
SuaraUMKM, Jakarta Di tengah gempuran produk massal dan budaya instan, sebuah produk lokal dari kaki Gunung Bromo membuktikan bahwa local wisdom masih memiliki kekuatan di pasar modern. Dialah Eruna Craft, brand kerajinan dari Dusun Krajan, Desa Sumberbulu, Kabupaten Probolinggo, yang konsisten memproduksi Udeng Tengger—penutup kepala tradisional khas masyarakat adat Tengger—dengan kualitas tinggi, desain khas, dan misi pelestarian budaya.
Didirikan oleh Darma Budi Pertiwi, Eruna Craft telah berdiri sejak tahun 2010. Bermula dari keterbatasan modal dan tekanan persaingan pasar, kini usaha ini berkembang menjadi salah satu pelaku industri kreatif yang mampu menyatukan tradisi dan inovasi dalam satu produk bernilai tinggi.
“Kami memulai dari bawah, dengan keterbatasan sumber daya. Tapi kami percaya, budaya kita punya daya saing. Yang dibutuhkan adalah kreativitas, konsistensi, dan keberanian untuk memasarkan secara lebih luas,” ungkap Darma.
Menembus Pasar Lewat Digitalisasi
Salah satu titik balik Eruna Craft terjadi saat mereka mengikuti pelatihan pemasaran digital. Dengan bekal pengetahuan baru, mereka mulai aktif di platform e-commerce dan media sosial. Strategi ini membuahkan hasil nyata—penjualan meningkat, visibilitas produk meluas, dan merek mereka mulai dikenal di berbagai kalangan, termasuk wisatawan, pecinta budaya, hingga masyarakat urban yang mencari aksesoris tradisional otentik.
Kini, Udeng Tengger tidak hanya dijual di pasar lokal, tapi juga tersedia secara online dan dapat diakses siapa pun dari berbagai wilayah.
Dukung dan temukan produk Eruna Craft di:
- Instagram: @erunacraftofficial
- Tokopedia: Eruna Craft Official
- Email: erunacraftofficial@gmail.com

Inovasi dan Budaya Bisa Jalan Bersama
Menurut Coach Faransyah Agung Jaya, pendiri Wiranesia Inkubator dan pakar kewirausahaan digital, langkah Eruna Craft adalah contoh ideal bagaimana UMKM berbasis budaya dapat berkembang melalui inovasi dan adaptasi digital.
“UMKM seperti Eruna Craft membuktikan bahwa inovasi tak harus mengorbankan nilai budaya. Justru dengan pendekatan digital yang tepat, produk tradisional bisa menjangkau pasar yang lebih luas dan dihargai lebih tinggi,” jelas Coach Faran.
Sebagai bagian dari gerakan pendampingan UMKM nasional, Wiranesia Inkubator terus membantu pelaku usaha lokal untuk naik kelas, membangun fondasi bisnis yang kuat, serta memanfaatkan teknologi untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.
Budaya yang Dihidupkan Melalui Bisnis
Eruna Craft tidak hanya menjual produk—mereka menawarkan cerita, nilai, dan identitas. Dengan komitmen terhadap kualitas, inovasi desain, serta pelayanan yang ramah, mereka berhasil membangun reputasi sebagai produsen udeng otentik yang mengangkat nilai-nilai lokal.
“Setiap udeng yang kami buat bukan hanya kain, tapi simbol dari semangat masyarakat Tengger dan warisan budaya Indonesia,” tutur Darma.
Melalui usaha ini, Eruna Craft juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar, meningkatkan pendapatan keluarga, dan menjadi sumber kebanggaan lokal.
UMKM, Saatnya Bertumbuh dengan Karakter
Kisah Eruna Craft adalah cerminan bahwa usaha kecil bisa memiliki dampak besar jika dikelola dengan visi dan semangat. Dari sebuah dusun kecil di Probolinggo, mereka mampu membangun brand yang dipercaya konsumen, menjalin kerja sama dengan perusahaan besar, dan bertransformasi menjadi UKM unggulan.
Bagi UMKM lain, ini adalah ajakan terbuka: beranilah mengambil langkah pertama, terus belajar, dan jangan ragu mengangkat kearifan lokal sebagai keunggulan utama.





