
SuaraUMKM, Jakarta – Perhelatan Gebyar Hari UKM yang digelar di Pakuwon Mall Jogja, Sleman, menghadirkan puluhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dengan tema Jogja Youth Preneurs Independence Week, rangkaian acara yang berlangsung mulai dari Jumat (18/08) hingga Minggu (20/08) ini mempersembahkan produk-produk UMKM terkini dari para pelaku UMKM DIY.
Kehadiran acara ini dimeriahkan oleh Istri Wakil Gubernur DIY, GKBRAA Paku Alam, dan memberikan wadah bagi para pelaku UMKM untuk merayakan Hari UMKM Nasional sekaligus memperingati 11 tahun Keistimewaan DIY. Tidak dapat disangkal bahwa UMKM memiliki peranan sentral dalam mendukung perekonomian DIY, dan dukungan melimpah dari Dana Keistimewaan menjadi pilar penting yang meneguhkan posisi UMKM sebagai unsur vital dalam perekonomian daerah.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DIY, Srie Nurkyatsiwi, mengungkapkan bahwa saat ini Pemerintah Daerah DIY telah melakukan berbagai upaya strategis untuk mendukung kemajuan UMKM. Di antara langkah-langkah ini termasuk program free ongkir, kolaborasi dengan koperasi untuk memberi wadah bagi para pengusaha, dan kerjasama dengan lembaga perbankan dalam mendukung perkembangan UMKM.
Dalam Gebyar Hari UKM ini, pengunjung pun diberikan kemudahan dalam transaksi melalui fasilitas pembayaran digital menggunakan QRIS, yang tidak hanya mempermudah proses transaksi tetapi juga meningkatkan keamanannya.
Baca Juga : BRI Sukses Bina Pelaku UMKM Di Rumah BUMN Yogyakarta Dengan 46.700 Anggota
“Pemda DIY menyelenggarakan ini melalui Dinas Koperasi dan UKM didukung oleh adanya dana keistimewaan. Tujuannya untuk menaikkan kelas dari UMKM. Ada enam aspek yang disiapkan, beberapa diantaranya ada Sumber Daya Manusia (SDM), produk, hingga digitalisasi,” jelas Siwi pada pembukaan Gebyar Hari UKM, Jumat (18/08) di Atrium Pakuwon Mall Yogyakarta.
Lebih lanjut, Siwi menyoroti bahwa pada umumnya UMKM cenderung menghadirkan produk-produk yang lebih ditujukan kepada konsumen berusia di atas 30 tahun, seperti produk jamu, herbal, dan perabot rumah tangga. Namun, pada edisi kali ini, Gebyar Hari UKM hadir dengan keragaman produk terkini yang menarik, yang dipastikan akan menjadi daya tarik bagi generasi milenial untuk hadir.
Banyak generasi milenial DIY yang kini turut aktif dalam mendukung UMKM melalui produk-produk modern seperti skincare, aromaterapi, dan sejenisnya. Keterlibatan aktif dari generasi milenial ini diharapkan akan mampu memunculkan produk-produk ikonik dari DIY.
“Kami lihat, ada potensi tidak hanya produk makanan, kerajinan maupun fashion ya, tapi ada juga aromatherapy, perawatan kulit. Kami juga mengarahkan ke wellness tourism. Mereka sudah bergabung ke Sibakul, tinggal pembenahan sana sini saja,” ujar Siwi.
Baca Juga : Bantul Creative Expo, Wadah Bantul Berdayakan UMKM Pasarkan Produk
Selain sebagai ajang pameran produk, Gebyar Hari UKM juga berfungsi sebagai platform pembelajaran bagi generasi muda dalam menciptakan produk-produk berkualitas yang mampu melewati proses kurasi dan layak untuk dijual.
Generasi muda ini diharapkan memiliki pemahaman yang mendalam terhadap produk yang dihasilkan, serta mampu mempelajari strategi pemasaran, promosi, dan unsur-unsur lain yang mendukung penjualan. Penyempurnaan dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan legalitas produk menjadi poin penting dalam proses pembelajaran ini.
Sementara itu, Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY, Aris Eko Nugroho, mengungkapkan rasa bangganya terhadap perkembangan pesat UMKM di DIY. Peran aktif melalui Dana Keistimewaan, Aris percaya bahwa UMKM DIY memiliki potensi yang kuat untuk bersaing di pasar internasional.
“Harapannya, tak kalah penting, ini tidak hanya ditampilkan oleh satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tapi ini kolaborasi bareng-bareng. Jadi, antara OPD Dinas Koperasi UKM, ada juga dari Dinas Kebudayaan, dan masih banyak lagi,” ungkap Aris.
Sumber : Pemda D.I Yogyakarta





