik jamur, tapi menjual harapan dan perubahan. UMKM yang seperti inilah yang layak dilipatgandakan, karena mereka tidak hanya untung secara ekonomi, tapi juga mengubah hidup banyak orang di sekitarnya,” ujar Coach Faran.

Bangkitkan Pasar Camilan Nusantara
Dengan target wisatawan dan anak muda di kota besar, KhumKhum menawarkan camilan sehat yang cocok untuk teman nongkrong hingga oleh-oleh khas Jogja. Rasa yang otentik, proses yang bersih, dan misi sosial yang kuat menjadikan KhumKhum bukan sekadar snack, tapi gerakan.
“Kami ingin dikenal bukan hanya sebagai camilan, tapi sebagai bagian dari upaya pemberdayaan petani dan pelaku UMKM desa,” tutup Endang penuh harap.

Yuk, Dukung UMKM Seperti KhumKhum!
- Instagram: @endang_susylowati
- Shopee: hwwfoodnsnack
- Website: khumkhum.com
- Alamat Produksi: Bendungan Lor RT 28 / RW 13, Wates, Kulon Progo, DIY
- Kontak: 0813-6281-7175





