spot_img

Indonesia Kerja Sama dengan 8 Negara Tingkatkan Kapasitas UMKM

Pengunjung melihat produk di salah satu stan peserta pada Festival UMKM #banggalokal saat berlangsungnya Pagelaran Sabang Merauke di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Sabtu, 12 November 2022. (Panji Asmoro/TrenAsia)
Pengunjung melihat produk di salah satu stan peserta pada Festival UMKM #banggalokal saat berlangsungnya Pagelaran Sabang Merauke di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Sabtu, 12 November 2022. (Panji Asmoro/TrenAsia)

SuaraUMKM, Jakarta – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menjajaki peluang kerja sama yang saling menguntungkan dengan organisasi Developing 8 (D-8), sebuah kelompok yang terdiri dari delapan negara berkembang. Fokus utama dari kerja sama ini adalah untuk meningkatkan kapasitas usaha koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Ini sangat baik untuk kita tindak lanjuti. Karena ini akan memberikan banyak manfaat bagi negara anggota D-8. Masing-masing negara mempunyai keunggulan dan potensi,” kata Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim di Jakarta, Rabu, 22 November 2023.

Arif menjelaskan bahwa D-8 mencakup delapan negara berkembang yang mayoritas penduduknya beragama Islam, dan memiliki tujuan untuk mempererat kerja sama dalam hal pembangunan. Delapan anggota D-8 tersebut adalah Bangladesh, Indonesia, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, dan Turki.

Baca Juga : Dorong UMKM Go Global, BRI Gelar UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023

D-8 berharap bahwa kerja sama dengan Indonesia akan memberikan manfaat besar, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan koperasi di negara-negara anggota D-8. Arif menuturkan bahwa saat ini Indonesia sedang aktif meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dan koperasi di dalam negeri.

“Kami memiliki beberapa program prioritas. Untuk usaha mikro kami memperkuat legalitas usaha, UKM memperkuat rantai pasok, sedangkan koperasi kami dorong untuk menjadi koperasi modern dan untuk wirausaha, kami menargetkan terciptanya satu juta wirausaha baru,” ujarnya.

Maka dari itu, Arif menekankan pentingnya pertukaran informasi dan pengetahuan dalam kerja sama dengan organisasi D-8. Menurutnya, setiap negara memiliki pengalaman berharga dalam menerapkan kebijakan yang mendukung sektor UMKM dan koperasi.

“Menjadi penting dalam hal ini untuk sharing knowledge, bertukar informasi untuk memajukan UMKM dan koperasi bagi para negara anggota D-8. Saya meyakini masing-masing negara punya pengalaman yang sangat baik dalam mengimplementasikan kebijakan,” tuturnya.

BACA JUGA :  Sahabat UMKM, Wadah UMKM Bogor Untuk Naik Kelas Pasca Pandemi

Baca Juga : Mayoritas Koperasi dan UMKM Masih Terpusat di Jawa

Sekretaris Jenderal D-8, Isiaka Abdulqadir Imam, juga menegaskan bahwa fokus organisasinya adalah pada pengembangan UMKM, melibatkan seluruh anggota D-8, termasuk Indonesia.

“UMKM memiliki peranan penting dalam pengembangan ekonomi di seluruh negara D-8. Bahkan di Indonesia, 99 persen pelaku usaha didominasi pelaku UMKM. Saya menyambut baik untuk segera menyelenggarakan pertemuan pertama pada 2025,” katanya.

Imam juga menargetkan bahwa pada tahun 2030, perdagangan produk UMKM antarnegara D-8 dan di pasar global dapat menyentuh angka US$500 miliar.

“Pengembangan UMKM pada anggota D-8 menjadi sektor yang penting untuk ditingkatkan dan ini menjadi penting untuk menyejahterakan masyarakat,” jelas Isiaka.

Sumber : Medcom

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Perkuat Sektor UMKM, Pemkot Bengkulu Bagikan 50 Meja Portabel

BENGKULU - Upaya memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan...

BRI BO Gatot Subroto Salurkan Jumat Berkah ke Panti Asuhan Mizan Amanah

JAKARTA - Sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi...

Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji, Kemenhaj Gelar Expo UMKM Terintegrasi Manasik Haji

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah melalui Direktorat Jenderal...

BRI BO BRIlian Kunjungi Merchant, Penetrasi Pengunaan Mesin EDC

JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia Branch Office Menara BRILiaN...